Ubah Limbah Sawit Jadi Bio-CNG, PLN EPI Perkokoh Ketahanan Energi

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Senin, 08 Juni 2026
Ubah Limbah Sawit Jadi Bio-CNG, PLN EPI Perkokoh Ketahanan Energi
PLN EPI mengolah limbah sawit menjadi Bio-CNG sebagai sumber energi bersih. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berfokus pada pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) yang bersumber dari limbah kelapa sawit. Inisiatif ini merupakan langkah diversifikasi energi bersih serta akselerasi transisi energi nasional. 

Dengan mengolah limbah domestik menjadi energi rendah karbon, PLN EPI bertujuan untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memangkas emisi gas rumah kaca.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, dalam forum Diseminasi Pengembangan Biometana di Indonesia, yang dihelat oleh Ditjen EBTKE Kementerian ESDM di Medan, Sumatera Utara.

Pertemuan tersebut menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, pihak perbankan, dan penyedia bahan baku dalam membangun ekosistem biometana nasional.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menuturkan bahwa pengembangan Bio-CNG merupakan aksi nyata perusahaan dalam mendayagunakan potensi limbah biomassa nasional serta mendukung dekarbonisasi di sektor ketenagalistrikan.

"PLN EPI terus mendorong pemanfaatan limbah sawit menjadi sumber energi yang bernilai tambah. Melalui kerja sama dengan pemilik konsesi dan pabrik kelapa sawit, Palm Oil Mill Effluent (POME) dapat diolah menjadi biometana yang kemudian dimurnikan menjadi Bio-CNG untuk mendukung kebutuhan energi pembangkit listrik," ujar Hokkop dalam keterangan pers, Minggu (7/6/2026).

Hokkop menilai Sumatera Utara memiliki potensi signifikan bagi pengembangan Bio-CNG mengingat posisinya sebagai pusat industri kelapa sawit nasional. Data BPS mencatat terdapat 327 perusahaan perkebunan sawit di wilayah tersebut, di mana 237 pabrik di antaranya berpotensi menjadi penyedia bahan baku biometana.

Saat ini, PLN EPI telah bermitra dengan PT KIS Biofuels Indonesia dalam penerapan teknologi pengolahan limbah cair sawit menjadi Bio-CNG. 

Hasil produksi ini ditargetkan untuk menyokong kebutuhan bahan bakar PLTGU Belawan, Sumatera Utara, yang berkapasitas 1.184 MW dan berkontribusi hingga 30 persen pada sistem kelistrikan Sumatera bagian utara.

"Kami melihat peluang yang sangat besar untuk memperluas pemanfaatan Bio-CNG. Karena itu, PLN EPI terus membuka peluang kolaborasi dengan pabrik kelapa sawit (PKS) agar potensi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi energi bersih yang bernilai ekonomi," tutur Hokkop.

Hokkop menambahkan, pengembangan biometana tidak sekadar menekan penggunaan energi fosil, tetapi juga menciptakan prospek ekonomi baru bagi industri sawit. 

Pemanfaatan limbah ini juga krusial bagi lingkungan, mengingat gas metana dari limbah sawit memiliki potensi pemanasan global lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida. Dengan menangkap emisi tersebut untuk energi, PLN EPI sekaligus menjalankan misi Net Zero Emissions melalui pemanfaatan sumber daya domestik.

Langkah ini menegaskan bahwa transisi energi dapat berjalan seiring dengan penciptaan nilai ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua