Jumat, 16 Januari 2026

Sejarah Takjil di Indonesia: Tradisi Ramadan yang Tak Pernah Pudar

Sejarah Takjil di Indonesia: Tradisi Ramadan yang Tak Pernah Pudar
Sejarah Takjil di Indonesia: Tradisi Ramadan yang Tak Pernah Pudar

JAKARTA - Bulan Ramadan selalu menjadi momen penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Selain menjalankan ibadah puasa, bulan suci ini juga menjadi waktu untuk mempererat silaturahmi. Salah satu tradisi yang melekat erat dalam budaya Ramadan di Indonesia adalah takjil makanan atau minuman yang dikonsumsi saat berbuka puasa.

Awal Mula Takjil di Indonesia

Sejarah takjil di Indonesia dapat ditelusuri sejak zaman kerajaan Islam, terutama di era Kesultanan Demak dan Mataram. Pada masa itu, masyarakat berkumpul di masjid atau musholla untuk berbuka puasa bersama sebelum melaksanakan salat tarawih. Hidangan takjil sederhana seperti kurma dan air menjadi menu utama berbuka puasa, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga

Ini Waktu dan Cara Mandi Tepat untuk Membantu Tidur Lebih Berkualitas

Memasuki abad ke-19, tradisi takjil semakin berkembang, terutama di pedesaan. Masyarakat mulai menyiapkan takjil sendiri menggunakan bahan-bahan alami seperti buah-buahan dan kue tradisional. Takjil kemudian dibagikan kepada tetangga dan kerabat sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian sosial.

Takjil di Era Modern

Hingga kini, takjil tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan di Indonesia. Meski pilihan makanan berbuka semakin beragam, takjil tetap memiliki makna khusus dalam budaya masyarakat. Berbagai daerah bahkan memiliki tradisi unik dalam menyajikan takjil.

Di Yogyakarta, misalnya, masyarakat mengadakan tradisi "Buka Puasa Bersama" di alun-alun kota, di mana ribuan orang berkumpul untuk berbuka puasa bersama sebelum menunaikan ibadah tarawih. Tradisi serupa juga dapat ditemukan di berbagai kota lain, memperlihatkan betapa eratnya hubungan sosial yang terjalin selama bulan Ramadan.

Sejarah takjil di Indonesia membuktikan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi dan memperkuat hubungan sosial. Takjil bukan sekadar makanan berbuka, melainkan warisan budaya yang terus lestari di tengah perkembangan zaman.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dari Puluhan hingga Ratusan Lauk, Ini 5 Nasi Rames Favorit Kelapa Gading

Dari Puluhan hingga Ratusan Lauk, Ini 5 Nasi Rames Favorit Kelapa Gading

Gurih dan Renyah, 3 Resep Tumis Pakcoy Favorit untuk Makan Siang

Gurih dan Renyah, 3 Resep Tumis Pakcoy Favorit untuk Makan Siang

5 Rekomendasi Nasi Tempong Paling Diburu di Jakarta, Sambalnya Pedas Menggigit

5 Rekomendasi Nasi Tempong Paling Diburu di Jakarta, Sambalnya Pedas Menggigit

Masih Ragu Konsumsi Minyak Zaitun? Ini 5 Khasiat Sehatnya Sayang Jika Dilewatkan

Masih Ragu Konsumsi Minyak Zaitun? Ini 5 Khasiat Sehatnya Sayang Jika Dilewatkan

Biar Tak Cepat Lelah, Ini Tujuh Minuman Ideal Sebelum Olahraga

Biar Tak Cepat Lelah, Ini Tujuh Minuman Ideal Sebelum Olahraga