Waskita Percepat Pembangunan LRT Velodrome-Manggarai Demi Transportasi Berkelanjutan Jakarta
- Rabu, 05 November 2025
JAKARTA - Pengembangan transportasi publik ramah lingkungan terus menjadi perhatian utama pemerintah daerah bersama para pelaku konstruksi.
Salah satu proyek yang menjadi fokus percepatan adalah pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B, khususnya pada rute Velodrome–Manggarai. Proyek yang digarap oleh BUMN konstruksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) ini ditargetkan selesai pada Juni 2026 dan menjadi bagian dari upaya menghadirkan konektivitas transportasi yang lebih terintegrasi di Ibu Kota.
Direktur Utama Waskita, Muhammad Hanugroho, menegaskan bahwa kehadiran LRT merupakan solusi transportasi berkelanjutan yang mendukung mobilitas masyarakat perkotaan tanpa menambah polusi dari kendaraan pribadi. Karena itu, penyelesaian proyek LRT Jakarta menjadi prioritas perseroan.
Baca JugaINKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal
“Tentunya, ini juga menjadi prioritas Waskita untuk menyelesaikan, yang harapannya nanti kita selesaikan di tahun 2026 di bulan Juni untuk LRT Jakarta,” ujar Hanugroho dalam Public Expose WSKT di Jakarta, Selasa.
Proyek ini diharapkan mampu memperkuat jaringan transportasi publik yang telah ada, sekaligus menyempurnakan konektivitas dari kawasan Timur Jakarta menuju pusat kota, mengingat jalur tersebut selama ini menjadi salah satu rute padat aktivitas masyarakat setiap hari.
Progres Konstruksi Capai 75,55 Persen
Per 14 Oktober 2025, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B untuk lintasan sepanjang 6,4 kilometer (km) sudah mencatat progres signifikan dengan tingkat penyelesaian mencapai 75,55 persen. Angka ini menunjukkan pekerjaan konstruksi berjalan sesuai jalur dan diharapkan terus berlanjut hingga 2026.
Untuk pekerjaan lapangan, pengerjaan dibagi menjadi dua zona utama dengan kemajuan berbeda:
Zona 1 – 73,95 persen
Meliputi pekerjaan di area Jalan Pemuda Rawamangun dan Jalan Pramuka Raya, termasuk:
Pekerjaan perlintasan jalur layang di Jalan Tol Wiyoto Wiyono
Pekerjaan struktur atap dan arsitektural Stasiun Pramuka BPKP
Zona 2 – 59,24 persen
Meliputi area Matraman hingga Manggarai dengan fokus:
Pekerjaan fondasi jalur layang di flyover Matraman
Pekerjaan arsitektural dan rangka atap Stasiun Matraman
Pekerjaan slabtrack di Jalan Tambak
Pekerjaan struktur sipil di Stasiun Manggarai dan jalur layang Jalan Sultan Agung
Setiap titik pekerjaan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari penyesuaian jalur eksisting, kepadatan lalu lintas, hingga penyelarasan konstruksi dengan infrastruktur transportasi lain seperti stasiun kereta dan jalan tol.
Proyek Strategis untuk Integrasi Transportasi Ibu Kota
Waskita Karya mengerjakan proyek ini melalui kerja sama operasi (KSO) bersama Nindya Karya di bawah konsorsium Waskita-Nindya LRS. Keduanya menjadi kontraktor utama pembangunan setelah ditunjuk melalui proses tender oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pemilik proyek.
LRT Jakarta Fase 1B akan menghubungkan Stasiun Velodrome di daerah Rawamangun hingga ke Stasiun Manggarai, salah satu simpul transportasi terbesar dan tersibuk di Tanah Air. Integrasi ini akan memperkuat konektivitas antar moda seperti KRL, TransJakarta, dan kereta jarak jauh dari berbagai daerah.
Dengan tersambungnya LRT pada koridor strategis ini, diharapkan masyarakat Jakarta memiliki lebih banyak pilihan menggunakan transportasi publik alih-alih kendaraan pribadi, sehingga mengurangi kemacetan serta beban polusi udara yang kini menjadi perhatian serius Pemprov DKI.
Pendanaan dari APBD Melalui PMD
Total investasi untuk menyelesaikan pembangunan proyek mencapai Rp4,1 triliun. Dana ini bersumber dari penyertaan modal daerah (PMD) kepada Jakpro yang berasal dari APBD DKI Jakarta sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan transportasi massal modern dan ramah lingkungan.
Pemerintah daerah berharap investasi ini akan kembali dalam bentuk peningkatan efisiensi mobilitas masyarakat, waktu tempuh yang lebih singkat, dan konektivitas yang memicu pertumbuhan ekonomi kawasan Jakarta bagian timur hingga pusat.
Menjawab Tantangan Mobilitas Masa Depan
LRT Jakarta bukan sekadar infrastruktur baru, tetapi bagian dari roadmap transformasi transportasi perkotaan. Dengan konsep elevated track dan sistem operasi modern, moda ini ditujukan untuk mempersingkat perjalanan harian masyarakat yang terus meningkat.
Waskita Karya juga terus memperkuat disiplin kualitas dan keselamatan kerja agar penyelesaian proyek berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Harapannya, fase 1B ini dapat segera terhubung dengan fase sebelumnya dan memperluas jaringan layanan di masa mendatang.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Nilai Penugasan Taruna KKP Perkuat Percepatan Pemulihan Bencana
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah
- Kamis, 15 Januari 2026
Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Kia Siapkan Strategi Baru Untuk Perkuat Posisi Bisnis Otomotif Indonesia
- Selasa, 13 Januari 2026
Produksi Emas BRMS Diprediksi Naik Signifikan Sepanjang Tahun 2026
- Selasa, 13 Januari 2026
Mandiri Micro Fest 2025 Dorong Pelaku Mikro Naik Kelas, Transaksi Digital Melonjak 45%
- Senin, 12 Januari 2026
Terpopuler
1.
7 Cara Menyimpan Nasi Matang Agar Tetap Pulen Tanpa Rice Cooker
- 15 Januari 2026
2.
3.
4.
Durian Tetap Segar dan Tak Bau, Ini Cara Menyimpannya di Kulkas
- 15 Januari 2026













