Presiden Prabowo Kembali ke Indonesia dengan Hasil Lawatan Penting
- Minggu, 25 Januari 2026
JAKARTA - Kepulangan Presiden Prabowo Subianto ke Indonesia menandai berakhirnya rangkaian kunjungan luar negeri selama lima hari yang sarat dengan agenda strategis.
Lawatan tersebut tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di kancah global, tetapi juga menghasilkan berbagai capaian konkret yang berdampak langsung pada perekonomian nasional, ketenagakerjaan, pendidikan, serta peran diplomasi Indonesia dalam isu perdamaian dunia.
Presiden tiba di tanah air pada Sabtu, 24 Januari 2026, dengan menggunakan pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia. Kedatangan Kepala Negara disambut oleh sejumlah pejabat tinggi negara, mencerminkan pentingnya hasil kunjungan yang telah dijalani ke tiga negara mitra strategis.
Baca JugaAktivitas Jual- Beli di Pasar Aceh Tamiang Bangkit Pascabanjir, Warga Bersyukur
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa rangkaian kunjungan luar negeri Presiden Prabowo membawa “oleh-oleh” bernilai strategis bagi kepentingan nasional Indonesia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Penyambutan Presiden dan Penutupan Lawatan Luar Negeri
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tiba di Indonesia pada Sabtu sore menjelang malam, 24 Januari 2026, setelah merampungkan seluruh agenda kunjungan luar negeri.
“Pada Sabtu sore menjelang malam, 24 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto tiba di tanah air dengan menggunakan pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia usai merampungkan rangkaian kunjungan ke tiga negara,” ujar Teddy sebagaimana dikutip dari Instagram Sekretariat Kabinet di Jakarta, Sabtu.
Turut hadir menyambut kepulangan Presiden antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, serta Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.
Menurut Teddy, kehadiran para pejabat tinggi negara tersebut mencerminkan pentingnya hasil yang dibawa Presiden dari rangkaian lawatan internasional tersebut.
Investasi Maritim dan Dampak Besar bagi Ketenagakerjaan
Salah satu capaian utama yang dibawa Presiden Prabowo adalah kesepakatan investasi di sektor maritim dengan Inggris. Nilai investasi tersebut mencapai 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp90 triliun, menjadikannya salah satu kerja sama ekonomi terbesar yang dihasilkan dari lawatan tersebut.
Selain nilai investasi, kesepakatan tersebut juga mencakup pembangunan 1.582 kapal ikan yang akan diproduksi di dalam negeri. Proyek ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap industri nasional, khususnya sektor perikanan dan manufaktur maritim.
Lebih lanjut, pembangunan kapal-kapal tersebut diperkirakan mampu menyerap hingga 600.000 tenaga kerja. Hal ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat industri berbasis sumber daya laut.
Menurut Teddy, capaian ini menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo tidak hanya berorientasi pada nilai investasi semata, tetapi juga pada manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
Penguatan Pendidikan dan Diplomasi Perdamaian Global
Di bidang pendidikan, Indonesia berhasil menjalin kerja sama dengan 24 universitas terbaik di Inggris Raya. Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan pendidikan kedokteran serta bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.
Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya dalam bidang-bidang yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional dan daya saing global.
Selain sektor pendidikan, lawatan Presiden Prabowo juga menghasilkan capaian penting dalam diplomasi global. Indonesia secara resmi bergabung dalam Board of Peace (BOP), sebuah forum internasional yang berperan dalam mendorong upaya perdamaian, termasuk dalam konflik di Gaza.
Teddy menambahkan bahwa keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut menunjukkan perkembangan signifikan dalam upaya pemulihan konflik dan penguatan peran Indonesia sebagai negara yang aktif mendorong perdamaian dunia.
Prabowonomics dan Penguatan Kerja Sama Internasional
Dalam rangkaian lawatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan konsep ekonomi nasional bertajuk “Prabowonomics” pada World Economic Forum (WEF). Forum bergengsi tersebut dihadiri oleh 65 kepala negara serta sekitar 1.000 CEO perusahaan besar dunia.
Pemaparan konsep tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkenalkan arah kebijakan ekonomi nasional kepada para pemimpin global dan pelaku industri internasional.
Selain itu, lawatan Presiden Prabowo turut menghasilkan peningkatan kerja sama nyata dengan Pemerintah Prancis di berbagai sektor strategis. Kerja sama ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring kerja sama internasional yang saling menguntungkan.
Menurut Teddy, seluruh capaian tersebut menunjukkan bahwa lawatan luar negeri Presiden Prabowo tidak bersifat seremonial, melainkan menghasilkan hasil konkret yang berdampak langsung pada kepentingan nasional Indonesia.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kabar Bak! KUR BNI 2026 Resmi Dibuka, UMKM Dapatkan Akses Modal Lebih Mudah Ini Syaratnya
- Minggu, 25 Januari 2026
Cara Membuat Es Teler Durian ala Rumahan, Segar, Praktis, Lezat dan Mudah di Buat
- Minggu, 25 Januari 2026
Berita Lainnya
Kementerian PU–Adhi Karya Percepat Penanganan 21 Sungai Pascabanjir Sumatera Barat
- Minggu, 25 Januari 2026
BPBD Kota Bandung Turunkan Personel dan Logistik ke Lokasi Longsor di Cisarua
- Minggu, 25 Januari 2026
Wamendagri Minta Modifikasi Cuaca untuk Dukung Evakuasi Korban Longsor Cisarua
- Minggu, 25 Januari 2026
Kemenag Resmi Buka Pendftaran Beasiswa S2 Double Degree Indonesia–Australia 2026
- Minggu, 25 Januari 2026
Kemenag Paparkan Produk yang Wajib Bersertifikat Halal Mulai 17 Oktober 2026
- Minggu, 25 Januari 2026











.jpg)

