Kinerja BRMS Kuartal III Didukung Harga Emas dan Ekspansi Pabrik Carbon
- Jumat, 14 November 2025
JAKARTA – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil mencatat kinerja positif pada kuartal III-2025, terangkat oleh kenaikan harga emas global serta prospek ekspansi pabrik pengolahan.
Strategi perusahaan dalam meningkatkan volume produksi dan efisiensi operasional menjadi faktor penopang laba yang solid meski ada tekanan biaya.
Pendapatan dan Laba Bersih Tumbuh Signifikan
Baca JugaINKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal
BRMS membukukan laba bersih sebesar US$ 14,9 juta pada kuartal III-2025, meningkat 75,5% secara quarter-on-quarter (QoQ). Pendapatan tercatat US$ 63 juta, naik 9% QoQ, dengan penjualan emas mendominasi sekitar US$ 61 juta.
Meski demikian, laba operasional dan EBITDA masing-masing turun 13,5% dan 10,5% QoQ akibat kenaikan biaya produksi. Margin kotor menurun ke 49,5% karena royalti naik menjadi 15,7%, namun kadar bijih emas yang lebih tinggi menjaga profit tetap kuat dan melampaui ekspektasi pasar.
Secara kumulatif, laba bersih sembilan bulan pertama tahun 2025 mencapai US$ 37,9 juta, naik 142,2% secara tahunan (YoY). Hal ini menunjukkan kinerja BRMS tetap tangguh di tengah volatilitas harga emas global.
Harga Emas dan Produksi Jadi Motor Pertumbuhan
Menurut Miftahul Khaer, Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, kinerja BRMS di kuartal III tergolong impresif. Pendapatan emas tetap menjadi kontributor utama pertumbuhan, didorong peningkatan volume produksi dan stabilnya harga jual rata-rata (ASP) emas menjadi US$ 3.468/oz, naik 5,7% QoQ. Volume penjualan meningkat menjadi 17.558 oz, tumbuh 2,9% QoQ.
"Selain itu kami juga melihat dorongan dari produksi emas Poboya dan peningkatan efisiensi pabrik pengolahan yang memperkuat margin laba BRMS di 9M25 ini," ujar Mifta.
Sentimen global juga mendukung kinerja BRMS. Tren safe haven investor dan potensi pelemahan dolar AS membuat saham tambang emas, termasuk BRMS, semakin menarik bagi investor.
Ekspansi Pabrik Carbon In Leach (CIL) Dorong Prospek Positif
Selain faktor produksi, ekspansi pabrik Carbon In Leach (CIL) menjadi katalis positif untuk kinerja BRMS ke depan. Pabrik yang saat ini memiliki kapasitas 500 ton per hari direncanakan meningkat menjadi 2.000 ton per hari dengan target operasional penuh pada awal 2027.
Dampak ekspansi ini diyakini dapat memperbaiki leverage operasional dan meningkatkan potensi laba, terutama jika harga emas global tetap tinggi. Namun, Mifta mengingatkan investor untuk mewaspadai risiko keterlambatan proyek dan fluktuasi harga komoditas.
Tekanan Biaya dan Strategi Efisiensi
Meski ada tekanan biaya, BRMS mampu menjaga kinerja melalui efisiensi produksi dan optimalisasi pabrik. Tekanan margin yang terlihat pada laba operasional dan EBITDA tidak mengurangi optimisme terhadap prospek perusahaan. Kombinasi antara kualitas bijih yang tinggi, efisiensi pabrik, dan harga emas yang kuat menjadi faktor penyeimbang.
Miftahul Khaer menambahkan, dengan kondisi saat ini, investor disarankan untuk strategi trading hold, dengan target harga saham BRMS di level Rp 1.070 per lembar. Strategi ini dinilai tepat mengingat katalis positif dari harga emas dan ekspansi pabrik CIL, meski tetap memperhatikan risiko eksternal.
Prospek hingga Akhir Tahun dan Rekomendasi Investor
Secara keseluruhan, prospek BRMS hingga akhir tahun dipandang positif. Peningkatan volume produksi, efisiensi pabrik, dan dukungan harga emas global menjadi pendorong utama kinerja. Ekspansi pabrik CIL akan menjadi katalis tambahan yang berpotensi meningkatkan profitabilitas jangka menengah hingga panjang.
“Prospek BRMS tetap solid, dengan kombinasi produksi yang meningkat, efisiensi biaya, serta harga emas yang mendukung. Investor sebaiknya mempertahankan posisi mereka sambil memantau dinamika pasar global,” jelas Mifta.
Kinerja BRMS kuartal III-2025 menunjukkan bahwa perusahaan mampu memanfaatkan momentum harga emas global dan memperkuat operasional melalui ekspansi pabrik. Meskipun terdapat tekanan biaya yang menurunkan margin operasional, laba bersih yang meningkat serta prospek pabrik CIL memberikan sinyal positif bagi investor.
Dengan strategi yang tepat, BRMS diyakini dapat mempertahankan pertumbuhan hingga akhir tahun dan menghadapi tantangan volatilitas harga komoditas global. Investor disarankan tetap memantau perkembangan produksi dan kinerja pabrik CIL sebagai indikator utama potensi laba di masa depan.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Nilai Penugasan Taruna KKP Perkuat Percepatan Pemulihan Bencana
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah
- Kamis, 15 Januari 2026
Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Kia Siapkan Strategi Baru Untuk Perkuat Posisi Bisnis Otomotif Indonesia
- Selasa, 13 Januari 2026
Produksi Emas BRMS Diprediksi Naik Signifikan Sepanjang Tahun 2026
- Selasa, 13 Januari 2026
Mandiri Micro Fest 2025 Dorong Pelaku Mikro Naik Kelas, Transaksi Digital Melonjak 45%
- Senin, 12 Januari 2026
Terpopuler
1.
7 Cara Menyimpan Nasi Matang Agar Tetap Pulen Tanpa Rice Cooker
- 15 Januari 2026
2.
3.
4.
Durian Tetap Segar dan Tak Bau, Ini Cara Menyimpannya di Kulkas
- 15 Januari 2026













