Ekonomi Bojonegoro Kini Ditopang 16 Sektor Nonmigas

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Kamis, 11 Juni 2026
Ekonomi Bojonegoro Kini Ditopang 16 Sektor Nonmigas
Bupati Bojonegoro bersama Petani panen padi /Imam Mahfud/ IstimewaIklan. (Sumber Foto: NET)

BOJONEGORO - Struktur perekonomian di Kabupaten Bojonegoro kian menunjukkan perubahan ke arah yang lebih positif. Meskipun sektor minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi pilar utama pendapatan daerah, beragam sektor nonmigas saat ini semakin memainkan peran krusial untuk menjaga kelangsungan pertumbuhan ekonomi setempat. 

Merujuk pada data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan I Tahun 2026, bidang pertambangan memang masih mendominasi dengan kontribusi mencapai 42,03 persen. Namun, fenomena menarik muncul dari andil 16 sektor usaha lainnya yang jika digabungkan mampu menyumbang 57,97 persen, menjadi sinyal semakin kokohnya basis ekonomi nonmigas di wilayah tersebut.

Secara nominal, angka PDRB Kabupaten Bojonegoro berdasarkan harga berlaku pada Triwulan I Tahun 2026 menyentuh Rp28,44 triliun. Jumlah tersebut menggambarkan tingginya perputaran aktivitas ekonomi di berbagai bidang usaha sekaligus menjadi parameter krusial bagi ketahanan ekonomi daerah. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, memaparkan bahwa kondisi ekonomi Bojonegoro pada Triwulan I Tahun 2026 mencatatkan pertumbuhan 0,02 persen secara tahunan (year-on-year). Kendati kenaikan tampak tipis, hasil ini membuktikan daya tahan ekonomi daerah di tengah fluktuasi sektor migas.

Hal yang menarik adalah jika bidang pertambangan tidak dimasukkan ke dalam komponen perhitungan, pertumbuhan ekonomi Bojonegoro justru melesat hingga 7,34 persen. Situasi ini mengindikasikan bahwa sektor di luar migas memegang peranan semakin masif dalam menggerakkan roda ekonomi.

“Pertanian tumbuh 11,38 persen. Ketika pertanian tumbuh tinggi, hal tersebut turut menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif,” ujar Syawaluddin.

Sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Bojonegoro, dipicu meningkatnya hasil panen komoditas primer seperti padi dan jagung. 

Selain itu, lapangan usaha di sektor jasa lainnya mencatatkan pertumbuhan 14,77 persen, sektor akomodasi serta penyediaan makan dan minum 11,37 persen, jasa perusahaan 9,94 persen, informasi dan komunikasi 7,73 persen, transportasi dan pergudangan 6,92 persen, serta sektor perdagangan 6,46 persen.

Peningkatan pada bidang jasa dan perdagangan ini tidak terlepas dari tingginya aktivitas ekonomi masyarakat. Menurut Syawaluddin, penguatan sektor nonmigas merupakan langkah krusial demi membentuk struktur perekonomian yang sehat, variatif, dan tidak bergantung pada satu sektor saja. 

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen memperkokoh bidang produktif nonmigas demi mendongkrak daya saing, membuka lapangan kerja, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warga.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua