Rabu, 01 April 2026

Kemenko PM Serap Aspirasi Perkuat Kebijakan Industri Gim Nasional Tanah Air

Kemenko PM Serap Aspirasi Perkuat Kebijakan Industri Gim Nasional Tanah Air
Kemenko PM Serap Aspirasi Perkuat Kebijakan Industri Gim Nasional Tanah Air

JAKARTA - Upaya memperkuat industri gim nasional terus dilakukan pemerintah dengan pendekatan yang lebih terbuka dan partisipatif. 

Di tengah pesatnya pertumbuhan sektor ini, berbagai tantangan masih dihadapi pelaku industri, mulai dari akses pendanaan hingga dominasi produk asing di pasar domestik. Untuk itu, pemerintah mulai mengedepankan dialog langsung dengan para pemangku kepentingan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih relevan.

Melalui forum diskusi yang melibatkan praktisi hingga investor, pemerintah berupaya memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan tidak hanya bersifat normatif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong industri gim Indonesia berkembang lebih kompetitif, baik di pasar dalam negeri maupun global.

Baca Juga

Update Harga Insta360 Ace Pro 2026, Kamera Aksi 8K Lensa Leica dan AI Pintar

Forum Public Hearing Jadi Wadah Serap Aspirasi Industri

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menjaring aspirasi langsung dari para pengembang, investor, dan praktisi guna mengevaluasi serta memperkuat kebijakan industri gim di Tanah Air.

Dalam gelaran Public Hearing Ekosistem Gim Nasional bertajuk "Penguatan dalam Perspektif Praktisi dan Pengusaha Industri Gim" di Jakarta, Selasa, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison menyampaikan apresiasinya terhadap pertumbuhan subsektor gim yang kian melesat.

Berdasarkan data tahun 2025, nilai ekspor pengembang gim Indonesia telah menembus angka 60,8 juta dolar AS, menjadikannya penyumbang ekspor terbesar keempat setelah subsektor fesyen, kriya, dan kuliner.

Namun, Leontinus menekankan perlunya transparansi dalam melihat realitas lapangan, di mana pangsa pasar gim lokal di negeri sendiri saat ini masih berada di kisaran 1 persen, sementara pasar domestik didominasi oleh produk impor.

"Pemerintah tidak tinggal diam dan telah mendorong percepatan lewat Perpres Nomor 19 Tahun 2024. Semangatnya jelas, kita ingin gim buatan lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu unjuk gigi di kancah global," ujar Leontinus.

Tantangan Industri Gim Lokal di Pasar Domestik

Ia menegaskan bahwa partisipasi publik yang bermakna adalah kunci dalam proses pembuatan kebijakan. Menurutnya, pemerintah menyadari bahwa implementasi regulasi di lapangan sering kali menghadapi tantangan struktural yang mungkin belum terakomodasi secara sempurna oleh birokrasi.

Melalui forum tersebut, pemerintah sengaja memposisikan diri sebagai pendengar untuk menyerap seluruh masukan, mulai dari kendala pendanaan hingga dominasi publisher asing.

Leontinus menambahkan bahwa masukan riil dari praktisi sangat krusial agar ekosistem yang terbentuk sesuai dengan kebutuhan nyata, bukan sekadar asumsi di atas meja birokrasi.

Hasil dari diskusi tersebut nantinya akan dirumuskan menjadi langkah konkret yang diharapkan dapat menjadi game changer bagi industri gim nasional.

Dukungan Praktisi terhadap Inisiatif Pemerintah

Senada dengan hal tersebut, CEO Toge Kris Antoni Hadiputra Productions mengapresiasi inisiatif Kemenko PM yang membuka ruang dialog terbuka bagi para praktisi.

Pihaknya menghargai langkah Kemenko PM yang mau turun langsung mendengar suara dari bawah. Menurutnya, forum seperti itu memberikan harapan baru bahwa kebijakan ke depan akan lebih 'nyambung' dengan apa yang dihadapi di studio setiap harinya.

"Ini adalah langkah awal yang sangat positif untuk membawa gim lokal naik level. Semoga tidak hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri, tapi dari acara ini bisa muncul langkah yang nyata," ujar Kris.

Harapan Kebijakan yang Lebih Tepat Sasaran

Melalui proses penjaringan aspirasi ini, pemerintah berharap dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan mampu memperkuat ekosistem industri gim nasional secara menyeluruh.

Dengan melibatkan berbagai pihak secara langsung, kebijakan yang dihasilkan diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga meningkatkan daya saing gim lokal di pasar domestik maupun internasional.

Pendekatan kolaboratif ini menjadi langkah penting dalam membangun industri kreatif yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pengembang gim Indonesia untuk berkembang di tengah persaingan global.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Peruri Raih Peringkat AAA, Perkuat Fundamental di Tengah Transformasi Digital

Peruri Raih Peringkat AAA, Perkuat Fundamental di Tengah Transformasi Digital

Kemendikdasmen Gandeng Alumni LPDP Percepat Pemanfaatan IFP di Sekolah

Kemendikdasmen Gandeng Alumni LPDP Percepat Pemanfaatan IFP di Sekolah

BKKBN: Aturan Pembatasan Medsos Dorong Anak Lebih Produktif dan Interaktif

BKKBN: Aturan Pembatasan Medsos Dorong Anak Lebih Produktif dan Interaktif

TKA SD-SMP Digelar April 2026, Partisipasi Peserta Capai Hampir 98 Persen

TKA SD-SMP Digelar April 2026, Partisipasi Peserta Capai Hampir 98 Persen

Aturan Baru Mendagri: PNS dan PPPK Pemda WFH Setiap Jumat Mulai April 2026

Aturan Baru Mendagri: PNS dan PPPK Pemda WFH Setiap Jumat Mulai April 2026