Harga Minyak Melambung Tinggi Hingga Brent Tembus USD 104
- Kamis, 30 April 2026
JAKARTA – Harga minyak dunia melonjak tajam dengan jenis Brent mencapai USD 104 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi imbas konflik Rusia dan Ukraina.
Ketegangan militer di Eropa Timur memicu kepanikan investor terhadap kelancaran distribusi minyak global.
"Harga minyak Brent melonjak di atas USD 104 per barel untuk pertama kalinya sejak 2014 setelah serangan Rusia ke Ukraina menambah kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global," ujar analis pasar uang, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).
Baca JugaADHI Q1 2026: Kontrak Baru Tumbuh 131%, Laba Capai Rp154 Miliar
Pihak otoritas bursa mencatat lonjakan ini terjadi hanya dalam waktu singkat setelah instruksi operasi militer dikeluarkan.
Analis berpendapat bahwa sanksi ekonomi yang dijatuhkan negara barat kepada Rusia berpotensi menghambat ekspor bahan bakar fosil tersebut.
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate juga ikut terkerek naik mendekati angka USD 100 per barel.
Kenaikan drastis ini menjadi beban baru bagi negara pengimpor minyak yang sedang berjuang memulihkan ekonomi.
Cadangan energi strategis di beberapa negara mulai dipertimbangkan untuk dilepas guna menstabilkan harga di pasar.
Banyak pihak memprediksi volatilitas harga komoditas ini akan terus berlanjut selama solusi diplomasi belum ditemukan.
Dampak kenaikan biaya energi diperkirakan bakal merembet pada peningkatan harga barang konsumsi secara umum.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












