Uni Eropa Sepakati Aturan Kendali Harga di Pasar Karbon Baru

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Jumat, 12 Juni 2026
Uni Eropa Sepakati Aturan Kendali Harga di Pasar Karbon Baru
Bendera Uni Eropa berkibar di luar kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman. (Sumber Foto: bisnis.com)

JAKARTA  - BRUSSELS. Uni Eropa meresmikan kebijakan yang lebih disiplin guna mengatur harga di pasar karbon terbarunya. Tindakan ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran sejumlah pemerintah bahwa program pemangkasan emisi dapat menyebabkan lonjakan biaya bahan bakar.

Mengutip Reuters, Kamis (11/6/2026), setelah negosiasi yang berlangsung hingga larut malam pada hari Rabu, negara-negara Uni Eropa dan Parlemen Eropa sepakat bahwa jika biaya izin di pasar karbon baru melebihi € 45 ($52) per ton CO2, maka 40 juta izin akan dilepaskan ke pasar dari cadangan stabilitas untuk mengatur pasokan, meningkat dari sebelumnya 20 juta, kata Parlemen dalam sebuah pernyataan. 

Cadangan tersebut dapat diaktifkan dua kali per tahun, menambahkan total 80 juta izin tambahan ke pasar setiap tahunnya. Cadangan tersebut juga akan diperpanjang hingga setelah tahun 2030, bukan berakhir pada tahun tersebut.

Sistem perdagangan emisi kedua Uni Eropa, atau ETS2, dijadwalkan mulai mematok harga pada tahun 2028 untuk emisi CO2 dari bahan bakar pemanas serta transportasi guna memacu transisi ke kendaraan listrik dan sistem pemanas rumah yang lebih ramah lingkungan.

Sistem ini mewajibkan distributor dan pemasok bahan bakar untuk membeli izin CO2 dari pasar ETS2 demi menutupi emisi mereka. Penerimaan dari skema ini bakal dimanfaatkan untuk meringankan beban tagihan masyarakat, pembelian mobil listrik, serta pendanaan renovasi rumah hemat energi. 

Mekanisme ini berdiri sendiri di luar sistem perdagangan emisi Uni Eropa yang telah ada, yang selama ini mencakup industri berat dan pembangkit listrik.

Kebijakan yang lebih ketat untuk mengelola harga ETS2 ini muncul setelah adanya peringatan dari beberapa pemerintah, termasuk Republik Ceko dan Prancis, bahwa program tersebut berpotensi memicu resistensi terhadap kebijakan iklim jika dianggap membebani tagihan bahan bakar masyarakat.

Revisi yang disetujui juga memuat pelepasan izin secara bertahap dari cadangan stabilitas pasar agar terhindar dari guncangan pasokan mendadak yang bisa memicu volatilitas harga. 

Volume yang lebih kecil akan mulai dirilis segera setelah jumlah izin di pasar menyentuh angka di bawah 260 juta, menggantikan rencana sebelumnya untuk melepaskan 100 juta izin saat totalnya berada di bawah 210 juta.

Negara-negara Uni Eropa beserta Parlemen Eropa masih harus memberikan persetujuan formal sebelum kesepakatan ini resmi berlaku. Langkah tersebut umumnya hanya bersifat prosedural guna mengesahkan poin-poin yang telah disepakati sebelumnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua