Selasa, 27 Januari 2026

Lima Cara Merebus Daun Pepaya Agar Tidak Pahit, Tetap Lezat dan Kaya Manfaat Untuk Kesehatan

Lima Cara Merebus Daun Pepaya Agar Tidak Pahit, Tetap Lezat dan Kaya Manfaat Untuk Kesehatan
Lima Cara Merebus Daun Pepaya Agar Tidak Pahit, Tetap Lezat dan Kaya Manfaat Untuk Kesehatan

JAKARTA - Daun pepaya dikenal sebagai sayuran tradisional yang kaya manfaat, namun rasa pahitnya sering membuat orang enggan mengolahnya. 

Padahal, dengan teknik perebusan yang tepat, rasa getir tersebut dapat dikurangi secara signifikan tanpa menghilangkan karakter khasnya. Berbagai cara telah diwariskan secara turun-temurun, mulai dari teknik sederhana hingga metode tradisional yang memanfaatkan bahan alami di sekitar dapur. Berikut lima cara merebus daun pepaya agar tidak pahit, lengkap dengan penjelasan proses dan keunggulan masing-masing metode.

1. Diremas dengan Garam Sebelum Direbus

Baca Juga

Resep Nasi Ayam Hainan dan Sambal Khas Asia Tenggara yang Menggugah Selera

Langkah awal yang sering digunakan adalah membersihkan daun pepaya hingga benar-benar bebas dari debu dan kotoran. Setelah itu, daun dipotong sesuai kebutuhan masakan. Garam kemudian ditaburkan secukupnya di atas daun, lalu diremas-remas menggunakan tangan hingga teksturnya menjadi lebih layu. Proses peremasan ini bertujuan untuk menarik getah yang menjadi sumber utama rasa pahit.

Setelah diremas, daun pepaya sebaiknya didiamkan selama sekitar 30 hingga 60 menit agar proses penarikan getah berlangsung optimal. Usai waktu tersebut, daun harus dibilas dengan air bersih hingga sisa garam dan cairan pahit benar-benar hilang sebelum masuk tahap perebusan. Cara ini dikenal cukup efektif, tetapi memiliki kekurangan karena dapat mengurangi kandungan nutrisi larut air seperti vitamin C dan sebagian mineral. Oleh sebab itu, waktu perendaman tidak disarankan terlalu lama agar manfaat gizi tetap terjaga.

2. Direbus Langsung dalam Air Mendidih

Metode berikutnya memanfaatkan sifat enzim papain yang sensitif terhadap panas. Papain merupakan senyawa alami pada daun pepaya yang berkontribusi pada rasa pahit. Secara ilmiah, enzim ini dapat terdenaturasi atau kehilangan aktivitasnya ketika terkena suhu tinggi.

Dalam teknik ini, air harus benar-benar mendidih terlebih dahulu selama sekitar satu hingga dua menit sebelum daun pepaya dimasukkan. Tujuannya agar suhu air cukup stabil untuk langsung menonaktifkan enzim sejak awal perebusan. Jika daun dimasukkan saat air masih dingin, papain masih sempat aktif sehingga rasa pahit justru dapat bertambah.

Setelah air mendidih, masukkan daun pepaya dan rebus selama 10 hingga 15 menit hingga teksturnya empuk. Selama perebusan, panci sebaiknya tidak ditutup terlalu rapat agar uap panas dapat keluar dan daun tidak terlalu lembek. Setelah matang, daun diangkat dan dibilas dengan air bersih untuk menghilangkan sisa getah dan aroma pahit. Keunggulan cara ini adalah prosesnya cepat dan relatif lebih mampu mempertahankan vitamin C dibanding perebusan dari air dingin.

3. Direbus dengan Tambahan Asam Jawa

Merebus daun pepaya bersama asam jawa merupakan cara tradisional yang mengandalkan keseimbangan rasa. Asam jawa mengandung asam organik alami yang dapat membantu menetralkan rasa pahit sekaligus memberikan sensasi segar pada daun pepaya.

Langkahnya cukup sederhana. Siapkan air rebusan lalu tambahkan sedikit asam jawa, sekitar sebesar ujung jari atau satu sendok kecil air asam. Jumlah asam tidak perlu banyak agar rasa daun pepaya tidak berubah menjadi terlalu asam. Setelah itu, daun pepaya direbus hingga empuk dan warnanya berubah menjadi hijau tua matang.

Usai perebusan, daun diangkat dan dibilas dengan air bersih untuk menghilangkan sisa rasa asam dan pahit. Selanjutnya, daun dapat diperas secara perlahan sebelum diolah menjadi tumisan, gulai, atau campuran masakan lain. Metode ini sering dipilih untuk masakan berbumbu kuat karena rasa segar dari asam jawa akan menyatu dengan bumbu dan menghasilkan cita rasa yang lebih seimbang.

4. Direbus Menggunakan Tanah Liat atau Tanah Lempung

Cara tradisional lain yang cukup dikenal adalah merebus daun pepaya dengan tanah liat atau tanah lempung. Metode ini telah lama dipraktikkan di beberapa daerah pedesaan. Tanah lempung dipercaya mampu menyerap senyawa pahit dari daun pepaya karena memiliki sifat sebagai adsorben alami.

Tanah yang digunakan harus benar-benar bersih dan berasal dari tanah lempung berkualitas, bukan tanah yang tercemar. Cara penerapannya adalah melarutkan segenggam tanah liat ke dalam air, lalu menggunakan air tersebut untuk merebus daun pepaya selama 10 hingga 15 menit.

Selama perebusan, daun akan menjadi empuk dan warna hijaunya tetap terjaga apabila waktu memasak tidak berlebihan. Setelah matang, daun harus dicuci berkali-kali dengan air bersih hingga tidak ada sisa tanah yang menempel. Metode ini dikenal sangat efektif menghilangkan rasa pahit, namun membutuhkan kehati-hatian ekstra dalam pemilihan tanah agar tetap aman dikonsumsi.

5. Direbus Bersama Daun Lain

Teknik alternatif yang cukup unik adalah merebus daun pepaya bersama daun lain seperti daun singkong atau daun mengkudu. Cara ini dijelaskan dalam buku 1001 Tip Seputar Dapur Sehat, Hemat, dan Kreatif karya Aphrodittaa M. Shanty. Daun singkong dan daun mengkudu dipercaya dapat membantu “menarik” rasa pahit dari daun pepaya selama perebusan.

Dalam praktiknya, daun pepaya direbus bersamaan dengan daun singkong dalam satu panci hingga keduanya empuk. Setelah itu, daun pepaya dipisahkan dan dibilas sebelum diolah lebih lanjut. Rasa pahit biasanya berkurang tanpa perlu perendaman atau pemerasan berlebihan.

Keunggulan metode ini adalah relatif lebih ramah nutrisi karena daun pepaya tidak terlalu banyak diperas atau direndam lama. Cara ini cocok bagi Anda yang ingin mengolah daun pepaya dengan rasa lebih ringan namun tetap mempertahankan kandungan gizinya.

Dengan memilih salah satu dari lima cara tersebut, daun pepaya dapat diolah menjadi hidangan yang lebih lezat tanpa rasa pahit yang menyengat. Setiap metode memiliki karakteristik tersendiri, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan masakan dan preferensi rasa.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jangan Anggap Sepele, 10 Gejala Kekurangan Vitamin B12 yang Perlu Diwaspadai

Jangan Anggap Sepele, 10 Gejala Kekurangan Vitamin B12 yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Awal Kanker Tiroid yang Sering Terabaikan dan Perlu Diwaspadai

7 Gejala Awal Kanker Tiroid yang Sering Terabaikan dan Perlu Diwaspadai

3 Rekomendasi Kuliner Populer di Kemang yang Selalu Dipadati Pengunjung

3 Rekomendasi Kuliner Populer di Kemang yang Selalu Dipadati Pengunjung

6 Rekomendasi Kuliner Makan Siang Enak dan Murah Sekitar Kampus UGM

6 Rekomendasi Kuliner Makan Siang Enak dan Murah Sekitar Kampus UGM

6 Pilihan Tempat Makan Siang Favorit di Kota Lama Semarang, dari Legendaris hingga Kekinian

6 Pilihan Tempat Makan Siang Favorit di Kota Lama Semarang, dari Legendaris hingga Kekinian