Daftar 6 Makanan yang dapat Tingkatkan Risiko Kanker Menurut Penjelasan Ahli
- Senin, 17 November 2025
JAKARTA - Pola makan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh, termasuk risiko penyakit kronis seperti kanker.
Mengetahui makanan yang berpotensi meningkatkan risiko kanker menjadi langkah penting agar kita bisa membuat pilihan hidup lebih bijak. Kanker sering berkembang secara perlahan dan tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga mencegahnya lewat pola makan yang tepat jauh lebih efektif dibandingkan mengobati.
Berikut ini adalah daftar makanan yang meningkatkan risiko kanker, berdasarkan berbagai penelitian dan referensi medis:
Baca JugaMenyusuri 10 Kuliner Legendaris Pasar Beringharjo, Dari Soto Hingga Pecel
1. Daging Olahan
Daging olahan adalah jenis daging yang diawetkan melalui pengasapan, pengasinan, pengalengan, atau penambahan bahan pengawet seperti nitrit. Contohnya termasuk sosis, ham, hot dog, salami, kornet, dan dendeng sapi.
Proses pengawetan dengan nitrit dapat menghasilkan senyawa N-nitroso yang bersifat karsinogenik. Selain itu, proses pengasapan juga bisa memunculkan senyawa hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang dapat merusak DNA sel. Penelitian menunjukkan konsumsi daging olahan secara berlebihan terkait dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal, lambung, bahkan kanker payudara.
2. Makanan yang Digoreng
Makanan bertepung yang digoreng pada suhu tinggi, seperti kentang goreng, keripik, dan roti goreng, dapat menghasilkan senyawa berbahaya bernama akrilamida. Akrilamida bersifat karsinogenik dan berpotensi merusak DNA.
Selain itu, konsumsi makanan digoreng secara rutin dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2, dua kondisi yang erat kaitannya dengan kanker karena menimbulkan peradangan kronis dan stres oksidatif di dalam tubuh.
3. Makanan Terlalu Matang
Memasak daging atau makanan lain pada suhu sangat tinggi, khususnya dibakar langsung di atas api, dapat menimbulkan senyawa PAH dan amina heterosiklik (HCA) yang merusak DNA dan memicu kanker.
Kentang dan makanan bertepung yang terlalu lama dipanggang juga berisiko menghasilkan akrilamida lebih tinggi. Untuk mengurangi risiko, disarankan menggunakan metode memasak yang lebih aman, seperti merebus, mengukus, slow cooking, atau memanggang dengan suhu rendah.
4. Produk Susu
Beberapa produk susu, termasuk susu, keju, dan yogurt, diketahui dapat meningkatkan kadar hormon insulin-like growth factor 1 (IGF-1) dalam tubuh. IGF-1 yang tinggi dikaitkan dengan percepatan pertumbuhan sel kanker, terutama kanker prostat.
Meski demikian, penelitian masih beragam terkait dampaknya. Susu rendah lemak dan susu penuh lemak bisa memberikan efek yang berbeda, sehingga pemilihan produk susu perlu diperhatikan.
5. Gula dan Karbohidrat Olahan
Makanan manis dan karbohidrat olahan, seperti minuman bergula, roti putih, pasta instan, kue, dan sereal manis, dapat meningkatkan kadar gula darah secara ekstrem. Konsumsi jangka panjang dapat menimbulkan obesitas dan diabetes tipe 2, kondisi yang memicu peradangan dan stres oksidatif serta meningkatkan risiko kanker ovarium, payudara, endometrium, dan usus besar.
Sebagai gantinya, pilih sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, pasta gandum utuh, dan oatmeal, yang lebih sehat dan rendah risiko.
6. Alkohol
Alkohol diubah oleh hati menjadi asetaldehida, senyawa beracun yang merusak DNA dan mengganggu kemampuan tubuh memperbaiki sel rusak. Konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan kadar hormon estrogen pada wanita, yang berhubungan dengan kanker payudara.
Para ahli menekankan bahwa tidak ada jumlah alkohol yang benar-benar aman. Semakin sedikit konsumsi alkohol, semakin rendah risiko kesehatan yang ditimbulkan.
Meskipun tidak perlu sepenuhnya menghindari semua makanan di atas, membatasi konsumsi dan memilih metode memasak lebih sehat merupakan langkah penting. Selain itu, pola makan yang seimbang, seperti memperbanyak sayuran hijau, buah segar, ikan, dan protein nabati dari kacang-kacangan, sangat dianjurkan.
Gaya hidup aktif, tidur cukup, dan menghindari rokok maupun alkohol juga berperan penting dalam mencegah kanker. Langkah sederhana ini dapat menjadi benteng alami tubuh melawan risiko penyakit kronis, sekaligus meningkatkan kualitas hidup jangka panjang.
Dengan memahami makanan yang berisiko dan membuat keputusan bijak, kita bisa menurunkan peluang terkena kanker serta menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasnur Internasional Waspadai Dampak Tidak Langsung Pelemahan Rupiah Tahun 2026
- Kamis, 22 Januari 2026
ITDC Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Perkuat Pasokan Air Pariwisata Hijau Bali
- Kamis, 22 Januari 2026
Menteri PU Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur Sanitasi Pascabencana Aceh Tamiang
- Kamis, 22 Januari 2026
Indonesia dan Inggris Sepakat Perkuat Pembiayaan Alam Berkelanjutan Berbasis Model Aceh
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Rekomendasi Lima Kedai Kopi Jadul Jakarta Timur yang Legendaris dan Penuh Cerita
- Kamis, 22 Januari 2026
Dompet Menipis? Ini 5 Pilihan Kuliner Tanggal Tua Enak dan Murah di Tebet
- Kamis, 22 Januari 2026
Resep Steak Ayam Tepung Renyah dengan Saus Lada Hitam, Praktis dan Lezat ala Rumahan
- Kamis, 22 Januari 2026
Sembilan Resep Sambal Mangga Terasi Praktis dengan Rasa Segar dan Pedas Bikin Ketagihan
- Kamis, 22 Januari 2026












