Jumat, 13 Februari 2026

Pemulihan Jalan Raya Aceh Pascabanjir dan Longsor Dipercepat, Akses Antarwilayah Kembali Terhubung

Pemulihan Jalan Raya Aceh Pascabanjir dan Longsor Dipercepat, Akses Antarwilayah Kembali Terhubung
Pemulihan Jalan Raya Aceh Pascabanjir dan Longsor Dipercepat, Akses Antarwilayah Kembali Terhubung

JAKARTA - Upaya membuka kembali keterisolasian wilayah akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh pada November 2025 terus menunjukkan perkembangan.

Pemerintah menjadikan pemulihan akses jalan raya sebagai prioritas utama agar konektivitas antarwilayah kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat pulih secara bertahap. Sejumlah ruas strategis yang sebelumnya terputus kini telah terhubung kembali dan beroperasi secara fungsional.

Dalam rilis yang disiarkan oleh Tim Media Presiden di Jakarta pada Kamis, disebutkan bahwa wilayah-wilayah yang sempat terisolasi kini mulai terbuka satu per satu. Distribusi bantuan dapat dilakukan. Mobilitas masyarakat perlahan pulih. Aktivitas kembali berjalan. Roda perekonomian berputar.

Baca Juga

BGN Tegaskan Mitra MBG Wajib Sediakan Ruang Istirahat Layak dan Peralatan Baru di SPPG

Langkah percepatan ini diharapkan mampu mengembalikan stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak, sekaligus memastikan jalur logistik tetap terjaga di berbagai kabupaten/kota.

Koridor Utama Banda Aceh hingga Langsa Kembali Terhubung

Per Kamis, 12 Februari 2026, ruas jalan dari Kota Banda Aceh sampai dengan Meureudu telah terhubung dan beroperasi fungsional untuk semua jenis kendaraan. Konektivitas ini menjadi kabar penting karena jalur tersebut merupakan salah satu nadi transportasi utama di provinsi tersebut.

Selain itu, Jalan Meureudu - Batas Pidie Jaya/Bireuen juga telah beroperasi fungsional untuk semua jenis kendaraan. Oprit jembatan yang sebelumnya runtuh telah selesai dilakukan penimbunan, sehingga Jembatan Krueng Meureudu fungsional dapat dilalui sejak pada tanggal 12 Desember 2025.

Ruas Jalan Kota Bireuen - Batas Bireuen/Aceh Utara sudah terhubung sejak 27 Desember 2025. Kemudian, ruas Jalan Batas Kota Lhokseumawe/Batas Aceh Utara sampai Kota Langsa sudah dapat dilalui semua jenis kendaraan.

Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, pembersihan sedimen juga telah dilakukan dan selesai pada 10 Desember 2025. Sementara itu, Jembatan Ulee Langa yang mengalami kerusakan kini masih dalam proses perbaikan.

Pembersihan juga dilakukan pada ruas jalan di Kota Langsa sampai Kota Kuala Simpang, yang kini dapat dilalui secara fungsional oleh semua jenis kendaraan. Selanjutnya, ruas Jalan Kota Kuala Simpang - Batas Provinsi Sumut sudah bisa dilalui oleh semua jenis kendaraan.

Wilayah Tengah dan Pegunungan Berangsur Normal

Di kawasan yang sebelumnya terdampak cukup parah, seperti jalur penghubung antarwilayah tengah Aceh, perkembangan signifikan juga terlihat. Ruas Jalan Kota Bireuen-Batas Bireuen/Bener Meriah telah terhubung setelah dilakukan pemasangan jembatan bailey.

Ruas Jalan Batas Aceh Tengah/Nagan Raya - Lhok Seumot–Jeuram sudah terhubung dan dapat dilalui kendaraan roda dua serta roda empat. Sementara itu, Ruas Jalan Genting Gerbang-Celala-Batas Aceh Tengah/Nagan Raya beroperasi fungsional untuk kendaraan roda dua dan roda empat sejak 24 Desember 2025.

Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren kini juga sudah fungsional dan dapat dilewati kendaraan roda dua serta roda empat sejak 21 Desember 2025.

Adapun ruas Blangkejeren-Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara telah beroperasi fungsional pada tanggal 19 Desember 2025. Namun, pada 3 Januari 2026 kembali terjadi longsor yang sempat menghambat akses. Setelah dilakukan penanganan, ruas tersebut kembali beroperasi fungsional untuk kendaraan roda dua dan empat pada 9 Januari 2026.

Penanganan Jembatan dan Longsor Terus Dilakukan

Pemulihan tidak hanya berfokus pada badan jalan, tetapi juga pada jembatan yang terdampak. Ruas Jalan Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara - Kota Kutacane telah terhubung setelah dilakukan penanganan sementara longsor dan pemasangan Bailey pada Jembatan Lawe Mengkudu I. Sementara itu, ruas Jalan Kota Kutacane - Batas Provinsi Sumut sudah dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan.

Ruas Geumpang - Pameue – Genting Gerbang – Simpang Uning beroperasi fungsional. Untuk jalur Genting Gerbang - Simpang Uning, akses difungsikan melalui jalan alternatif ke Angkup guna menghindari Jembatan Putus Titi Merah.

Ruas Jalan Batas Bireuen/Bener Meriah - Batas Bener Meriah/Aceh Tengah – Kota Takengon juga beroperasi fungsional melalui jalan alternatif. Dari tujuh unit jembatan yang sempat terputus, lima unit jembatan telah kembali beroperasi fungsional, yakni Jembatan Alue Kulus, Krueng Rongka, Weihni Lampahan, Timang Gajah, serta Jembatan Weihni Enang-Enang.

Sementara itu, ruas Jalan Simpang Uning (Batas Kota Takengon) - Uwaq (Km 379) - Batas Aceh Tengah/Gayo Lues beroperasi fungsional untuk kendaraan roda dua dan empat sejak 31 Desember 2025.

Di Kabupaten Aceh Tenggara, pemerintah juga melaksanakan penggantian jembatan daerah, yaitu Jembatan Pante Dona, sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur yang terdampak.

Akses Terbuka, Pemulihan Ekonomi Didorong

Terbukanya kembali akses jalan di berbagai titik menjadi fondasi penting dalam percepatan pemulihan Aceh pascabencana. Dengan jalur transportasi yang kembali berfungsi, distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan dapat berjalan lancar.

Mobilitas masyarakat pun berangsur pulih, memungkinkan aktivitas perdagangan, pendidikan, serta layanan publik kembali berjalan normal. Roda perekonomian yang sempat tersendat kini mulai bergerak kembali seiring terbukanya konektivitas antarwilayah.

Pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan setiap ruas yang telah difungsikan tetap aman dilalui. Upaya penanganan sementara dan pemasangan jembatan bailey menjadi solusi cepat sambil menunggu pembangunan permanen dilakukan.

Pemulihan akses jalan raya ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mempercepat kebangkitan Aceh setelah diterpa banjir dan longsor. Dengan konektivitas yang kembali tersambung, harapan masyarakat untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka pun semakin terbuka.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jelang Ramadhan 2026, TNI Bergerak Pulihkan Rumah Lansia dan Guru Terdampak Banjir di Aceh

Jelang Ramadhan 2026, TNI Bergerak Pulihkan Rumah Lansia dan Guru Terdampak Banjir di Aceh

Pemulihan Pascabencana di Sumatera Dikebut, Pemerintah Fokus Benahi Sekolah dan Fasilitas Publik

Pemulihan Pascabencana di Sumatera Dikebut, Pemerintah Fokus Benahi Sekolah dan Fasilitas Publik

Tinjau Langsung Satgas Kuala, Menhan Pastikan Pengerukan Muara Aceh Tamiang Cegah Banjir

Tinjau Langsung Satgas Kuala, Menhan Pastikan Pengerukan Muara Aceh Tamiang Cegah Banjir

Mendagri: Pemulihan Pascabencana Sumatera Sudah Hampir 70 Persen, 37 Daerah Kembali Normal

Mendagri: Pemulihan Pascabencana Sumatera Sudah Hampir 70 Persen, 37 Daerah Kembali Normal

Bapanas Kerahkan Satgas Awasi 9.138 Titik, Harga Pangan Nasional Mulai Terkendali Jelang HBKN 2026

Bapanas Kerahkan Satgas Awasi 9.138 Titik, Harga Pangan Nasional Mulai Terkendali Jelang HBKN 2026