Garudafood Bukukan Laba Bersih Rp688,65 Miliar pada 2025, Penjualan Tembus Rp13,12 Triliun
- Selasa, 03 Maret 2026
JAKARTA - Kinerja industri makanan dan minuman sepanjang 2025 menunjukkan daya tahan yang solid di tengah dinamika ekonomi.
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) menjadi salah satu emiten yang mampu menjaga pertumbuhan penjualan sekaligus meningkatkan laba bersih hingga akhir tahun buku 2025.
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) membukukan penjualan bersih Rp13,12 triliun sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, penjualan bersih Garudafood itu meningkat 7,22% year-on-year (YoY) dari Rp12,23 triliun.
Baca JugaJadwal Lengkap KRL Jogja-Solo 3-4 Maret 2026, Cek Jam Keberangkatan dari Yogyakarta ke Palur
Capaian tersebut mencerminkan permintaan yang tetap kuat terhadap produk-produk perseroan, baik di segmen makanan maupun minuman, sekaligus memperlihatkan konsistensi strategi distribusi dan pemasaran yang dijalankan perusahaan.
Penjualan Didominasi Produk Makanan Dalam Kemasan
Penjualan bersih GOOD didominasi oleh produk makanan dalam kemasan Rp11,79 triliun. Sementara itu, penjualan bersih segmen minuman sebesar Rp1,32 triliun.
Dominasi makanan dalam kemasan menunjukkan bahwa lini produk inti perusahaan masih menjadi kontributor utama terhadap total pendapatan. Produk-produk makanan ringan yang telah lama dikenal pasar menjadi penopang stabilitas penjualan sepanjang tahun.
Di sisi lain, segmen minuman tetap memberikan kontribusi signifikan, meski porsinya lebih kecil dibandingkan makanan. Kombinasi dua segmen ini memperlihatkan struktur bisnis yang terdiversifikasi dan saling melengkapi.
EBITDA dan Laba Bersih Tumbuh Dua Digit
Di sisi profitabilitas, GOOD membukukan earnings before interest, tax, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar Rp1,51 triliun pada 2025 atau lebih tinggi dari Rp1,43 triliun pada 2024.
Peningkatan EBITDA ini menunjukkan perbaikan kinerja operasional perusahaan, termasuk pengendalian biaya serta efisiensi dalam proses produksi dan distribusi. Pertumbuhan tersebut turut memperkuat fondasi keuangan perseroan.
Sementara itu, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih GOOD naik 10,27% YoY dari Rp624,47 miliar pada 2024 menjadi Rp688,65 miliar pada 2025. Kenaikan laba bersih dua digit ini menandakan bahwa pertumbuhan penjualan mampu diterjemahkan menjadi peningkatan keuntungan.
Laba per saham Garudafood meningkat dari Rp16,93 menjadi Rp18,67. Kenaikan laba per saham tersebut mencerminkan nilai tambah yang diterima pemegang saham seiring dengan pertumbuhan kinerja perusahaan.
Posisi Neraca Tetap Terjaga
Dari sisi struktur keuangan, total aset yang dimiliki Garudafood mencapai Rp9,33 triliun per 31 Desember 2025. Pada saat yang sama, total liabilitas perseroan Rp4,97 triliun dan total ekuitasnya Rp4,36 triliun.
Komposisi ini menunjukkan keseimbangan antara kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan. Dengan total aset yang lebih besar dibandingkan total liabilitas, posisi keuangan perseroan dinilai cukup solid untuk mendukung ekspansi maupun kebutuhan operasional di masa mendatang.
Kondisi neraca yang terjaga juga memberikan ruang fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengambil langkah strategis, termasuk penguatan pasokan bahan baku.
Strategi Penguatan Pasokan Kacang Tanah Dalam Negeri
Sebelumnya, Direktur Farming Garudafood Putra Putri Jaya Rudy Brigianto menjelaskan Sumedang memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas kacang tanah sebagai bahan baku utama produk unggulan mereka, seperti Kacang Garuda dan Kacang Rosta.
"Perusahaan menilai peluang tersebut sangat strategis mengingat saat ini sekitar 95% kebutuhan bahan baku kacang tanah masih berasal dari impor, padahal potensi produksi dalam negeri dinilai mampu memenuhi kebutuhan industri," ungkapnya.
Dalam skema kerja sama ini, katanya, Garudafood akan berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil panen petani, sekaligus memberikan pendampingan teknis budidaya, penyediaan bibit unggul, monitoring produksi, hingga penetapan harga pengaman guna melindungi petani dari fluktuasi harga pasar.
"Perusahaan berkomitmen menjamin penyerapan hasil panen petani dalam jangka waktu 5 hingga 6 tahun melalui pola kemitraan yang terstruktur," kata Rudy.
Dia mengatakan, hasil survei sementara menunjukkan sejumlah wilayah di Sumedang memiliki potensi lahan yang cukup baik untuk pengembangan komoditas kacang tanah, meski masih diperlukan peningkatan kapasitas petani dan penguatan sarana prasarana pendukung.
Langkah penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku. Dengan memperkuat rantai pasok domestik, perusahaan berpotensi meningkatkan efisiensi biaya sekaligus mendukung pemberdayaan petani lokal.
Secara keseluruhan, kinerja Garudafood sepanjang 2025 mencerminkan pertumbuhan yang konsisten baik dari sisi penjualan maupun laba bersih. Dukungan lini produk makanan dalam kemasan, peningkatan profitabilitas, serta strategi pengamanan pasokan bahan baku menjadi faktor utama yang menopang capaian tersebut. Dengan struktur keuangan yang terjaga dan komitmen memperkuat rantai pasok dalam negeri, perusahaan berada pada posisi yang relatif stabil untuk melanjutkan ekspansi dan menjaga pertumbuhan pada tahun-tahun berikutnya.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
100 Kata Mutiara Ramadhan Penuh Makna tentang Keikhlasan Puasa dan Kesabaran
- Selasa, 03 Maret 2026
Redmi A7 Pro Resmi Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkap dan Harga Terbarunya
- Selasa, 03 Maret 2026
Berita Lainnya
Jadwal Kapal Pelni Mudik Lebaran 2026 Lengkap dengan Rute dan Tanggal Keberangkatan
- Selasa, 03 Maret 2026












