Selasa, 03 Maret 2026

Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Harga Pangan

Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Harga Pangan
Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Harga Pangan

JAKARTA - Menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) 2026, perhatian terhadap stabilitas harga pangan kembali mengemuka. 

Momentum peningkatan konsumsi masyarakat yang terjadi setiap tahun pada periode tersebut dinilai berpotensi memicu gejolak harga, terutama pada kelompok bahan pangan yang tergolong volatile food. Dalam konteks itu, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga agar tetap terkendali.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter (DKEM) BI, Firman Mochtar, mengatakan periode Ramadhan hingga Idul Fitri biasanya diikuti peningkatan permintaan pangan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Lonjakan permintaan ini kerap memicu kenaikan harga bahan makanan.

Baca Juga

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Menguat Hari Ini 3 Maret 2026, Ini Daftarnya

Meski demikian, Firman menyebut perkembangan inflasi kelompok volatile food saat ini masih menunjukkan tren yang menurun.

“Secara umum perkembangan inflasi volatile food atau harga bergejolak dalam tren menurun. Upaya menjaga harga pangan ini sangat penting,” ujar Firman dalam acara Kontan Share & Learn bersama Bank Indonesia di Jakarta.

Tren Inflasi Volatile Food Masih Terkendali

Data terbaru menunjukkan tekanan harga pada kelompok pangan bergejolak masih dalam batas yang dapat diterima. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi volatile food pada Februari tercatat sebesar 2,5% secara bulanan dan 4,64% secara tahunan.

Firman menegaskan angka tersebut masih berada dalam kisaran target yang ditetapkan oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), yakni menjaga inflasi volatile food tetap di bawah 5%.

“Angka ini masih berada dalam rentang yang kami sampaikan di Tim Pengendalian Inflasi Pusat, di mana inflasi volatile food dijaga berada di bawah 5%,” katanya.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa koordinasi kebijakan pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan pemerintah masih berjalan efektif. Meski ada peningkatan permintaan musiman, tekanan harga sejauh ini masih dapat dikelola.

Pentingnya Menjaga Daya Beli Masyarakat

Pengendalian inflasi pangan, menurut Firman, tidak semata-mata bertujuan menjaga stabilitas angka statistik. Lebih dari itu, stabilitas harga berperan penting dalam mempertahankan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah yang proporsi pengeluarannya lebih besar untuk kebutuhan pangan.

Ia menjelaskan, pengendalian inflasi pangan tidak hanya penting untuk menjaga stabilitas harga, tetapi juga untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Pasalnya, banyak produk makanan yang komponen inputnya berasal dari komoditas volatile food.

“Ini menjadi penting karena inflasi volatile food juga bisa berpengaruh terhadap inflasi inti,” jelasnya.

Keterkaitan antara volatile food dan inflasi inti menunjukkan bahwa gejolak harga pangan dapat berdampak lebih luas terhadap stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Oleh karena itu, pengendalian pada sektor ini menjadi bagian penting dalam strategi kebijakan moneter dan koordinasi pengendalian inflasi nasional.

Antisipasi Lonjakan Permintaan Saat Ramadan dan Idul Fitri

Secara historis, Ramadan dan Idul Fitri selalu menjadi periode dengan tingkat konsumsi yang lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya. Permintaan terhadap bahan pokok seperti beras, daging, cabai, gula, dan minyak goreng meningkat signifikan, sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga apabila pasokan tidak memadai.

Dengan perkembangan tersebut, BI menilai inflasi secara umum masih terkendali, termasuk inflasi pada kelompok pangan bergejolak.

Namun demikian, Firman menegaskan pengendalian harga pangan tetap menjadi perhatian utama, terutama menjelang periode Ramadhan dan Idul Fitri ketika permintaan masyarakat meningkat.

“Secara umum inflasi inti terkendali, inflasi volatile food juga masih dalam kisaran yang ingin kita capai. Menjadi perhatian adalah memang bagaimana kita mengendalikan harga pangan ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun kondisi saat ini relatif stabil, kewaspadaan tetap diperlukan. Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan berbagai pemangku kepentingan akan terus memperkuat koordinasi untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi pangan.

Koordinasi Kebijakan untuk Stabilitas Ekonomi

Komitmen menjaga harga pangan tidak berdiri sendiri sebagai kebijakan sektoral, melainkan bagian dari upaya menjaga stabilitas makroekonomi secara menyeluruh. Stabilitas harga yang terjaga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali, serta menciptakan kepastian bagi pelaku usaha dan konsumen.

Dalam konteks ini, peran koordinasi antara otoritas moneter, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait menjadi krusial. Penguatan sinergi diharapkan mampu meredam potensi gejolak harga yang kerap muncul akibat faktor musiman maupun gangguan pasokan.

Dengan tren inflasi volatile food yang masih menurun dan berada dalam target, BI menilai kondisi inflasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 berada dalam jalur yang terkendali. Meski demikian, perhatian terhadap dinamika harga pangan tetap menjadi prioritas utama guna memastikan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga sepanjang periode tersebut.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini, Analis Rekomendasikan Tiga Saham Potensial

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini, Analis Rekomendasikan Tiga Saham Potensial

Harga Perak Hari Ini 3 Maret 2026 Anjlok Rp2.900, Kini Bertahan di Rp56.200 per Gram

Harga Perak Hari Ini 3 Maret 2026 Anjlok Rp2.900, Kini Bertahan di Rp56.200 per Gram

BPJPH Dorong Akselerasi Industri Halal Nasional pada 2026, Target Lebih Global

BPJPH Dorong Akselerasi Industri Halal Nasional pada 2026, Target Lebih Global

Jelang Lebaran 2026 dan Gejolak Global, BI Perkuat Stabilitas Inflasi dan Sistem Keuangan

Jelang Lebaran 2026 dan Gejolak Global, BI Perkuat Stabilitas Inflasi dan Sistem Keuangan

Jelang Lebaran 1447 H, BSI Perkuat Layanan Digital Antisipasi Lonjakan Transaksi

Jelang Lebaran 1447 H, BSI Perkuat Layanan Digital Antisipasi Lonjakan Transaksi