Topang Energi Hijau, IIF Beri Fasilitas Rp645 M ke Arkora Hydro

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Selasa, 26 Mei 2026
Topang Energi Hijau, IIF Beri Fasilitas Rp645 M ke Arkora Hydro
PT Indonesia Infrastructure Finance. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menyalurkan fasilitas penjaminan kepada PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) untuk menunjang program pembiayaan energi terbarukan lewat penerbitan surat utang syariah sukuk. 

IIF menyiapkan dana hingga Rp645 miliar demi memperkuat profil kredit sukuk serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap instrumen pembiayaan hijau di Indonesia. 

“Kerja sama ini mencerminkan komitmen IIF dalam mendorong transisi energi Indonesia melalui penyediaan instrumen pembiayaan hijau yang kredibel,” ujar Presiden Direktur IIF, Rizki Pribadi Hasan, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Bantuan tersebut terealisasi melalui Perjanjian Fasilitas Penjaminan dari IIF kepada PT Arkora Hydro Tbk untuk penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan I Tahun 2026 milik Arkora Hydro. 

Dalam kesepakatan itu, IIF memberikan fasilitas penjaminan sampai Rp645 miliar guna mengukuhkan profil kredit sukuk dan mendongkrak kepercayaan investor terhadap instrumen pembiayaan hijau di Indonesia.

Menurut Rizki, sinergi jangka panjang dengan Arkora Hydro membuktikan bagaimana pendanaan strategis mampu mempercepat pengembangan proyek energi terbarukan. 

Melalui kemitraan dengan Arkora, Rizki memaparkan, IIF bermaksud mempererat kolaborasi dalam pembiayaan energi terbarukan serta memacu keterlibatan pasar keuangan yang lebih masif dalam agenda infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

IIF, sebuah lembaga pembiayaan yang dimiliki antara lain oleh PT Sarana Multi Infrastruktur/SMI (Persero), Bank Pembangunan Asia (ADB), dan beberapa lembaga lainnya, telah bermitra dengan Arkora Hydro sejak 2019. 

Kerja sama mereka meliputi pembiayaan berbagai proyek pembangkit listrik tenaga air di Indonesia, termasuk penerbitan obligasi hijau perusahaan pada 2023.

Kolaborasi tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan aset energi terbarukan di tanah air. Sebagai katalis pembangunan infrastruktur, IIF berperan komplementer dengan industri keuangan guna memperluas akses pembiayaan ke berbagai sektor infrastruktur. 

Pada awal 2026, IIF telah mengucurkan pendanaan untuk proyek di sektor kesehatan dan pelabuhan. Saat ini, pipeline transaksi IIF juga mencakup sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital. 

"IIF turut mendukung pertumbuhan dan pendalaman pasar modal Indonesia dengan memungkinkan proyek-proyek yang kredibel dan bankable mengakses sumber pendanaan yang lebih luas," katanya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua