Harga Sembako Hari Ini 27 Oktober 2025 di Banten: Beras, Minyak, dan Cabai Naik
- Senin, 27 Oktober 2025
JAKARTA - Fluktuasi harga pangan selalu menjadi perhatian masyarakat, terutama di wilayah Banten.
Pada Senin, 27 Oktober 2025, data panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat adanya perubahan signifikan pada beberapa komoditas penting. Informasi ini penting agar konsumen dapat menyesuaikan anggaran belanja dan memprioritaskan kebutuhan sehari-hari.
Perubahan Harga Pangan di Banten
Baca Juga
Berdasarkan data Bapanas pukul 13.20 WIB, dari 25 komoditas utama tercatat 11 komoditas mengalami kenaikan, 11 komoditas turun, dan 3 tetap stabil. Kenaikan terjadi pada garam konsumsi, daging sapi murni, ikan tongkol, minyak goreng kemasan, dan daging kerbau beku impor. Sementara komoditas yang menurun antara lain tepung terigu kemasan, cabai merah besar, daging kerbau lokal, daging ayam ras, dan ikan kembung.
Kenaikan tertinggi terjadi pada garam konsumsi, melonjak Rp248 atau 2,53% menjadi Rp10.040 per kilogram. Sebaliknya, penurunan paling dalam tercatat pada bawang putih bonggol, turun Rp1.565 atau 4,17% menjadi Rp36.000 per kilogram.
Harga Komoditas Pokok untuk Konsumen
Masyarakat Banten perlu mencermati harga sejumlah bahan pokok yang sering digunakan dalam rumah tangga. Beberapa harga penting hari ini antara lain:
Beras premium: Rp15.044/kg (naik 0,77%)
Beras medium: Rp13.066/kg (naik 1,18%)
Minyak goreng kemasan: Rp19.955/liter (naik 0,46%)
Minyak goreng curah: Rp16.658/liter (turun 0,94%)
Cabai merah besar: Rp50.556/kg (turun 0,33%)
Cabai merah keriting: Rp53.864/kg (naik 2,37%)
Telur ayam ras: Rp30.100/kg (naik 0,54%)
Daging sapi murni: Rp134.545/kg (naik 0,02%)
Daging kerbau beku impor: Rp115.000/kg (naik 2,22%)
Dengan informasi ini, konsumen dapat mengatur belanja harian, misalnya membeli cabai merah besar yang sedikit menurun atau mengutamakan stok beras dan minyak yang mengalami kenaikan.
Faktor Penyebab Fluktuasi Harga
Perubahan harga pangan tidak terjadi tanpa sebab. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran menjadi faktor utama. Pertumbuhan populasi dan permintaan yang tinggi kerap memengaruhi harga, sementara pasokan dari pertanian sangat tergantung pada kondisi alam, ketersediaan lahan, dan pergeseran fungsi lahan.
Faktor produksi menjadi penentu utama harga. Ketika permintaan tinggi namun pasokan rendah, harga cenderung naik. Sebaliknya, ketika produksi melimpah, harga akan turun. Distribusi juga memengaruhi, semakin lama dan rumit proses distribusi, harga meningkat. Jumlah pedagang juga berpengaruh: persaingan yang tinggi cenderung menstabilkan harga, sedangkan sedikit pedagang membuat harga lebih ekstrem.
Contohnya, musim hujan sering menyebabkan cabai gagal panen karena busuk atau serangan hama, sehingga harga melonjak. Di musim kemarau, panen lebih lancar, stok melimpah, dan harga menurun. Hal serupa berlaku pada komoditas lain, termasuk bawang, daging, dan minyak goreng.
Strategi Belanja dan Pemantauan Harga
Bagi konsumen, strategi belanja cerdas sangat penting di tengah fluktuasi harga pangan. Memantau harga secara rutin melalui sumber resmi seperti Bapanas dapat membantu menyesuaikan pembelian. Memprioritaskan bahan pokok yang harganya stabil atau menurun, sambil mengantisipasi kenaikan pada komoditas tertentu, dapat menghemat pengeluaran.
Selain itu, membeli bahan pokok dalam jumlah terbatas tapi berkala dapat mencegah kerugian akibat kenaikan harga mendadak. Konsumen juga dianjurkan membandingkan harga antar pasar atau toko untuk mendapatkan harga terbaik. Misalnya, cabai merah besar yang menurun sedikit bisa menjadi pilihan untuk belanja dalam jumlah yang aman sebelum harga naik kembali.
Dengan pemahaman ini, masyarakat di Banten dapat lebih bijak dalam mengelola kebutuhan pangan sehari-hari. Kesadaran terhadap fluktuasi harga serta strategi belanja yang tepat menjadi kunci agar tetap hemat, meskipun harga beberapa komoditas mengalami kenaikan.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Nilai Penugasan Taruna KKP Perkuat Percepatan Pemulihan Bencana
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah
- Kamis, 15 Januari 2026
Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah
- Kamis, 15 Januari 2026
Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital
- Kamis, 15 Januari 2026
Mendagri Fokuskan Strategi Pemulihan Terukur Pascabencana Sumatera Barat Berkelanjutan
- Kamis, 15 Januari 2026
Gibran Optimistis Pariwisata Bisa Menjadi Penggerak Perekonomian Nasional
- Selasa, 13 Januari 2026
Terpopuler
1.
7 Cara Menyimpan Nasi Matang Agar Tetap Pulen Tanpa Rice Cooker
- 15 Januari 2026
2.
3.
4.
Durian Tetap Segar dan Tak Bau, Ini Cara Menyimpannya di Kulkas
- 15 Januari 2026










