Jelang Ramadhan 2026, TNI Bergerak Pulihkan Rumah Lansia dan Guru Terdampak Banjir di Aceh
- Jumat, 13 Februari 2026
JAKARTA - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, suasana gotong royong terlihat di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh.
Prajurit TNI turun langsung ke lapangan untuk membantu warga membersihkan dan memulihkan rumah yang rusak, terutama milik para lansia serta guru. Upaya ini dilakukan agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman setelah melalui masa sulit pascabencana.
Sejak pagi hingga petang, para prajurit bekerja tanpa henti. Mereka membawa berbagai peralatan pembangunan dan pembersihan, lalu bahu-membahu bersama masyarakat setempat. Targetnya jelas, rumah-rumah tersebut kembali layak huni sebelum Ramadhan tiba.
Baca JugaBGN Tegaskan Mitra MBG Wajib Sediakan Ruang Istirahat Layak dan Peralatan Baru di SPPG
Fokus pada Lansia yang Kesulitan Pulihkan Rumah
Dalam keterangan resmi dari tim media Presiden RI yang diterima di Jakarta, Kamis, disebutkan bahwa rumah-rumah yang dibenahi merupakan milik lansia yang tidak lagi memiliki tenaga untuk membersihkan rumah sendiri. Kehadiran TNI menjadi harapan bagi mereka untuk bangkit dari dampak bencana.
Di Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, puluhan prajurit terlihat bekerja di rumah milik Saiful Bahri (50). Lumpur tebal yang mengendap akibat banjir masih memenuhi ruangan. Endapan lumpur yang tingginya melebihi setengah badan orang dewasa, perlahan dipindahkan menggunakan sekop dan gerobak.
Proses pembersihan dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar struktur rumah tetap aman. Setiap sudut ruangan dibersihkan secara bertahap, mulai dari ruang utama hingga bagian belakang rumah. Warga sekitar pun turut membantu, menciptakan suasana kebersamaan yang menguatkan semangat pemulihan.
Tidak jauh dari lokasi tersebut, rumah milik Zubaidah (64), seorang ibu rumah tangga di Desa Dayah Kruet, juga menjadi sasaran pembersihan. Lumpur yang telah mengeras di dalam rumah dikeluarkan satu per satu oleh para prajurit. Kondisi serupa juga terjadi di rumah Rasyidin di Desa Blang Cut yang turut dibersihkan dari sisa material banjir.
Pemulihan Meluas ke Sejumlah Kabupaten
Aksi pemulihan tidak hanya terpusat di satu wilayah. Di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, rumah milik Boinem dan Reli Rianto di Desa Bandar Khalifah telah dibersihkan total. Pembersihan dilakukan hingga bagian halaman dan saluran air agar tidak lagi menyisakan material yang dapat mengganggu kesehatan penghuni.
Di wilayah Bireuen, Aceh, kegiatan serupa juga berlangsung. Rumah Amirullah dan Rosni di Kecamatan Peusangan dibersihkan dari lumpur yang masih menempel di lantai dan dinding. Sementara itu, di Kecamatan Peusangan Selatan, rumah Aspiya dan Hasanah turut dipulihkan agar bisa segera ditempati kembali.
Tak ketinggalan, di Kecamatan Kuta Blang, rumah Putri ikut dibersihkan dari sisa material banjir. Lumpur dan puing yang tersisa diangkut agar rumah kembali dalam kondisi layak huni.
Di Kabupaten Pidie Jaya, Desa Kota Meureudu menjadi salah satu titik dengan jumlah rumah terdampak cukup banyak. Beberapa rumah lansia di wilayah tersebut masih dalam proses pembersihan. Prajurit TNI bekerja secara bergantian untuk memastikan seluruh titik terdampak dapat tertangani sebelum bulan puasa dimulai.
Perumahan Guru Juga Direhabilitasi
Selain rumah warga, perhatian juga diberikan pada hunian para tenaga pendidik. TNI merehabilitasi perumahan guru SD Negeri Rantau Panjang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Prajurit TNI memperbaiki saluran air yang tersumbat, membersihkan halaman, mengecat kembali tembok yang kotor, hingga mengangkat sisa-sisa lumpur yang masih tertinggal di dalam bangunan. Langkah ini dilakukan agar para guru dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan fokus menjalankan tugas mendidik setelah kondisi membaik.
Perbaikan saluran air menjadi salah satu prioritas agar genangan tidak kembali terjadi ketika hujan turun. Dengan perbaikan menyeluruh, diharapkan lingkungan perumahan guru menjadi lebih bersih dan sehat.
Gotong Royong Sambut Bulan Suci
Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat menjadi simbol solidaritas dalam menghadapi bencana. Kerja kolektif antara aparat dan warga memperlihatkan semangat kebersamaan yang kuat, terutama menjelang bulan suci yang identik dengan nilai kepedulian dan saling membantu.
Upaya pemulihan ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga pada pemulihan semangat warga. Dengan rumah yang kembali bersih dan layak huni, para lansia dan guru diharapkan dapat menyambut Ramadhan dengan lebih tenang.
Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sebelumnya meninggalkan dampak signifikan terhadap permukiman warga. Endapan lumpur, kerusakan bangunan, serta lingkungan yang belum sepenuhnya bersih menjadi tantangan tersendiri. Melalui kerja intensif dari pagi hingga petang, TNI bersama warga berupaya mempercepat proses pemulihan tersebut.
Langkah ini sekaligus memastikan bahwa kelompok rentan seperti lansia tidak menghadapi beban pemulihan sendirian. Para guru yang rumahnya terdampak pun mendapat perhatian agar proses belajar mengajar tidak terganggu lebih lama.
Menjelang Ramadhan, suasana di sejumlah desa terdampak mulai berubah. Rumah-rumah yang sebelumnya dipenuhi lumpur perlahan kembali bersih. Halaman yang sempat tertutup material banjir kini mulai tertata. Semua itu menjadi hasil kerja bersama yang diharapkan mampu menghadirkan kenyamanan saat bulan suci tiba.
Dengan dukungan dan gotong royong yang terus berlanjut, pemulihan di wilayah terdampak bencana di Aceh diharapkan tuntas tepat waktu. Ramadhan pun dapat disambut dalam suasana yang lebih bersih, aman, dan penuh harapan baru bagi para lansia, guru, dan seluruh warga yang terdampak.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jelang Ramadhan 2026, TNI Bergerak Pulihkan Rumah Lansia dan Guru Terdampak Banjir di Aceh
- Jumat, 13 Februari 2026
Tinjau Langsung Satgas Kuala, Menhan Pastikan Pengerukan Muara Aceh Tamiang Cegah Banjir
- Jumat, 13 Februari 2026
Mendagri: Pemulihan Pascabencana Sumatera Sudah Hampir 70 Persen, 37 Daerah Kembali Normal
- Jumat, 13 Februari 2026
Berita Lainnya
Tinjau Langsung Satgas Kuala, Menhan Pastikan Pengerukan Muara Aceh Tamiang Cegah Banjir
- Jumat, 13 Februari 2026
Mendagri: Pemulihan Pascabencana Sumatera Sudah Hampir 70 Persen, 37 Daerah Kembali Normal
- Jumat, 13 Februari 2026








