ITDC Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Perkuat Pasokan Air Pariwisata Hijau Bali
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA — Upaya menjaga keberlanjutan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada keindahan alam dan kualitas layanan, tetapi juga pada ketersediaan sumber daya dasar seperti air bersih. Di tengah tantangan keterbatasan air tawar dan dampak perubahan iklim, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan air laut sebagai sumber alternatif air bersih di kawasan pariwisata Nusa Dua, Bali.
Melalui penerapan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), ITDC yang merupakan bagian dari holding BUMN pariwisata InJourney, berhasil memproduksi air bersih dari hasil pengolahan air laut. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, volume air bersih yang dihasilkan mencapai 331 ribu meter kubik. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Produksi Air Bersih Berbasis Air Laut di Nusa Dua
Baca JugaChitose Internasional Bidik Pertumbuhan Segmen Institusi sebagai Mesin Kinerja 2026
Direktur Operasi ITDC Troy Warokka menjelaskan bahwa fasilitas SWRO di kawasan Nusa Dua telah beroperasi dan memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih. Selama tiga bulan terakhir, teknologi tersebut mampu menghasilkan 331 ribu meter kubik air bersih yang dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas di kawasan pariwisata.
“Saat beroperasi penuh kapasitas produksi hingga 1,31 juta meter kubik per tahun,” kata Troy Warokka di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.
Pemanfaatan air laut sebagai sumber air bersih alternatif menjadi jawaban atas keterbatasan sumber air tawar, terutama di kawasan pesisir yang berkembang pesat sebagai destinasi pariwisata. Dengan meningkatnya kebutuhan air untuk hotel, vila, dan fasilitas penunjang lainnya, kehadiran teknologi ini dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
Teknologi SWRO sebagai Solusi Berkelanjutan
Sea Water Reverse Osmosis merupakan teknologi yang memisahkan garam dari air laut dengan memanfaatkan tekanan osmotik. Proses ini menghasilkan air bersih yang layak konsumsi dan aman digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Teknologi SWRO dikenal sebagai salah satu solusi yang efisien dan berkelanjutan dalam menjawab tantangan ketersediaan air, khususnya di wilayah pesisir. Dengan memanfaatkan sumber daya air laut yang melimpah, kawasan pariwisata tidak lagi sepenuhnya bergantung pada air tanah atau sumber air tawar yang jumlahnya terbatas.
Penerapan teknologi ini diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap sumber daya air tanah yang selama ini menjadi salah satu isu lingkungan di kawasan wisata. Selain itu, penggunaan SWRO juga sejalan dengan prinsip pariwisata hijau yang mengedepankan keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.
Mengurangi Ketergantungan Air Tanah dan Risiko Kelangkaan
Lebih lanjut, Troy menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi SWRO secara signifikan mengurangi ketergantungan kawasan terhadap air tanah dan sumber air tawar. Hal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan lingkungan kawasan pariwisata, sekaligus menekan risiko kelangkaan air yang dapat terjadi akibat perubahan iklim.
Ia meyakini teknologi ini berperan penting dalam meningkatkan ketahanan air kawasan, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan fluktuasi curah hujan. Dengan ketersediaan pasokan air bersih yang lebih stabil, operasional pariwisata di kawasan pengelolaan the Nusa Dua dapat terus berjalan tanpa terganggu oleh persoalan pasokan air.
Langkah tersebut juga mencerminkan upaya ITDC dalam mengelola kawasan pariwisata secara bertanggung jawab, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari aspek lingkungan dan keberlanjutan jangka panjang.
Tonggak Sejarah Izin Resmi Pengolahan Air Laut
Implementasi fasilitas SWRO di Nusa Dua juga mencatatkan sejarah tersendiri. ITDC, melalui anak usahanya, menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air layak konsumsi menggunakan teknologi modern.
Perolehan izin ini menegaskan bahwa proses pengolahan air laut yang dilakukan telah memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku. Dengan demikian, air bersih hasil olahan SWRO dapat digunakan secara aman oleh pelanggan, khususnya pelaku usaha perhotelan dan vila di kawasan pariwisata premium tersebut.
Keberhasilan memperoleh izin ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengelola kawasan pesisir lainnya dalam memanfaatkan teknologi serupa untuk menjawab tantangan keterbatasan air bersih.
Menopang Kebutuhan Air Kawasan Pariwisata Premium
Sebagai gambaran, kawasan pengelolaan the Nusa Dua memiliki luas sekitar 350 hektare di Kabupaten Badung, Bali. Di dalam kawasan ini terdapat sekitar 5.485 kamar yang tersebar di 22 hotel bintang lima serta vila-vila mewah. Kebutuhan air bersih di kawasan tersebut tergolong tinggi, seiring dengan aktivitas pariwisata yang berlangsung sepanjang tahun.
Dengan hadirnya fasilitas SWRO, ITDC memastikan keberlanjutan pasokan air bersih yang stabil bagi para pelanggan di kawasan tersebut. Ketersediaan air yang terjaga menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas layanan pariwisata, sekaligus menjaga kenyamanan wisatawan.
Ke depan, pemanfaatan teknologi pengolahan air laut ini diharapkan dapat terus dioptimalkan sebagai bagian dari strategi pengembangan kawasan pariwisata hijau. Melalui langkah ini, ITDC tidak hanya memperkuat ketahanan air kawasan, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan model pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan lingkungan.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasnur Internasional Waspadai Dampak Tidak Langsung Pelemahan Rupiah Tahun 2026
- Kamis, 22 Januari 2026
ITDC Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Perkuat Pasokan Air Pariwisata Hijau Bali
- Kamis, 22 Januari 2026
Menteri PU Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur Sanitasi Pascabencana Aceh Tamiang
- Kamis, 22 Januari 2026
Indonesia dan Inggris Sepakat Perkuat Pembiayaan Alam Berkelanjutan Berbasis Model Aceh
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Langkah Rahayu Saraswati Masuk Bisnis Properti Lewat Triniti Properti (TRIN)
- Kamis, 22 Januari 2026
JTT Perkuat Layanan Jalan Tol Lewat Pemeliharaan Berkelanjutan Demi Keselamatan
- Kamis, 22 Januari 2026
Perusahaan di Medan: Peluang Bisnis & Peran dalam Pertumbuhan Ekonomi
- Kamis, 22 Januari 2026
Lengkap! Jadwal KA Prameks 22–24 Januari 2026, Harga Tiket, Rute, dan Waktu Tempuh
- Kamis, 22 Januari 2026







.jpeg)



