PLN IP Dan DevvStream Garap PLTS Off-Grid dan Monetisasi Karbon Global

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Senin, 11 Mei 2026
PLN IP Dan DevvStream Garap PLTS Off-Grid dan Monetisasi Karbon Global
Ilustrasi PLN IP Gandeng DevvStream Garap Pasar Karbon dari Proyek PLTS Off-Grid, (Foto:NET).

JAKARTA – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) semakin memperkuat langkahnya dalam ekspansi bisnis ramah lingkungan melalui kemitraan strategis bersama perusahaan global, DevvStream Inc. Kolaborasi tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) yang menitikberatkan pada pengembangan solusi energi surya (Solar PV solution) di dalam portofolio bisnis beyond kWh.

Kesepakatan ini diteken langsung oleh Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernardus Sudarmanta, bersama CEO DevvStream Corp, Sunny Trinh, pada Jumat (8/5/2026). Sinergi tersebut menjadi capaian penting bagi PLN IP dalam mengintegrasikan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan mekanisme perdagangan karbon di pasar dunia.

Proyek ini difokuskan pada pembangunan PLTS off-grid yang ditujukan untuk kebutuhan konsumsi mandiri (self-consumption). Lewat skema ini, pembangkit tidak akan tersambung ke jaringan listrik pusat, sehingga aktivitas operasionalnya tetap sejalan dengan aturan lingkungan serta tata kelola pasar karbon yang berlaku saat ini.

Direktur Utama PLN IP, Bernardus Sudarmanta, memaparkan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari proses transformasi perseroan menuju model bisnis yang lebih hijau. Inovasi Solar PV solution berbasis off-grid dinilai sebagai langkah jitu untuk menyajikan energi bersih di lingkup operasional sekaligus membuka peluang pendapatan baru.

"Ini adalah wujud nyata transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang memberikan nilai tambah. Kami tidak hanya menghadirkan solusi energi bersih di sisi operasional, tetapi juga mengoptimalkan peluang ekonomi melalui monetisasi karbon," ujar Bernardus dalam keterangan resminya.

Melalui kerja sama ini, PLN IP akan menghasilkan Sertifikat Penurunan Emisi atau Verified Emission Reduction (VER) dari beragam proyek PLTS yang berlokasi di berbagai wilayah Indonesia. Sertifikat itu nantinya bakal dipasarkan ke kancah internasional lewat jaringan luas DevvStream sebagai mitra global.

Bernardus menjelaskan lebih jauh bahwa konsep beyond kWh yang diterapkan perusahaan kini telah mencakup layanan energi yang terpadu. Hal tersebut meliputi pengadaan pembangkit terbarukan, tata kelola emisi karbon, hingga maksimalisasi aset energi pelanggan secara lebih efektif.

Penerapan PLTS off-grid ini dirancang untuk menopang kebutuhan energi pelanggan secara independen tanpa memengaruhi sistem kelistrikan yang sudah ada. Selain memacu efisiensi, proyek ini ditargetkan memberi dampak nyata terhadap pengurangan gas rumah kaca di Indonesia.

Sejalan dengan hal itu, CEO DevvStream Sunny Trinh turut memberikan apresiasi terhadap terobosan PLN IP. Ia memandang pendekatan ini mempunyai potensi ekonomi yang sangat menjanjikan di masa mendatang.

"Kami melihat potensi luar biasa dari model Solar PV off-grid yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Pendekatan inovatif ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru di pasar karbon global," ungkap Sunny.

Kolaborasi ini sekaligus memantapkan posisi PT PLN Indonesia Power sebagai penggerak utama dalam pengembangan solusi energi yang berfokus pada pelanggan (customer-centric energy solutions) di tanah air. Ke depannya, perusahaan bertekad untuk terus memperluas jangkauan Solar PV solution sebagai pilar utama dalam strategi transisi energi nasional.

"PLN IP akan terus mengoptimalkan peluang dari pasar karbon untuk menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung penuh agenda dekarbonisasi nasional," pungkas Bernardus.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua