Wagub Sumut Komitmen Percepat Izin Migas dan Legalisasi Sumur Rakyat

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Selasa, 12 Mei 2026
Wagub Sumut Komitmen Percepat Izin Migas dan Legalisasi Sumur Rakyat
H. Surya, B.Sc. (Wakil Bupati Sumatra Utara). (Sumber Foto:NET)

MEDAN - Wakil Gubernur Sumatra Utara Surya menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi dalam menyederhanakan jalur birokrasi untuk mempercepat perizinan serta rekomendasi investasi minyak dan gas bumi di wilayah tersebut.

Pernyataan ini diutarakan saat berdiskusi dengan SKK Migas di Medan pada Senin (11/5/2026), di mana Surya menilai efisiensi birokrasi adalah kunci agar investasi berdampak nyata bagi warga. 

Pihak pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh demi memastikan setiap tahapan operasional sektor migas berjalan tanpa hambatan di lapangan.

“Yang disampaikan [SKK Migas] akan menjadi catatan kami untuk dilaporkan kepada Bapak Gubernur [Bobby Nasution]. Kami minta proses perizinan dipercepat agar investasi segera terealisasi,” ujar Surya dalam keterangan resmi, Senin (11/5/2026).

Selain urusan birokrasi, Surya mendesak SKK Migas bersama Pertamina untuk segera merampungkan proses legalitas sumur minyak tua yang dikelola oleh warga setempat. 

Langkah hukum ini dianggap krusial agar aktivitas pengelolaan energi oleh masyarakat lokal berlangsung sesuai aturan, terjamin keamanannya, dan mendongkrak kesejahteraan ekonomi.

“Kami ingin sumur-sumur yang selama ini ilegal bisa diinventarisir dan dilegalkan agar produksinya bagus dan masyarakat mendapat manfaatnya,” tambahnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut, CW Wicaksono, menyatakan pihaknya bertekad mendatangkan modal dalam skala besar ke Sumatra Utara dengan estimasi mencapai US$300 juta. 

Wicaksono memaparkan bahwa wilayah Sumbagut memiliki peran vital karena memasok sekitar 30% dari total produksi migas nasional, dengan mayoritas kegiatan operasional terpusat di sana.

Ia juga mengapresiasi bantuan pemerintah daerah dan berencana mengajak BUMD melakukan studi banding ke Jambi atau Sumatra Selatan untuk mempelajari pengelolaan sumur tua berbasis koperasi.

Sementara itu, Deputi GM Pertamina Reza Rahardian mengungkapkan kolaborasi dengan perusahaan Jepang, Japex, untuk melakukan pengembangan di kawasan Langkat dalam waktu dekat.

“Agustus 2026 nanti akan dilakukan pengeboran dua sumur di Kecamatan Tanjungpura dengan target produksi perdana pada Juni 2027,” ujar Reza.

Pertamina juga memberikan perkembangan positif terkait pengujian di Pulau Panjang serta rencana penambahan sumur gas baru di kawasan Hamparan Perak, Deliserdang.

“Pertamina berencana mengebor dua sumur gas baru di kawasan Hamparan Perak, Deliserdang, guna mendukung pasokan gas industri di Sumut,” tandasnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua