Mendagri Puji Pemulihan Internet Sumbar Pascabencana oleh Kemkomdigi
- Selasa, 27 Januari 2026
JAKARTA — Kecepatan pemulihan layanan publik menjadi salah satu ukuran penting dalam proses rehabilitasi pascabencana.
Di tengah upaya memperbaiki infrastruktur fisik dan memulihkan aktivitas masyarakat, konektivitas digital juga memegang peranan strategis. Internet tidak hanya mendukung komunikasi antarwilayah, tetapi juga menunjang layanan pemerintahan, pendidikan, hingga pergerakan ekonomi. Dalam konteks inilah, pemulihan jaringan internet di Sumatera Barat menjadi sorotan pemerintah pusat.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) atas keberhasilannya memulihkan layanan internet di seluruh wilayah terdampak bencana di Provinsi Sumatera Barat.
Baca JugaBNI Salurkan Rp1,5 Triliun Dukung Program Makan Bergizi Gratis Nasional Pemerintah
Pernyataan tersebut disampaikan Tito dalam rapat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin.
“Internet, alhamdulillah terima kasih banyak Kemkomdigi. Semuanya menyatakan, ini pernyataan para bupatinya semua, sambil kami cek, lancar semua,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito menegaskan bahwa pemulihan di Sumatera Barat telah menunjukkan perkembangan yang berarti. Berbagai sektor mulai bergerak menuju kondisi normal, meski masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian lanjutan.
Internet Jadi Fondasi Pemulihan Layanan Publik
Pemulihan layanan internet dinilai menjadi fondasi penting bagi percepatan rehabilitasi di daerah terdampak. Dengan jaringan yang kembali normal, koordinasi antarpemerintah daerah, distribusi informasi kepada masyarakat, serta pemulihan aktivitas ekonomi berbasis digital dapat berjalan lebih efektif.
Menurut Tito, laporan para kepala daerah menunjukkan bahwa konektivitas internet telah kembali berfungsi di seluruh wilayah terdampak di Sumatera Barat. Hal ini menjadi sinyal positif bagi proses pemulihan secara keseluruhan, karena masyarakat dapat kembali mengakses layanan daring, termasuk pendidikan, administrasi pemerintahan, dan aktivitas usaha.
Keberhasilan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari kerja kolaboratif lintas kementerian dan lembaga dalam Satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Dalam kerangka ini, peran Kemkomdigi dianggap strategis karena memastikan bahwa komunikasi dan arus informasi dapat kembali berjalan tanpa hambatan berarti.
Kondisi Daerah Terdampak Mulai Membaik
Dari total 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, terdapat 16 daerah yang terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, lima daerah telah kembali ke kondisi normal, yakni Kabupaten Solok Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Sementara itu, enam daerah lainnya sudah berada pada tahap mendekati normal, yaitu Kota Solok, Kota Padang, Kota Pariaman, Kepulauan Mentawai, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Pasaman Barat. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah telah memasuki fase pemulihan lanjutan, meski belum sepenuhnya pulih.
Meski demikian, masih terdapat beberapa kabupaten/kota yang memerlukan perhatian khusus, terutama dalam aspek infrastruktur jalan, jembatan, layanan pendidikan, serta pemulihan ekonomi masyarakat. Salah satu daerah yang menjadi fokus utama adalah Kabupaten Agam, yang masih membutuhkan percepatan perbaikan di berbagai sektor.
Akses Jalan dan Distribusi Logistik Masih Terbatas
Selain konektivitas digital, akses transportasi darat juga menjadi bagian penting dalam pemulihan. Tito mengungkapkan bahwa kondisi jalan nasional di Sumatera Barat secara umum sudah membaik, meskipun belum sepenuhnya optimal.
"Misalnya di beberapa tempat itu bisa dilalui oleh roda empat tapi kendaraan truk besar belum. Padahal truk besar perlu untuk logistik," ujarnya.
Kondisi ini berdampak langsung pada distribusi barang dan kebutuhan pokok masyarakat. Truk besar yang belum bisa melintas di sejumlah ruas jalan menghambat pasokan logistik, terutama untuk wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat bencana. Oleh karena itu, percepatan perbaikan jalan dan jembatan masih menjadi agenda penting dalam tahap rehabilitasi berikutnya.
Pemulihan Ekonomi dan Stabilitas Layanan Dasar
Di luar infrastruktur fisik, pemulihan perekonomian masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah. Tito mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk segera mengambil langkah konkret guna menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Sumatera Barat, khususnya di pasar-pasar tradisional dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Ekonomi, ada beberapa yang memang memerlukan atensi untuk di pasar-pasar. Inilah yang kami mengundang dari Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM," tuturnya.
Dari sisi layanan dasar, Tito mencatat bahwa pasokan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Barat relatif stabil. Hanya terdapat beberapa desa di Kabupaten Pasaman Barat yang masih mengalami gangguan listrik. Sementara itu, layanan PDAM di sebagian besar wilayah juga terbilang stabil, meskipun terdapat catatan khusus untuk Tanah Datar dan Padang Pariaman yang masih membutuhkan dukungan perbaikan lebih lanjut.
Stabilitas layanan listrik, air bersih, dan BBM dinilai penting sebagai penopang utama aktivitas masyarakat serta proses pemulihan ekonomi daerah.
Komitmen Transparansi dan Pelaporan ke Publik
Tito menegaskan bahwa Satuan Tugas akan terus menyampaikan perkembangan pemulihan kepada publik sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pelaporan ini bertujuan agar masyarakat dapat memantau langsung progres rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus memastikan bahwa setiap tahapan berjalan sesuai rencana.
Dengan pemulihan internet yang telah tuntas, ditopang oleh perbaikan infrastruktur dan upaya menggerakkan kembali roda ekonomi, pemerintah optimistis proses rehabilitasi pascabencana di Sumatera Barat akan terus menunjukkan kemajuan. Meski masih terdapat tantangan di beberapa sektor, langkah-langkah yang telah dilakukan menjadi fondasi penting untuk mengembalikan aktivitas masyarakat secara bertahap menuju kondisi normal dan berkelanjutan.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Satu Data Indonesia Dorong Percepatan Kopdes Merah Putih Nasional Pemerintah Daerah
- Selasa, 27 Januari 2026
Kemenperin Perbarui Skema KIPK Demi Optimalkan Penyerapan Pembiayaan 2026
- Selasa, 27 Januari 2026
Jarang di Sadari 5 Brand Indonesia Terkenal yang Ternyata Berasal dari Singkatan Unik
- Selasa, 27 Januari 2026
Jadwal Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 27 Januari 2026 di Lima Lokasi
- Selasa, 27 Januari 2026
Berita Lainnya
Bupati Laporkan Ratusan Huntara Rampung untuk Korban Bencana Aceh Timur
- Selasa, 27 Januari 2026
Menag Resmikan Rumah Moderasi di Sangha Theravada untuk Kerukunan Nasional
- Selasa, 27 Januari 2026
ITB dan Prasmul Resmi Luncurkan Program Terpadu Sarjana–Magister Matematika Terapan
- Selasa, 27 Januari 2026
TNI dan Kemenko Polkam Salurkan Air Siap Minum untuk Warga Terdampak Banjir di Agam
- Selasa, 27 Januari 2026
Mendagri: Pemulihan Pascabencana di Sumatera Terus Tunjukkan Kemajuan Nyata
- Selasa, 27 Januari 2026












