Ray Valley Solar: Terobosan Energi Terbarukan Berbasis Komunitas

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Senin, 25 Mei 2026
Ray Valley Solar: Terobosan Energi Terbarukan Berbasis Komunitas
Panel surya komunitas raksasa. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA – Panel surya komunitas berskala besar telah hadir, memberikan warga kesempatan untuk mengonsumsi listrik sekaligus meraih keuntungan. 

Proyek Ray Valley Solar di Oxfordshire mendapatkan apresiasi dari media Inggris sebagai “sistem panel surya berbasis komunitas pertama di Inggris”.

Keunggulan sistem ini tidak terletak pada teknologinya, melainkan pada skema kepemilikannya: warga bisa membeli saham mulai dari beberapa ratus pound untuk menjadi “pemilik bersama” dari infrastruktur penyimpanan listrik berskala besar. 

Saat ini, terdapat surplus energi surya karena jaringan listrik belum mampu menyerap seluruh pasokan yang dihasilkan.

Ray Valley Solar kini menyalurkan listrik bersih ke sekitar 7.000 rumah tangga di Inggris. Namun, pada saat matahari bersinar terik, produksi listrik seringkali melampaui kapasitas serapan jaringan lokal, sehingga sebagian energi bersih terbuang percuma. 

Kondisi ini menjadi tantangan bagi banyak negara Eropa seiring dengan meningkatnya pemanfaatan energi terbarukan.

Solusi yang ditempuh Inggris adalah penggunaan baterai skala besar. Sistem baterai baru di Ray Valley mampu menyimpan hingga 12 MWh listrik, cukup untuk menyuplai kebutuhan 1.100 rumah tangga selama empat jam puncak. 

“Sistem penyimpanan baterai berbasis komunitas pertama di Inggris memungkinkan masyarakat untuk menggabungkan sumber daya, menyimpan listrik bersih, dan memperoleh keuntungan dari energi terbarukan,” tulis laporan tersebut.

Proyek ini digagas oleh organisasi Low Carbon Hub yang mengajak warga membeli saham komunitas dengan investasi mulai dari £100. 

Langkah ini mengubah status masyarakat dari sekadar “pembayar tagihan listrik” menjadi investor dalam sistem energi lokal mereka. Keuntungan dari penjualan listrik nantinya akan diinvestasikan kembali untuk proyek penghematan energi dan pengurangan emisi karbon.

Menurut Low Carbon Hub, proyek ini diproyeksikan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar £13 juta selama masa operasionalnya, dengan tambahan £1 juta dari sistem baterai baru. 

Di tengah fluktuasi harga listrik Eropa akibat guncangan geopolitik, model ini dianggap sebagai cara bagi warga lokal untuk mendapatkan kembali kendali atas energi mereka.

Pemerintah Inggris pun semakin gencar mempromosikan model energi komunitas. Pada Februari 2026, Menteri Energi Inggris Ed Miliband mengumumkan rencana dukungan hingga £1 miliar untuk proyek energi hijau komunitas di seluruh negeri guna mengurangi emisi karbon sekaligus ketergantungan pada perusahaan energi besar. 

Proyek seperti Ray Valley dianggap membuka jalan menuju “demokratisasi energi”, di mana masyarakat dapat memproduksi, menyimpan, dan memasarkan listrik mereka sendiri.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua