Kamis, 22 Januari 2026

Petugas Haji yang Pernah Berhaji Akan Langsung Ditempatkan di Mina Tahun Ini

Petugas Haji yang Pernah Berhaji Akan Langsung Ditempatkan di Mina Tahun Ini
Petugas Haji yang Pernah Berhaji Akan Langsung Ditempatkan di Mina Tahun Ini

JAKARTA - Pengelolaan petugas haji terus disempurnakan untuk memastikan pelayanan optimal di setiap tahapan ibadah. 

Salah satu penyesuaian penting yang diterapkan tahun ini berkaitan dengan penempatan petugas yang telah memiliki pengalaman berhaji. Demi meningkatkan efektivitas pelayanan pada fase puncak haji, petugas yang sudah pernah menunaikan ibadah haji tidak lagi mengikuti seluruh rangkaian Armuzna, melainkan langsung ditempatkan di Mina.

Kebijakan ini disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah sebagai hasil evaluasi dari penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya. Fokus utama kebijakan tersebut adalah mengoptimalkan pelayanan kepada jamaah, khususnya pada fase krusial yang menuntut kesiapan fisik dan koordinasi lapangan yang matang.

Baca Juga

Seskab: Kerja Sama Maritim Indonesia–Inggris Diproyeksi Serap 600 Ribu Tenaga Kerja

Penyesuaian Strategi Demi Pelayanan Maksimal

Menurut Laksma TNI Harun Arrasyid, kebijakan penempatan langsung di Mina ini dirancang untuk memaksimalkan pelayanan ibadah haji, terutama pada fase puncak Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia menilai bahwa Mina merupakan salah satu titik paling padat sekaligus paling melelahkan dalam seluruh rangkaian ibadah haji.

Usai memberikan materi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu malam, Harun menjelaskan bahwa langkah ini lahir dari evaluasi menyeluruh atas dinamika pelayanan jamaah selama beberapa musim haji terakhir.

Dengan menempatkan petugas berpengalaman langsung di Mina, diharapkan proses penyambutan jamaah dan pengaturan pergerakan dapat dilakukan lebih efektif sejak awal.

Petugas Berpengalaman Dipercepat ke Titik Krusial

Harun menjelaskan bahwa petugas haji yang telah menunaikan ibadah haji sebelumnya tidak akan diarahkan menuju Arafah seperti petugas lainnya. Mereka akan langsung diberangkatkan dari pemondokan atau hotel di Makkah menuju Mina.

"Rencana tahun ini agar pelayanan di Mina maksimal. Oleh karena itu, kita memiliki rencana bahwa petugas, baik itu dari unsur Linjam (Perlindungan Jamaah) maupun unsur lainnya yang sudah berhaji, akan langsung kita drop dari pemondokan atau hotel di Makkah menuju langsung ke Mina," ujar Harun.

Langkah ini diambil agar petugas memiliki kondisi fisik yang lebih prima. Tanpa harus mengikuti rangkaian wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah yang menguras tenaga, petugas diharapkan mampu memberikan pelayanan optimal saat jamaah mulai berdatangan ke Mina.

Mina Jadi Fokus Penguatan Pelayanan

Mina dikenal sebagai fase paling menantang dalam ibadah haji. Kepadatan jamaah, aktivitas lontar jumrah, serta kebutuhan logistik yang besar menjadikan wilayah ini membutuhkan kesiapsiagaan petugas sejak dini.

Dengan menempatkan petugas yang masih segar secara fisik di Mina, mereka akan menjadi garda terdepan dalam menyambut gelombang jamaah yang datang dari Muzdalifah. Kehadiran petugas sejak awal juga memungkinkan peninjauan tenda, pengaturan alur masuk jamaah, hingga respons cepat terhadap kondisi darurat.

Kementerian Haji dan Umrah menilai bahwa strategi ini mampu menutup celah pelayanan yang selama ini muncul akibat kelelahan petugas yang harus mengikuti seluruh rangkaian ibadah sebelum bertugas penuh.

Pengaturan Pergerakan Lebih Efisien

Harun menambahkan bahwa pergerakan petugas haji tetap dilakukan beriringan dengan pergerakan jamaah menuju Arafah. Namun, petugas yang sudah berhaji akan mengambil jalur khusus yang langsung mengarah ke Mina.

"Tujuannya agar lebih efektif penyambutan dan pemantauan jamaah yang bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah, dan dari Muzdalifah menuju ke Mina," kata Harun.

Dengan sistem ini, pemantauan arus jamaah dapat dilakukan secara berlapis. Ketika jamaah bergerak dari Muzdalifah menuju Mina, petugas sudah siap di lokasi untuk mengarahkan, membantu, dan memastikan jamaah tiba dengan aman serta tertib.

Inovasi Taktis dari Evaluasi Tahunan

Harun menegaskan bahwa meskipun evaluasi penyelenggaraan haji dalam dua tahun terakhir menunjukkan hasil yang baik, inovasi tetap diperlukan. Menurutnya, pelayanan kepada jamaah harus terus disempurnakan, bahkan hingga ke detail terkecil.

Kebijakan penempatan petugas berpengalaman langsung di Mina ini menjadi salah satu bentuk inovasi taktis untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh. Dengan kesiapan petugas yang lebih awal, diharapkan jamaah dapat menjalani rangkaian ibadah dengan lebih nyaman dan aman.

Langkah tersebut juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu Allah, sekaligus memastikan setiap tahapan ibadah haji berjalan lebih tertib dan terorganisir.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Hujan Diprediksi Mengguyur Jakarta Seharian, Warga Diimbau Tetap Waspada dan Siaga

Hujan Diprediksi Mengguyur Jakarta Seharian, Warga Diimbau Tetap Waspada dan Siaga

Prabowo Mendarat di Swiss, Indonesia Siap Tampil di World Economic Forum Davos 2026

Prabowo Mendarat di Swiss, Indonesia Siap Tampil di World Economic Forum Davos 2026

Mendagri Dorong Percepatan Pengembalian TKD untuk Daerah Terdampak Bencana

Mendagri Dorong Percepatan Pengembalian TKD untuk Daerah Terdampak Bencana

Presiden Prabowo Bertemu Raja Charles III dalam Agenda Lingkungan Indonesia-Inggris

Presiden Prabowo Bertemu Raja Charles III dalam Agenda Lingkungan Indonesia-Inggris

BKKBN Perluas Layanan Kesehatan Keluarga untuk Warga Terdampak Bencana Aceh

BKKBN Perluas Layanan Kesehatan Keluarga untuk Warga Terdampak Bencana Aceh