Tekan Emisi Karbon, PT KAI Pasang 113 Unit Panel Surya di Stasiun
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini telah mengoperasikan 113 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Seluruh infrastruktur ramah lingkungan itu telah terpasang pada 92 lokasi stasiun dan depo.
Kapasitas daya listrik ramah lingkungan tersebut tercatat mencapai 4.430,65 kilo Watt peak (kWp). Pemanfaatan panel surya ini berpotensi memangkas emisi karbon hingga lebih dari 5.000 ton per tahun.
Instalasi sistem pembangkit tersebut tersebar di 62 stasiun milik perusahaan serta sepuluh balai yasa. Sisanya terdistribusi pada enam griya karya, tiga depo, satu kantor, dan satu gedung record center.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menerangkan bahwa pembangunan infrastruktur ini dilaksanakan secara bertahap. Pernyataan resmi tersebut disampaikan dalam rilis data perusahaan pada Selasa (9/6).
"Pengembangan PLTS menjadi bagian dari upaya KAI untuk meningkatkan pemanfaatan energi bersih dalam operasional perusahaan. Program ini terus kami kembangkan secara bertahap seiring komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan efisiensi energi," ujar Anne.
Berdasarkan kajian teknis, setiap satu kilo Watt peak panel surya mampu menghasilkan 1.300 kilo Watt hour (kWh). Jumlah produksi listrik dari setiap unit pembangkit tersebut dapat mencapai 1.500 kWh.
Dengan total kapasitas terpasang, KAI berpotensi memproduksi sekitar 5,8 juta kWh energi listrik bersih. Potensi produksi energi listrik ramah lingkungan tersebut bahkan dapat menyentuh angka 6,6 juta kWh.
Perhitungan emisi mengacu pada regulasi resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 163.K/HK.02/MEM.S/2021 sebagai landasan hukum nasional.
Faktor emisi sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) berada di kisaran 0,84 hingga 0,87 ton emisi. Besaran emisi karbon tersebut dihitung secara kumulatif untuk setiap Mega Watt hour (MWh).
KAI berpeluang mengurangi emisi karbon dioksida (CO?) sekitar 5.100 hingga 5.800 ton setiap tahun. Pengurangan ini dihitung langsung dari estimasi produksi energi listrik bersih sistem panel surya.
Inisiatif hijau ini memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkup perusahaan. Pemanfaatan tenaga surya ini terbukti mendukung penguatan ketahanan energi di seluruh fasilitas operasional perusahaan.
"Transformasi menuju transportasi berkelanjutan memerlukan langkah yang konsisten. KAI akan terus mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung efisiensi energi, pengurangan emisi, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan," kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya.