SAKA Raih Izin POD Ronggolawe guna Genjot Produksi Migas

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Jumat, 12 Juni 2026
SAKA Raih Izin POD Ronggolawe guna Genjot Produksi Migas
Platform migas milik SAKA. (Sumber Foto: dunia-energi.com)

JAKARTA - PT Saka Energi Indonesia (SAKA), bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus berupaya memperkuat eksplorasi dan eksploitasi sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menjaga ketahanan energi nasional. 

Hal tersebut ditandai dengan diperolehnya persetujuan Rencana Pengembangan Lapangan (Plan of Development/POD) Lapangan Ronggolawe - PHE-7 di Wilayah Kerja (WK) Pangkah dari SKK Migas, yang direncanakan mulai berproduksi (onstream) pada akhir tahun 2029.

"Persetujuan POD ini merupakan langkah penting dalam upaya SAKA mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi Perusahaan," kata Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA Fuji Koesumadewi dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Persetujuan POD tersebut didukung oleh hasil analisis komprehensif dari sumur RGL-3, yang memberikan dasar teknis kuat dalam penyusunan rencana pengembangan lapangan. 

Sebelumnya, pada 2025, SAKA telah menyerahkan dokumen Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Lapangan Ronggolawe sebagai tindak lanjut atas keberhasilan penemuan hidrokarbon pada sumur eksplorasi RGL-1 tahun 2012, yang dikonfirmasi melalui kegiatan appraisal sumur RGL-3 pada tahun 2024 di WK Pangkah.

"Pengembangan lapangan ini diproyeksikan dapat memberikan kontribusi produksi hingga mencapai 5.126 barel minyak per hari (BOPD) pada masa puncak produksinya. Secara keseluruhan, lapangan ini diperkirakan memiliki sumber daya mencapai 10 juta barel minyak yang dapat dimanfaatkan hingga berakhirnya masa kontrak kerja sama, sehingga diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan produksi migas nasional," tuturnya.

Potensi hidrokarbon pada Struktur Ronggolawe teridentifikasi pada lapisan CD Carbonate melalui serangkaian evaluasi teknis, seperti uji kandung lapisan (Drill Stem Test), pengujian tekanan reservoir, serta analisis sampel fluida. "Hasil evaluasi tersebut menunjukkan potensi lapangan yang prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut. 

Dalam rencana pengembangan Lapangan Ronggolawe - PHE-7 yang telah disetujui, akan dilakukan pengeboran empat sumur pengembangan yang selanjutnya dihubungkan dengan fasilitas produksi eksisting di WK Pangkah melalui jaringan pipa bawah laut," jelasnya.

Pengembangan Lapangan Ronggolawe - PHE-7 merupakan strategi unitisasi antara WK Pangkah dan WK West Madura Offshore (WMO) yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi WMO. Langkah ini sejalan dengan upaya SAKA dalam mengoptimalkan produksi sekaligus mempercepat monetisasi temuan eksplorasi. 

"Dalam pelaksanaannya, SAKA akan terus mengedepankan efisiensi dan efektivitas biaya maupun kegiatan operasional, dengan tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan," tambah Fuji. Ia berharap proyek ini menjadi pendorong pertumbuhan produksi migas nasional sembari tetap memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua