Batu Bara Masih Relevan Jaga Ketahanan Energi Nasional Menurut Pengamat
- Selasa, 05 Mei 2026
JAKARTA – Pengamat energi menilai penggunaan batu bara masih relevan jaga ketahanan energi Indonesia guna menjamin ketersediaan listrik murah selama proses transisi hijau.
Ketergantungan terhadap sumber daya alam ini dianggap sebagai langkah pragmatis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak pasar global.
Komaidi Notonegoro memandang bahwa meskipun dunia sedang bergerak menuju energi bersih, posisi emas hitam tetap krusial sebagai penopang beban dasar energi listrik domestik yang paling terjangkau saat ini.
Baca JugaPLN Tanamkan Edukasi Energi Bersih Bagi Siswa di Kota Tangerang
"Batu bara masih menjadi tulang punggung karena biayanya yang kompetitif dan cadangannya yang masih melimpah untuk memastikan pasokan listrik tidak terganggu," ujar Komaidi Notonegoro, saat dihubungi melalui sambungan telepon di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Komaidi berpendapat bahwa penghentian penggunaan bahan bakar fosil ini secara terburu-buru justru berisiko memicu lonjakan harga listrik yang dapat membebani masyarakat luas.
Transisi menuju energi terbarukan memerlukan waktu dan investasi infrastruktur yang tidak sedikit agar sistem kelistrikan tetap handal.
Indonesia memiliki keuntungan geografis dengan cadangan yang tersebar luas di wilayah Kalimantan dan Sumatera.
Pemanfaatan teknologi rendah emisi pada pembangkit listrik diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebutuhan energi dan target kelestarian lingkungan.
Beberapa negara maju bahkan kembali melirik komoditas ini saat menghadapi krisis pasokan gas internasional baru-baru ini.
Keamanan energi tetap menjadi prioritas utama pemerintah untuk menjamin roda industri tetap berputar tanpa kendala pemadaman.
Integrasi antara energi baru terbarukan dengan sumber konvensional secara proporsional merupakan kunci keberhasilan ketahanan energi jangka panjang.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












