Gubernur Jateng Undang Pengusaha Tiongkok Garap Proyek Energi Hijau

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Selasa, 26 Mei 2026
Gubernur Jateng Undang Pengusaha Tiongkok Garap Proyek Energi Hijau
Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara agresif terus membuka pintu bagi investasi hijau. 

Dalam upaya mempercepat transisi energi dan pengelolaan lingkungan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menawarkan sedikitnya tujuh proyek strategis di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) kepada para investor papan atas asal Tiongkok.

Peluang emas ini dipaparkan langsung oleh Ahmad Luthfi dalam acara jamuan makan malam Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia. Acara tersebut merupakan bagian dari Program DBA Entrepreneur Scholar Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) Angkatan 12 yang digelar di Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Di hadapan puluhan pengusaha multinasional, Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Jawa Tengah dalam mengembangkan ekonomi hijau berbasis lingkungan. Sektor EBT menjadi jualan utama karena potensinya yang melimpah dan siap dieksplorasi. 

Adapun tujuh proyek EBT yang siap ditawarkan kepada para investor meliputi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH), pembangkit biogas, energi biomassa, gas rawa (Swamp Gas), panas bumi (Geothermal) serta pengolahan sampah menjadi energi (PSEL). 

"Kami membuka peluang lebar-lebar bagi investasi pengolahan sampah di Jawa Tengah. Langkah ini akan sangat membantu kami dalam rangka mewujudkan kemandirian energi terbarukan," ujar Ahmad Luthfi.

Daya tarik Jawa Tengah tidak hanya terletak pada potensi alamnya, melainkan juga pada performa ekonominya yang solid. Berdasarkan data makro regional, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan I-2026 sukses menyentuh angka 5,89%. 

Pada tahun 2025 lalu, realisasi investasi di Jawa Tengah berhasil menembus Rp110,02 triliun, yang terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun, serta usaha mikro kecil (UMK) Rp21,52 triliun. 

Sementara itu, pada Triwulan I-2026, realisasi investasi sudah mencatatkan angka Rp23,02 triliun.

Tiongkok sendiri memegang peranan krusial sebagai salah satu negara donor terbesar di Jateng dengan total investasi mencapai Rp10,13 triliun. Untuk mendukung masuknya modal, Jawa Tengah saat ini telah mengoperasikan tujuh kawasan industri dan ekonomi khusus. 

Tidak berhenti di situ, 12 daerah lainnya kini sedang bersiap membangun kawasan industri baru demi mendorong pemerataan ekonomi daerah.

Sinyal positif langsung datang dari para petinggi korporasi Tiongkok. CEO PT WOOK Global Technology, Cu Longhua, mengungkapkan bahwa teknologi pengelolaan limbah yang mereka miliki sangat relevan dengan visi pembangunan hijau di Indonesia. 

"Saat ini, Presiden Prabowo dengan penuh semangat mempromosikan pengelolaan sampah menjadi pembangkit listrik. Kami adalah perusahaan terkemuka di industri ini di Tiongkok dan siap membawa sumber daya industri berkualitas tinggi yang sangat kompatibel untuk restorasi ekologis dan energi baru," kata Cu Longhua.

Senada dengan hal tersebut, CEO PT AAC Technologies Holding, Benjamin Pan, melihat Indonesia, khususnya Jawa Tengah, memiliki atmosfer bisnis yang sangat menjanjikan. 

"Sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menawarkan ruang pasar yang luas dan potensi pertumbuhan yang luar biasa. Kami melihat kemungkinan kolaborasi yang tak terbatas di sini," tutur Benjamin.

Sebagai informasi, program DBA Entrepreneur Scholar dari CKGSB merupakan program doktoral eksekutif bergengsi yang menghubungkan riset akademik tingkat lanjut dengan praktik bisnis global. 

CKGSB dikenal sebagai salah satu sekolah bisnis independen terkemuka di Tiongkok dengan jaringan alumni kuat yang mencakup para pendiri perusahaan unicorn hingga korporasi multinasional dunia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua