Qatar Resmi Investasi dalam Proyek Satu Juta Rumah di Indonesia Fokus pada TOD untuk Masyarakat Menengah ke Bawah
- Rabu, 22 Januari 2025
Jakarta – Qatar telah resmi menanamkan investasi dalam pembangunan satu juta rumah di Indonesia, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat menengah ke bawah.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menegaskan bahwa proyek ini akan didukung melalui skema kredit pemilikan rumah (KPR) dengan fokus pada pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD), Rabu, 22 Januari 2025.
Pada konferensi pers yang digelar di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Erick Thohir menyatakan, "Yang pasti kita akan mendukung pembayaran cicilan KPR karena memang sifatnya adalah mencicil. Kita harus memastikan bahwa cicilan tidak sampai mengalami kemacetan." Proyek ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat yang memerlukan hunian terjangkau serta mengoptimalkan akses ke transportasi publik.
Fokus Proyek pada Konsep TOD
Program perumahan ini mendapatkan dukungan kuat dari penyelenggara pemerintahan dengan penerapan konsep TOD yang menitikberatkan pada aksesibilitas transportasi publik. Erick Thohir menekankan pentingnya pemilihan lahan yang tepat, terutama yang sudah terjangkau oleh ekosistem transportasi publik. "Dari survei yang kita lihat, kesuksesan pembangunan perumahan itu kalau ada akses dari transportasi publik. Kita tidak ingin sembrono dengan menawarkan tanah-tanah aset yang tidak tersambung dengan transportasi publik," jelas Erick.
Kerjasama antara Indonesia dan Qatar ini sebelumnya telah diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Istana Merdeka oleh Sheikh Abdul Aziz Al Thani dari Qatar dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara).
Persiapan oleh BUMN dan Pemerintah
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa nantinya tiga BUMN akan turut andil dalam menyiapkan lahan untuk pembangunan satu juta rumah. Ini merupakan bagian dari Program 3 Juta Rumah yang sedang digalakkan pemerintah. "Tugas kami selanjutnya adalah mempersiapkan lahan yang dimiliki negara untuk lokasi pembangunan. Pak Erick nantinya akan menyiapkan dari PTP, KAI, dan Perumnas, kemudian dari Kemensetneg ada di Kemayoran dan di sekitar Senayan, serta dari Kementerian Keuangan dari DJKN ada di Kalibata," ujar Ara, mengutip pernyataannya di Istana Merdeka.
Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah, menambahkan bahwa hunian yang akan dibangun Qatar ini berupa hunian vertikal yang akan tersebar di berbagai daerah, tidak terbatas pada Jakarta saja. "Pembangunan satu juta unit rumah akan dilakukan di seluruh Indonesia karena di mana pun ada keperluan kita untuk membangun, terutama di kawasan yang perlu kita renovasi supaya lebih bagus, nah di situ kita masuk," terangnya.
Baca Juga
Tri Kismayanti
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Nilai Penugasan Taruna KKP Perkuat Percepatan Pemulihan Bencana
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah
- Kamis, 15 Januari 2026
Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah
- Kamis, 15 Januari 2026
Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital
- Kamis, 15 Januari 2026
Mendagri Fokuskan Strategi Pemulihan Terukur Pascabencana Sumatera Barat Berkelanjutan
- Kamis, 15 Januari 2026
Gibran Optimistis Pariwisata Bisa Menjadi Penggerak Perekonomian Nasional
- Selasa, 13 Januari 2026
Terpopuler
1.
7 Cara Menyimpan Nasi Matang Agar Tetap Pulen Tanpa Rice Cooker
- 15 Januari 2026
2.
3.
4.
Durian Tetap Segar dan Tak Bau, Ini Cara Menyimpannya di Kulkas
- 15 Januari 2026










