JAKARTA — Kanal digital diprediksi akan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan industri asuransi dalam lima tahun ke depan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, premi yang dihimpun melalui kanal digital terus menunjukkan tren positif, menandakan peluang ekspansi yang signifikan bagi perusahaan asuransi di Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa berdasarkan roadmap OJK 2023–2028, survei industri memperlihatkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi melalui kanal digital atau e-commerce.
Baca JugaTabel Angsuran KUR BRI 2026 Lengkap, Persyaratan dan Dokumen Penting
“Per September 2025, premi melalui kanal digital tercatat sekitar 2,87% dari total premi, menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Hal ini menandakan kanal digital memiliki potensi pertumbuhan positif dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya.
Digital Bukan Pengganti Kanal Konvensional
Ogi menekankan bahwa penetrasi digital tidak dimaksudkan untuk sepenuhnya menggantikan kanal konvensional. Sebaliknya, kanal digital dipandang sebagai evolusi distribusi yang harus dikelola seiring dengan strategi perusahaan.
Menurutnya, perusahaan asuransi perlu menyesuaikan pendekatan pemasaran digital dengan karakteristik pasar masing-masing, serta memastikan standar pelayanan bagi nasabah tetap optimal di seluruh jalur distribusi. Sinergi antara kanal digital dan konvensional menjadi kunci untuk meningkatkan penetrasi pasar dan loyalitas nasabah.
Potensi Pertumbuhan Jangka Panjang
OJK melihat tren positif ini sebagai peluang bagi perusahaan untuk memperluas basis nasabah, terutama generasi muda yang lebih familiar dengan teknologi dan transaksi daring. Kanal digital menawarkan kemudahan akses, transparansi produk, dan proses klaim yang lebih cepat, sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan premi di masa depan.
Selain itu, digitalisasi memungkinkan perusahaan asuransi untuk memanfaatkan data secara lebih efektif, mengidentifikasi perilaku konsumen, dan menghadirkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Pendekatan ini dipandang akan menjadi strategi utama untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing perusahaan.
Kinerja Premi Asuransi Jiwa Terkini
Meski tren digital menunjukkan prospek cerah, OJK mencatat pendapatan premi asuransi jiwa pada September 2025 mencapai Rp 132,85 triliun, masih mengalami kontraksi 2,06% secara tahunan (YoY). Hal ini menunjukkan bahwa meski kanal digital berkembang, tantangan tetap ada bagi industri asuransi untuk mengembalikan pertumbuhan total premi secara keseluruhan.
Ogi menambahkan, perusahaan perlu mengoptimalkan kombinasi antara distribusi digital dan konvensional agar mampu menghadapi dinamika pasar dan preferensi nasabah yang terus berubah. Hal ini juga penting untuk memastikan pertumbuhan premi tetap berkelanjutan di tengah kompetisi industri yang ketat.
Strategi Sinergi Kanal Digital dan Konvensional
Untuk memaksimalkan potensi kanal digital, OJK mendorong perusahaan asuransi melakukan beberapa strategi, di antaranya:
-Mengintegrasikan kanal digital dengan konvensional untuk memberikan pengalaman nasabah yang konsisten.
-Memanfaatkan data digital untuk merancang produk dan layanan yang lebih tepat sasaran.
-Menjaga kualitas layanan dan standar kepatuhan di semua jalur distribusi.
Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung perusahaan asuransi dalam meningkatkan penetrasi pasar, memperluas jangkauan produk, serta memaksimalkan loyalitas nasabah.
Digitalisasi Sebagai Peluang Industri Asuransi
Secara keseluruhan, OJK menyoroti bahwa kanal digital memiliki peran strategis dalam pertumbuhan industri asuransi Indonesia lima tahun ke depan. Meski kontribusinya saat ini masih 2,87% dari total premi, tren pertumbuhan yang konsisten menunjukkan potensi yang signifikan.
Digitalisasi tidak hanya membuka peluang untuk ekspansi pasar, tetapi juga mendorong efisiensi operasional dan inovasi produk. Dengan strategi yang tepat, sinergi antara kanal digital dan konvensional dapat meningkatkan daya saing perusahaan asuransi dan menjaga pertumbuhan premi tetap berkelanjutan.
Melalui pengawasan dan arahan OJK, diharapkan industri asuransi dapat memanfaatkan teknologi digital secara optimal, menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses oleh nasabah, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan peluang pasar di masa depan.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Nilai Penugasan Taruna KKP Perkuat Percepatan Pemulihan Bencana
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah
- Kamis, 15 Januari 2026
Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Prediksi IHSG Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham Pilihan 13 Januari 2026
- Selasa, 13 Januari 2026
Terpopuler
1.
7 Cara Menyimpan Nasi Matang Agar Tetap Pulen Tanpa Rice Cooker
- 15 Januari 2026
2.
3.
4.
Durian Tetap Segar dan Tak Bau, Ini Cara Menyimpannya di Kulkas
- 15 Januari 2026













