BPBD Kota Bandung Turunkan Personel dan Logistik ke Lokasi Longsor di Cisarua
- Minggu, 25 Januari 2026
JAKARTA - Respons cepat dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung terhadap bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Dalam upaya mendukung penanganan darurat di lokasi terdampak, BPBD Kota Bandung mengirimkan bantuan logistik sekaligus menurunkan personel untuk membantu proses evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar para korban.
Langkah ini diambil sebagai bentuk solidaritas antardaerah dalam menghadapi situasi darurat bencana, mengingat dampak longsor yang cukup besar terhadap warga dan permukiman di wilayah tersebut. Bantuan yang dikirim diharapkan dapat mempercepat proses penanganan di lapangan, khususnya pada fase tanggap darurat.
Baca JugaPresiden Prabowo Kembali ke Indonesia dengan Hasil Lawatan Penting
Pengiriman Logistik untuk Kebutuhan Mendesak
BPBD Kota Bandung memastikan berbagai kebutuhan dasar telah dikirimkan ke lokasi longsor di Cisarua. Bantuan logistik tersebut disiapkan untuk mendukung kegiatan evakuasi, penanganan korban, serta kebutuhan warga terdampak yang masih berada di sekitar lokasi bencana.
“Kami pastikan bantuan tersebut telah dikirim yang meliputi 500 karung, 40 dus air mineral, 20 cangkul, 10 sekop, 75 selimut, serta 19 paket sembako,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bandung Robby Darwan di Bandung, Jawa Barat, Sabtu.
Selain bantuan utama tersebut, BPBD Kota Bandung juga membawa perlengkapan pendukung lainnya yang diperlukan dalam situasi darurat, khususnya untuk menjaga keselamatan dan kesehatan petugas maupun korban.
Perlengkapan Tambahan dan Dukungan Kemanusiaan
Robby Darwan mengungkapkan bahwa BPBD Kota Bandung turut membawa sejumlah perlengkapan tambahan meskipun dalam jumlah terbatas. Perlengkapan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan di lapangan yang kerap muncul dalam kondisi bencana.
Ia menyebutkan bahwa bantuan tambahan yang dibawa meliputi sarung tangan, kantong jenazah, serta perlengkapan kebutuhan higienis. Keberadaan perlengkapan ini dinilai penting untuk mendukung proses evakuasi korban sekaligus menjaga standar kesehatan selama penanganan berlangsung.
Pengiriman bantuan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan serta situasi di lokasi longsor, sehingga logistik yang dibawa dapat langsung dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Kesiapan Personel dan Kemungkinan Menginap di Lokasi
Selain bantuan logistik, BPBD Kota Bandung juga menurunkan personel untuk membantu penanganan di lapangan. Kehadiran personel ini difokuskan pada dukungan evakuasi, pendataan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait yang sudah berada di lokasi terdampak.
Robby menyatakan pihaknya siap menambah dukungan personel apabila situasi di lapangan membutuhkan bantuan tambahan. Bahkan, BPBD Kota Bandung menyatakan kesiapan untuk menginap di lokasi terdampak demi memastikan penanganan berjalan optimal.
“Kami melihat situasi di sana. Kalau memang harus membantu dengan menginap, kami siap bertenda dan menginap di lokasi,” ujarnya.
Kesiapan ini menunjukkan komitmen BPBD Kota Bandung dalam mendukung penanganan bencana secara maksimal, tanpa membatasi waktu maupun tenaga yang dikerahkan.
Relawan dan Koordinasi Lintas Instansi
Robby juga menyampaikan kemungkinan adanya relawan dari Kota Bandung yang turut bergabung dalam proses penanganan bencana longsor di Cisarua. Namun, hingga saat ini jumlah relawan tersebut masih dalam tahap pendataan.
“Sementara ini kami bawa 10 personel, nanti mungkin akan ada relawan dari Kota Bandung juga, tapi itu belum terinventarisir,” katanya.
BPBD Kota Bandung menegaskan akan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di lapangan. Koordinasi dengan instansi terkait juga terus dilakukan guna memastikan penanganan darurat dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam menghadapi bencana berskala besar, terutama untuk mempercepat evakuasi korban dan pencarian warga yang masih dinyatakan hilang.
Dampak Longsor dan Data Korban Sementara
Berdasarkan data sementara hingga pukul 21.00 WIB, bencana longsor di Kecamatan Cisarua mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 10 orang meninggal dunia, sementara 23 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Selain itu, sekitar 83 warga masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Proses pencarian ini dilakukan secara intensif dengan mempertimbangkan faktor keselamatan petugas, mengingat kondisi tanah yang masih labil.
Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang. Dampak longsor juga mengakibatkan 37 kepala keluarga terdampak langsung, dengan sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.
BPBD Kota Bandung menegaskan akan terus berkoordinasi dan siap menyesuaikan dukungan sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan, demi memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang dibutuhkan secepat mungkin.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kabar Bak! KUR BNI 2026 Resmi Dibuka, UMKM Dapatkan Akses Modal Lebih Mudah Ini Syaratnya
- Minggu, 25 Januari 2026
Cara Membuat Es Teler Durian ala Rumahan, Segar, Praktis, Lezat dan Mudah di Buat
- Minggu, 25 Januari 2026
Berita Lainnya
TNI AD Bangun Jembatan Bailey, Akses Darat Langkat Kembali Tersambung
- Minggu, 25 Januari 2026
Kementerian PU–Adhi Karya Percepat Penanganan 21 Sungai Pascabanjir Sumatera Barat
- Minggu, 25 Januari 2026
Wamendagri Minta Modifikasi Cuaca untuk Dukung Evakuasi Korban Longsor Cisarua
- Minggu, 25 Januari 2026
Kemenag Resmi Buka Pendftaran Beasiswa S2 Double Degree Indonesia–Australia 2026
- Minggu, 25 Januari 2026
Kemenag Paparkan Produk yang Wajib Bersertifikat Halal Mulai 17 Oktober 2026
- Minggu, 25 Januari 2026











.jpg)

