Rabu, 01 April 2026

BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Meski ASN Terapkan WFH

BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Meski ASN Terapkan WFH
BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Meski ASN Terapkan WFH

JAKARTA - Penyesuaian pola kerja aparatur sipil negara (ASN) yang mulai diterapkan pemerintah tidak menghentikan pelayanan publik, termasuk program prioritas di bidang gizi. 

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sebagaimana mestinya meskipun terdapat kebijakan work from home (WFH).

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan program pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan balita, yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Baca Juga

Mendagri Apresiasi Program BSPS, Dinilai Bantu Warga Kurang Mampu

Penyesuaian Pola Kerja ASN Tidak Ganggu Layanan MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penyesuaian pola kerja ASN menjadi empat hari di kantor dan satu hari kerja dari rumah atau work from home (WFH) tidak akan mengganggu keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Dadan Hidayana mengemukakan seiring dengan rencana kebijakan itu, seluruh layanan kepada masyarakat, khususnya distribusi MBG di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan tetap berjalan optimal dan ditingkatkan kualitasnya sesuai dengan tujuan awal untuk peningkatan kualitas gizi masyarakat.

"Apapun bentuk penyesuaian pola kerja, layanan MBG harus tetap berjalan. Distribusi kepada penerima manfaat, termasuk peserta didik dan ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita harus tetap sesuai jadwal," katanya di Jakarta, Senin.

Distribusi MBG Tetap Disesuaikan dengan Hari Sekolah

BGN juga memastikan bahwa penyaluran MBG akan tetap mengikuti jumlah hari sekolah. Misalnya, bagi sekolah yang masuk lima hari dalam seminggu akan diberikan MBG lima hari. Kebijakan ini menjadi bentuk komitmen BGN dalam menjaga konsistensi layanan dan pemenuhan gizi bagi anak-anak, begitu juga bagi penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita harus tetap lanjut seperti biasa.

"Jadi, nanti kita sesuaikan dengan kebijakan yang ada dan kita menyesuaikan pola kerja kita dengan kebijakan umum. Selain itu, saya pastikan bahwa Program MBG akan tetap jalan, terutama untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita. Itu mohon diintensifkan," ujar Dadan.

Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan program sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh penerima.

Dukung Efisiensi Pemerintah Tanpa Kurangi Kualitas Layanan

Selain menjaga distribusi tetap berjalan, BGN juga mendukung langkah efisiensi pemerintah, termasuk dalam pengaturan penggunaan fasilitas dinas. Meski demikian, penyesuaian tersebut dilakukan tanpa mengurangi kualitas dan jangkauan layanan kepada masyarakat.

Langkah ini mencerminkan upaya pemerintah dalam menyeimbangkan efisiensi birokrasi dengan kebutuhan pelayanan publik yang tetap optimal.

Optimisme BGN Jaga Efektivitas Program Gizi Nasional

Dengan pengelolaan yang adaptif dan terukur, BGN optimistis Program MBG tetap dapat berjalan efektif sekaligus mendukung transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih efisien.

Program ini tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

Melalui komitmen yang konsisten, BGN memastikan bahwa kebijakan kerja fleksibel tidak menjadi hambatan, melainkan tetap sejalan dengan upaya meningkatkan pelayanan publik yang berkualitas.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap

Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap

Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub

Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub

Kemenhaj Siapkan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah untuk Layani Jemaah Haji 2026

Kemenhaj Siapkan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah untuk Layani Jemaah Haji 2026

Siap Hadapi TKA 2026 SD dan SMP, Mendikdasmen Tegaskan Sanksi Tegas bagi Kecurangan

Siap Hadapi TKA 2026 SD dan SMP, Mendikdasmen Tegaskan Sanksi Tegas bagi Kecurangan

Pemutakhiran DTSEN Ditekankan Mensos Demi Ketepatan Penyaluran Bansos Nasional

Pemutakhiran DTSEN Ditekankan Mensos Demi Ketepatan Penyaluran Bansos Nasional