Waspada! Kenali 10 Modus Penipuan Lewat WhatsApp yang Kerap Menipu Pengguna
- Kamis, 20 November 2025
JAKARTA - WhatsApp menjadi aplikasi pesan instan paling populer di Indonesia, digunakan oleh lebih dari 112 juta orang pada 2024 menurut World Population Review.
Namun, popularitas ini juga dimanfaatkan oleh para penipu untuk menargetkan korban. Modusnya bervariasi, mulai dari pesan ancaman, tautan berbahaya, hingga permintaan data pribadi, yang jika tidak diwaspadai bisa merugikan pengguna. Berikut penjelasan lengkap ciri-ciri penipuan WhatsApp yang harus diperhatikan.
Chat Mengatasnamakan Bank atau Lembaga Resmi
Baca JugaCara Melihat Username LinkedIn dengan Mudah. Ikuti Panduan Lengkapnya!
Salah satu modus yang sering digunakan adalah menyamar sebagai pihak bank atau lembaga pemerintahan. Pelaku mengirim pesan yang membuat korban panik, seperti akun diretas, akun perbankan terblokir, atau tagihan palsu. Tujuannya agar korban mengklik link atau membocorkan data pribadi. Meski beberapa lembaga memang memiliki akun resmi di WhatsApp, komunikasi resmi biasanya dilakukan melalui jalur formal, bukan chat mendadak.
Modus Salah Ketik dan Transfer Palsu
Penipu juga kerap berpura-pura salah mengirim uang atau pesan, kemudian meminta korban mengembalikan dana dengan bukti transfer palsu. Taktik ini memancing korban berinteraksi dan menyerahkan uang secara sukarela. Jika menerima pesan seperti ini, segera abaikan atau blokir nomor pengirim.
Ajakan Video Call Mencurigakan
Beberapa penipu mencoba meyakinkan korban melalui video call. Mereka bahkan bisa menggunakan rekaman artis atau janji hadiah untuk membuat korban percaya. Jika tidak mengikuti undian atau acara tertentu, jangan angkat telepon tersebut karena bisa jadi modus penipuan.
Pinjam atau Minta Uang dengan Alasan Mendesak
Modus lain yang populer adalah berpura-pura menjadi kerabat atau anggota keluarga dalam kesusahan, misalnya kecelakaan, dan meminta bantuan uang. Korban sering tergerak secara emosional untuk membantu. Selalu konfirmasi langsung ke anggota keluarga lain sebelum mengirim uang. Jika nomor tidak dikenal, segera blokir.
Kiriman Link URL yang Berbahaya
Pesan berisi link sering digunakan untuk mengarahkan korban ke situs berbahaya. Penipu menggunakan tautan pendek atau domain yang mirip situs resmi agar sulit dikenali. Jangan pernah mengklik link langsung, terutama jika tidak jelas sumbernya.
Pesan Ancaman untuk Memaksa Korban
Beberapa penipu mengirim pesan ancaman, misalnya “akun Anda diblokir jika tidak klik link ini.” Tujuannya menimbulkan kepanikan agar korban mengikuti instruksi. Tetap tenang dan jangan panik, karena rasa takut inilah yang dimanfaatkan pelaku.
Kode QR yang Menyesatkan
Selain link, kode QR juga sering dikirim untuk meminta pembayaran atau membawa korban ke situs phishing. Jangan pernah memindai kode QR dari sumber tidak dikenal, dan blokir nomor pengirim.
Dokumen Palsu Seperti Undangan Nikah atau Surat Tilang
File dengan judul menggoda seperti “undangan nikah” atau “surat tilang” biasanya berisi link phishing atau aplikasi berbahaya. Korban yang penasaran sering mengklik file tersebut dan tanpa sadar membocorkan data pribadi.
Tawaran Menggiurkan
Penipu sering menawarkan hadiah uang besar atau peluang investasi dengan prospek tinggi untuk membuat korban bertindak impulsif. Selalu skeptis terhadap tawaran yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Permintaan Data Pribadi
Akhirnya, semua modus ini biasanya bertujuan untuk meminta informasi pribadi seperti nama lengkap, NIK, foto KTP, nomor rekening, atau data sensitif lainnya. Penting diingat, lembaga resmi tidak akan meminta data ini melalui WhatsApp secara langsung. Jangan memberikan informasi pribadi secara sukarela.
Modus penipuan WhatsApp sangat bervariasi, namun hampir semua memanfaatkan rasa panik, penasaran, atau keserakahan korban. Kunci utama melindungi diri adalah mengenali ciri-ciri pesan penipuan, tetap tenang, dan memverifikasi informasi melalui jalur resmi. Dengan kewaspadaan dan pengetahuan, risiko menjadi korban penipuan WhatsApp dapat diminimalkan.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Nilai Penugasan Taruna KKP Perkuat Percepatan Pemulihan Bencana
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah
- Kamis, 15 Januari 2026
Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
4 Pilihan Destinasi Wisata Unggulan Pulau Hainan China dengan Nuansa Tropis Eksotis
- Kamis, 15 Januari 2026
Menjelajahi Wisata Pusat Kota Surabaya, Alternatif Liburan Keluarga Saat Long Weekend
- Kamis, 15 Januari 2026
Isra Miraj 2026 Bertepatan Tanggal Hijriah Berapa? Simak Sejarah Singkatnya
- Kamis, 15 Januari 2026
Terpopuler
1.
7 Cara Menyimpan Nasi Matang Agar Tetap Pulen Tanpa Rice Cooker
- 15 Januari 2026
2.
3.
4.
Durian Tetap Segar dan Tak Bau, Ini Cara Menyimpannya di Kulkas
- 15 Januari 2026













