11 Bahaya Konsumsi Gula Berlebihan bagi Kesehatan Tubuh Secara Menyeluruh
- Senin, 17 November 2025
JAKARTA - Gula memang sumber energi penting bagi tubuh, tetapi konsumsi berlebihan bisa menimbulkan dampak serius. Tanpa disadari, gula hadir di hampir semua makanan dan minuman sehari-hari, mulai dari teh manis, roti, camilan, hingga minuman kemasan.
Jika tidak dikontrol, asupan gula bisa melebihi batas aman, mengganggu fungsi tubuh, dan memicu berbagai penyakit kronis.
Memahami efek gula berlebih penting agar kita bisa bijak memilih makanan, menjaga kesehatan jangka panjang, dan mencegah gangguan serius pada tubuh. Berikut penjelasan lengkap mengenai alasan gula berlebihan tidak bagus untuk kesehatan, seperti dirangkum dari Healthline.
Baca JugaMenyusuri 10 Kuliner Legendaris Pasar Beringharjo, Dari Soto Hingga Pecel
Dampak Negatif Gula Berlebihan pada Tubuh
Meningkatkan Berat Badan dan Obesitas
Minuman manis seperti soda, jus kemasan, dan teh manis mengandung fruktosa tinggi yang sulit membuat tubuh merasa kenyang. Konsumsi berlebihan dapat menurunkan sensitivitas leptin, hormon yang memberi sinyal kenyang, sehingga berat badan mudah naik. Obesitas akibat gula berlebih juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan lemak perut berbahaya.
Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Gula berlebihan memicu obesitas, tekanan darah tinggi, kadar trigliserida naik, dan peradangan kronis. Semua faktor ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Penelitian menunjukkan orang dengan konsumsi gula tambahan tinggi lebih berisiko mengalami masalah jantung dibanding mereka yang membatasi gula.
Memicu Jerawat dan Masalah Kulit
Makanan manis cepat meningkatkan gula darah, memicu produksi hormon androgen dan minyak kulit berlebih. Peradangan akibat gula ini bisa menyebabkan jerawat. Sebaliknya, pola makan rendah gula terbukti membantu menjaga kulit tetap sehat.
Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Gula berlebihan tidak langsung menyebabkan diabetes, tetapi konsumsi rutin dapat menimbulkan resistensi insulin dan kenaikan berat badan. Akibatnya, gula darah terus meningkat dan risiko diabetes tipe 2 pun naik. Minuman manis rutin dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit ini.
Meningkatkan Risiko Kanker
Obesitas dan resistensi insulin akibat gula berlebih berperan dalam risiko kanker tertentu. Konsumsi tinggi makanan dan minuman manis dapat meningkatkan risiko kanker hingga 23–200%, tergantung jenisnya. Selain itu, gula berlebih menyebabkan peradangan kronis yang mendukung perkembangan sel kanker.
Mengganggu Kesehatan Mental
Pola makan tinggi gula berkaitan dengan perubahan suasana hati, kecemasan, dan depresi. Peradangan kronis dan resistensi insulin yang ditimbulkan gula memengaruhi sistem dopamin otak, sehingga kesehatan mental pun terdampak. Studi menunjukkan konsumsi gula tinggi berisiko meningkatkan depresi.
Mempercepat Penuaan Kulit
Gula memicu terbentuknya senyawa AGE (advanced glycation end products) yang merusak kolagen dan elastin. Akibatnya, kulit lebih cepat keriput dan kehilangan elastisitas, sehingga gula berlebih mempercepat penuaan kulit.
Mempercepat Penuaan Sel
Telomer yang melindungi DNA dapat memendek lebih cepat akibat konsumsi gula tinggi. Anak-anak yang sering minum minuman manis cenderung memiliki telomer lebih pendek, menandakan sel lebih cepat menua.
Menyebabkan Energi Mudah Drop
Gula memberikan energi instan tetapi singkat. Setelah lonjakan gula darah, tubuh mengalami penurunan energi tajam sehingga mudah merasa lelah dan lesu. Karbohidrat kaya serat dengan protein atau lemak lebih efektif menjaga energi stabil.
Memicu Perlemakan Hati
Fruktosa berlebih diproses oleh hati menjadi lemak, yang dapat menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD). Konsumsi minuman manis rutin setiap hari meningkatkan risiko kondisi ini.
Dampak Lainnya pada Tubuh
Selain risiko di atas, gula berlebih meningkatkan risiko penyakit ginjal, asam urat, gigi berlubang, dan gangguan fungsi otak. Beberapa penelitian juga mengaitkan gula tinggi dengan risiko demensia dan Alzheimer.
Konsumsi gula memang dibutuhkan tubuh, tetapi jika berlebihan, dampaknya bisa menyebar ke seluruh sistem tubuh. Mulai dari jantung, kulit, hati, hingga otak, hampir semua organ akan terdampak. Membatasi gula tambahan adalah salah satu langkah paling efektif untuk melindungi kesehatan jangka panjang.
Mengganti camilan manis dengan buah segar, minuman tanpa gula, dan karbohidrat kompleks dapat membantu tubuh tetap bugar. Konsumsi gula yang terkontrol bukan hanya menjaga berat badan, tetapi juga menurunkan risiko berbagai penyakit serius dan menjaga energi serta kesehatan mental.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasnur Internasional Waspadai Dampak Tidak Langsung Pelemahan Rupiah Tahun 2026
- Kamis, 22 Januari 2026
ITDC Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Perkuat Pasokan Air Pariwisata Hijau Bali
- Kamis, 22 Januari 2026
Menteri PU Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur Sanitasi Pascabencana Aceh Tamiang
- Kamis, 22 Januari 2026
Indonesia dan Inggris Sepakat Perkuat Pembiayaan Alam Berkelanjutan Berbasis Model Aceh
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Rekomendasi Lima Kedai Kopi Jadul Jakarta Timur yang Legendaris dan Penuh Cerita
- Kamis, 22 Januari 2026
Dompet Menipis? Ini 5 Pilihan Kuliner Tanggal Tua Enak dan Murah di Tebet
- Kamis, 22 Januari 2026
Resep Steak Ayam Tepung Renyah dengan Saus Lada Hitam, Praktis dan Lezat ala Rumahan
- Kamis, 22 Januari 2026
Sembilan Resep Sambal Mangga Terasi Praktis dengan Rasa Segar dan Pedas Bikin Ketagihan
- Kamis, 22 Januari 2026












