Penjualan Motor Listrik Nasional Meningkat Tajam
PADANG - Angka penjualan sepeda motor listrik dalam negeri menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, meskipun kontribusinya terhadap keseluruhan pasar roda dua nasional masih di bawah satu persen.
Sejumlah pelaku usaha di sektor ini menyebutkan bahwa volume transaksi harian rata-rata meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat selama triwulan terakhir.
Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya kesadaran publik akan moda transportasi ramah lingkungan serta tingginya biaya operasional kendaraan berbahan bakar minyak. Selain itu, kenaikan harga minyak global dinilai mendorong warga untuk menekan biaya perjalanan dengan beralih ke armada bertenaga listrik.
CEO PT Indomobil Emotor Internasional, Pius Wirawan, memaparkan bahwa pada awal tahun ini, pemasaran motor listrik miliknya berada di kisaran 500 hingga 600 unit per bulan. Namun, angka tersebut kini telah melonjak mendekati 1.600 unit per bulan secara nasional.
“Kenaikan ini bukan cuma di Jakarta. Di beberapa kota di Jawa Tengah, peningkatannya bahkan mencapai delapan sampai sepuluh kali lipat,” kata Pius dalam wawancara di sela peluncuran produk di Basko City Mall, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kamis (04/06/2026).
Jika diakumulasikan, total pasar sepeda motor di Indonesia mencapai 6,5 juta unit setiap tahunnya. Sementara itu, total realisasi penjualan motor listrik dari seluruh pabrikan pada tahun lalu baru menyentuh angka 50.000 unit. Hal ini menunjukkan bahwa porsi pasar kendaraan roda dua berbasis baterai masih sangat kecil.
“Potensi yang belum tergarap itu lebih dari 90 persen. Masyarakat sekarang posisinya sudah lebih melek, tapi masih wait and see,” ujar Pius.
Di wilayah Sumatera Barat, penyerapan pasar tersebut juga dinilai belum optimal. Setiap bulannya, masyarakat di Kota Padang menyerap sekitar 9.000 hingga 10.000 unit motor konvensional.
Di sisi lain, pemasaran motor listrik dari korporasi yang dipimpin Pius baru berkisar 30 hingga 40 unit per bulan melalui jaringan diler di Jalan Khatib Sulaiman serta Kota Payakumbuh.
Dalam satu tahun ke depan, manajemen menargetkan penjualan dapat menyentuh 100 unit per bulan di wilayah Padang. Pius optimis target tersebut terealisasi seiring matangnya ekosistem kendaraan listrik dan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai efisiensi biaya.
Dengan kebutuhan daya pengisian baterai hanya 350 Watt, pengisian motor listrik dapat dilakukan dengan mudah di rumah. Estimasi biaya untuk jarak tempuh 100 kilometer hanya memakan sekitar Rp3.000, atau sepersepuluh dari ongkos bensin.
“Kalau pakai bensin bisa habis Rp500.000 sebulan, motor listrik cuma Rp50.000. Itu penghematan 90 persen,” rincinya.