DOGO Power Hadirkan Solusi Energi Rendah Karbon Tambang RI
- Minggu, 17 Mei 2026
JAKARTA - Akselerasi transisi energi di kawasan Asia Tenggara menuntut sektor pertambangan untuk semakin adaptif terhadap agenda keberlanjutan tanpa mengorbankan produktivitas.
Di ajang Indonesia International Coal & Energy Exhibition 2026, DOGO Power hadir mengusung tema “Lighting Up the World with Economical, Reliable, and Stable Green Power”, sekaligus menegaskan peran teknologi sebagai enabler utama transformasi energi.
Melalui solusi terintegrasi sistem penyimpanan energi grid-forming dan microgrid untuk pertambangan hijau, DOGO Power menawarkan jawaban atas tantangan fundamental industri, menghadirkan pasokan energi yang efisien, andal, dan berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan energi kawasan.
Baca JugaGubernur Mirza Bidik Investasi Energi Hijau Bersama Citaglobal Berhad
Perwakilan DOGO Power, Pan Pamela, menuturkan DOGO Power menawarkan layanan energi hijau sepanjang siklus operasional bagi perusahaan tambang lokal, sekaligus mendukung transformasi industri pertambangan Indonesia menuju operasional yang lebih rendah karbon dan efisien.
Arus transisi energi global mendorong industri pertambangan bergerak menuju model bisnis berkelanjutan. Sebagai perekonomian terbesar di Asia Tenggara sekaligus pusat pertambangan dunia, Indonesia menghadapi dua tantangan utama: menjaga keandalan pasokan energi dan mempercepat transformasi hijau.
Menjawab kebutuhan tersebut, DOGO Power menghadirkan teknologi “4S Grid-Forming” yang mengintegrasikan manajemen energi, manajemen daya, konversi penyimpanan energi, dan manajemen baterai dalam satu sistem terpadu. Solusi ini membangun ekosistem energi yang lebih aman, efisien, dan terintegrasi bagi operasional pertambangan.
Solusi microgrid pertambangan hijau dari DOGO Power mengandalkan tiga teknologi utama untuk mendukung operasional tambang off-grid.
Pertama, teknologi grid-forming menghadirkan pasokan listrik stabil tanpa bergantung pada jaringan utama, dengan fitur black start yang memungkinkan sistem kembali beroperasi dalam dua menit.
Kedua, teknologi short-blade battery mampu mencapai lebih dari 10.000 siklus penggunaan dengan efisiensi 87%, serta dirancang tahan terhadap lingkungan tambang bersuhu tinggi dan berdebu hingga lebih dari 15 tahun.
Ketiga, sistem AI Cloud EMS membantu mengoptimalkan beban listrik dan produksi tenaga surya, sehingga mampu meningkatkan imbal hasil proyek, menekan biaya modal lebih dari 20%, dan memangkas waktu desain proyek 100 MW menjadi hanya satu minggu.
Melalui teknologi tersebut, solusi DOGO Power membantu perusahaan tambang di Indonesia menekan biaya energi, meningkatkan keamanan operasional, dan mengurangi emisi karbon.
Biaya listrik tambang dapat ditekan dari US0,28–0,40/kWhmenjadiUS0,12–0,16/kWh, dengan potensi penghematan hingga 20% sejak awal implementasi dan periode balik modal sekitar tiga hingga lima tahun.
Di sisi operasional, sistem penyimpanan energi menjaga pasokan listrik untuk mendukung kelangsungan produksi dan keselamatan kerja. Sementara dari sisi keberlanjutan, solusi ini mendukung penggunaan energi bersih yang mampu menurunkan emisi karbon hingga puluhan ribu ton per tahun sekaligus membantu perusahaan memenuhi standar ESG global.
Melalui partisipasi dalam ajang ini, DOGO Power menegaskan komitmennya memperluas ekspansi di Asia Tenggara sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai pasar strategis transformasi energi hijau.
Dengan mengandalkan teknologi penyimpanan energi grid-forming dan kolaborasi bersama mitra lokal, perusahaan optimistis dapat mempercepat transisi energi di sektor pertambangan regional, sekaligus mendukung target dekarbonisasi dan keberlanjutan industri nasional
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












