Harga Batu Bara Newcastle Menguat Akibat Lonjakan Permintaan Global
- Sabtu, 25 April 2026
JAKARTA – Pergerakan harga batu bara Newcastle menguat didorong oleh tingginya permintaan dari kawasan Asia Pasifik serta pengetatan pasokan di sejumlah negara produsen.
Optimisme pasar kembali mencuat setelah sempat terjadi kelesuan pada perdagangan beberapa waktu lalu akibat ketidakpastian ekonomi global.
"Fenomena harga batu bara Newcastle menguat ini dipicu oleh kebutuhan mendesak pembangkit listrik di beberapa negara konsumen utama," ungkap pengamat pasar energi, dilansir dari asatunews.co.id, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga
Pakar komoditas berpendapat bahwa gangguan logistik di jalur pelayaran internasional turut andil dalam menipisnya ketersediaan barang di bursa berjangka.
Lonjakan tarif kargo laut membuat biaya pengiriman mengalami penyesuaian yang cukup signifikan bagi para pelaku usaha ekspor.
Meskipun agenda transisi menuju energi hijau terus berjalan, ketergantungan pada energi fosil ini nyatanya masih sangat tinggi di sektor industri manufaktur.
Sejumlah emiten tambang di Bursa Efek Indonesia diprediksi akan mendapatkan dampak positif dari kenaikan harga rujukan internasional ini.
Produksi dalam negeri tetap dipacu guna memenuhi kuota wajib pasar domestik sekaligus menangkap peluang laba di pasar luar negeri.
Pemerintah terus memantau pergerakan harga ini untuk memastikan kebijakan fiskal di sektor pertambangan tetap relevan dengan kondisi lapangan.
Masa depan harga komoditas ini sangat bergantung pada kecepatan pemulihan ekonomi di negara-negara industri besar selama kuartal kedua 2026.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












