PEMA dan PGN Percepat Hilirisasi Gas untuk Mendorong Kebangkitan Ekonomi Aceh
- Selasa, 27 Januari 2026
JAKARTA - Upaya memperkuat pemanfaatan sumber daya gas bumi di Aceh memasuki babak baru melalui kolaborasi antara badan usaha daerah dan perusahaan energi nasional.
PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PEMA menggandeng PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) untuk melakukan kajian pemanfaatan pasokan gas dari Blok Mubadala. Langkah ini dinilai strategis karena tidak hanya berfokus pada distribusi energi, tetapi juga diarahkan untuk membangun industri hilir berbasis gas yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Kerja sama tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Aceh mulai memosisikan diri sebagai wilayah yang siap mengembangkan ekosistem energi gas bumi secara terencana. Dengan dukungan kajian yang terstruktur, pemanfaatan gas diharapkan tidak hanya berhenti pada sektor hulu, melainkan berkembang hingga sektor industri, infrastruktur, dan usaha produktif lainnya.
Baca JugaSriwijaya Capital Perkuat Transisi Energi Indonesia Lewat Investasi PLTS
Kerja Sama PEMA dan PGN untuk Kajian Gas Mubadala
PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PEMA menandatangani perjanjian untuk mengkaji pemanfaatan pasokan gas Mubadala di Aceh bersama PT Perusahaan Gas Negara (Tbk.) atau PGN. Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA, Naufal Natsir Mahmud, mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi dasar penting bagi pengembangan industri hilir berbasis gas, pemetaan infrastruktur, serta identifikasi potensi industri bernilai tambah.
"MoU [memorandum of understanding] untuk kajian bersama pemanfaatan pasokan gas Mubadala di Aceh guna mempercepat hilirisasi dan mendorong kebangkitan ekonomi daerah," ujar Naufal.
Melalui kesepakatan tersebut, kedua perusahaan sepakat melakukan studi bersama guna melihat peluang pemanfaatan gas secara lebih optimal. Fokus kajian tidak hanya terbatas pada potensi pasokan, tetapi juga bagaimana gas tersebut dapat diolah dan dimanfaatkan oleh sektor industri di Aceh.
Stabilitas Suplai Energi sebagai Kunci Pemulihan Ekonomi
Dijelaskan Naufal, stabilitas suplai energi menjadi kunci utama untuk membangkitkan ekonomi Aceh, terlebih di tengah situasi pemulihan pascabencana. Dalam konteks ini, keberadaan mitra strategis seperti PGN dianggap penting untuk membangun ekosistem gas yang terintegrasi dan berkelanjutan di Aceh.
Menurutnya, sinergi antara PT PEMA dan PGN menjadi fondasi dalam percepatan hilirisasi gas. Dengan tersedianya pasokan gas yang stabil, industri di Aceh memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, terutama sektor yang membutuhkan energi dalam jumlah besar dan berkesinambungan.
Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri Aceh, menarik minat investasi, serta memberikan efek signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan kata lain, gas bumi tidak hanya dipandang sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi baru yang berorientasi pada nilai tambah.
Ruang Lingkup Kajian dan Tahapan Pengembangan
Adapun ruang lingkup kajian bersama PGN, dijelaskan Naufal, mencakup evaluasi potensi pasokan gas di Aceh saat ini hingga proyeksi masa depan, termasuk keterlibatan Blok Mubadala. Kajian tersebut akan memetakan kondisi suplai, kebutuhan infrastruktur, serta peluang pasar yang bisa dikembangkan di wilayah Aceh.
“PT PEMA akan melakukan studi mendalam untuk pengembangan beberapa tingkatan (tier), mulai dari proyek jangka pendek hingga jangka panjang," tambahnya.
Langkah ini tercatat sebagai inisiatif pertama sejak PT PEMA berdiri dalam mendorong hilirisasi gas secara terstruktur dan berkelanjutan. Kehadiran PGN di Aceh juga dinilai sebagai awal fase baru dalam pengembangan energi gas bumi di wilayah tersebut. Untuk pertama kalinya, pengembangan gas bumi dilakukan dengan pendekatan sinergi antara perusahaan daerah dan BUMN sektor energi.
Melalui kajian ini, diharapkan dapat diperoleh peta jalan (roadmap) yang jelas terkait pemanfaatan gas di Aceh, mulai dari potensi sumber daya hingga pemanfaatannya dalam sektor industri dan infrastruktur.
Aceh sebagai Titik Vital Ketahanan Energi Nasional
Lebih jauh, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, menyebut Aceh merupakan titik vital (key point) bagi ketahanan energi nasional. Posisi geografis dan potensi sumber daya membuat Aceh memiliki peran penting dalam mendukung pasokan energi, baik untuk wilayah Sumatra maupun nasional.
Menurut Mirza, pembangunan infrastruktur distribusi gas menjadi fokus utama dalam kerja sama ini. Infrastruktur tersebut dapat berupa jaringan pipa gas, CNG (compressed natural gas), maupun LNG (liquefied natural gas).
"Kami memetakan kembali suplainya seperti apa, kemudian infrastruktur yang kita bangun nantinya, serta pemenuhan market,” kata Mirza.
Ia menambahkan bahwa meskipun proses kajian dalam MoU antara PGN dan PT PEMA berdurasi selama dua tahun, realisasi hasil kajian diharapkan dapat berjalan lebih cepat. PGN menargetkan agar implementasi awal bisa dilakukan pada tahun pertama kerja sama.
“Saya target, realisasinya semoga bisa tercapai di tahun pertama. Sehingga kita bisa tahu nanti nilai keekonomiannya,” tambahnya.
Target tersebut menunjukkan komitmen PGN untuk tidak sekadar berhenti pada kajian administratif, melainkan mendorong agar hasil studi dapat segera diterjemahkan menjadi proyek nyata yang memiliki nilai ekonomi.
Hilirisasi Gas sebagai Penggerak Industri Daerah
Kolaborasi PEMA dan PGN ini mencerminkan arah kebijakan pembangunan energi yang tidak lagi semata bertumpu pada eksploitasi sumber daya, tetapi pada pemanfaatan yang bernilai tambah. Hilirisasi gas dipandang sebagai cara untuk memperpanjang rantai ekonomi, mulai dari produksi hingga penggunaan di sektor industri, transportasi, dan pembangkit listrik.
Bagi Aceh, proyek ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan industri berbasis gas bumi. Dengan pasokan yang stabil dan infrastruktur yang memadai, sektor-sektor seperti industri pengolahan, manufaktur, dan usaha komersial dapat tumbuh lebih cepat. Selain itu, keberadaan ekosistem gas yang kuat juga membuka peluang terciptanya lapangan kerja baru dan meningkatnya pendapatan daerah.
Secara keseluruhan, kerja sama antara PT PEMA dan PGN menunjukkan keseriusan dalam memanfaatkan potensi gas bumi Aceh untuk kepentingan jangka panjang. Dengan kajian yang mencakup pasokan, infrastruktur, dan pasar, kedua pihak berharap dapat mempercepat hilirisasi gas sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi daerah. Kolaborasi ini menjadi langkah awal menuju pengelolaan energi yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berpihak pada penguatan ekonomi Aceh.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Harga Token Listrik PLN Periode Januari 2026 Tetap Stabil, Begini Cara Hitung kWh
- Selasa, 27 Januari 2026
Sriwijaya Capital Perkuat Transisi Energi Indonesia Lewat Investasi PLTS
- Selasa, 27 Januari 2026
Semen Baturaja Resmi Berstatus Persero dengan Alamat Kantor Baru di 2026
- Selasa, 27 Januari 2026
CLEO Siapkan Tiga Pabrik Baru Dukung Ekspansi Nasional 2026 AMDK Indonesia
- Selasa, 27 Januari 2026
Berita Lainnya
Semen Baturaja Resmi Berstatus Persero dengan Alamat Kantor Baru di 2026
- Selasa, 27 Januari 2026
Perkuat Entitas Luar Negeri, Anak Usaha BUMA Suntik Modal ke BUMA SG
- Selasa, 27 Januari 2026
CLEO Siapkan Tiga Pabrik Baru Dukung Ekspansi Nasional 2026 AMDK Indonesia
- Selasa, 27 Januari 2026
PNM Perkuat Industri Keuangan lewat Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Nasional
- Selasa, 27 Januari 2026










