Proyek DME Batu Bara Dibidik Rampung 2030 Tengah Penjajakan Mitra
- Selasa, 05 Mei 2026
JAKARTA – Pemerintah memproyeksikan Proyek DME Batu Bara dibidik rampung 2030 meskipun saat ini proses pemilihan mitra strategis baru masih dalam tahap penjajakan serius.
Ambisi besar untuk mengubah komoditas tambang menjadi energi pengganti gas cair terus diupayakan lewat berbagai skema investasi terbaru.
Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa penetapan target 2030 tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan teknologi serta infrastruktur pendukung di lapangan.
Baca JugaPLN Tanamkan Edukasi Energi Bersih Bagi Siswa di Kota Tangerang
"Kami terus melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah calon mitra potensial agar Proyek DME Batu Bara dibidik rampung 2030 tetap berjalan sesuai rencana," ujar Arifin Tasrif, saat ditemui di lingkungan kantor pemerintahan pada, Selasa (5/5/2026).
Arifin Tasrif menjelaskan, bahwa proses pencarian mitra baru ini tetap mengedepankan aspek keberlanjutan dan nilai tambah bagi industri dalam negeri.
Sejumlah investor dari kawasan Asia dan Eropa dikabarkan mulai menunjukkan ketertarikan untuk masuk ke dalam proyek strategis nasional ini.
Pemerintah juga sedang merumuskan insentif tambahan agar skema bisnis hilirisasi tersebut lebih kompetitif bagi calon investor asing.
Pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan LPG impor secara signifikan di masa depan.
Kesiapan lahan dan pasokan bahan baku di lokasi tambang utama sudah dipastikan berada dalam kondisi siap untuk proses konstruksi.
Para ahli energi memandang bahwa ketepatan waktu dalam memilih mitra akan menjadi penentu utama keberhasilan realisasi proyek ini.
Kehadiran teknologi terbaru dalam proses gasifikasi menjadi salah satu syarat mutlak yang diajukan dalam proses seleksi mitra saat ini.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












