Laba Saudi Aramco Kuartal I 2026 Melejit Jadi Rp 581 Triliun
JAKARTA - Saudi Aramco membukukan peningkatan laba pada kuartal I 2026 hingga 26% secara tahunan, sebuah pencapaian yang melampaui estimasi para analis.
Keberhasilan tersebut didorong oleh beroperasinya secara penuh pipa utama yang menunjang ekspor minyak tanpa perlu melintasi Selat Hormuz.
Laba bersih Aramco yang telah disesuaikan pada kuartal I 2026 mencapai US$ 33,6 miliar atau setara dengan Rp 581,28 triliun (asumsi kurs Rp 17.300). Angka ini meningkat jika dibandingkan periode tahun lalu yang sebesar US$ 26,6 miliar atau sekitar Rp 460,18 triliun.
Perolehan ini juga memperlihatkan kenaikan sebesar 34% apabila dibandingkan dengan laba kuartal sebelumnya yang tercatat senilai US$ 25,1 miliar atau kira-kira Rp 434,23 triliun.
Sebelumnya, para analis memprediksi laba kuartal I Aramco hanya akan menyentuh kisaran US$ 31,2 miliar.
CEO Aramco Amin Nasser menjelaskan bahwa East-West Pipeline yang kini beroperasi dengan kapasitas maksimal 7 juta barel per hari telah menjadi jalur sangat krusial di tengah terjadinya gangguan di Selat Hormuz.
"East-West Pipeline telah membuktikan diri sebagai jalur pasokan yang sangat penting, membantu meredam dampak guncangan energi global dan memberikan bantuan bagi pelanggan yang terdampak hambatan pengiriman di Selat Hormuz," ujarnya.
Penutupan Selat Hormuz oleh pihak Iran dilaporkan telah memicu hilangnya hampir 1 miliar barel minyak, dengan kondisi defisit pasokan yang semakin parah selama jalur tersebut belum dibuka.
Harga jual minyak kembali merangkak naik pada Jumat setelah Iran meluncurkan rudal ke Uni Emirat Arab serta adanya serangan AS terhadap dua kapal tanker Iran yang berupaya menghindari blokade Washington.
Minyak Brent ditutup menguat sekitar 1% pada posisi US$ 101,29 per barel. Di sisi lain, minyak West Texas Intermediate (WTI) asal AS berakhir sedikit lebih tinggi pada level US$ 95,42 per barel.
Selama periode kuartal I, harga Brent mengalami lonjakan hingga 95% dan telah naik sebesar 67% sejak awal tahun ini.