KAI Targetkan Pengembangan Peron Stasiun Bogor Selesai 15 Juli 2026

Proses pengerjaan peron Stasiun Bogor. (Sumber Foto: finance.detik.com)
Selasa, 07 Juli 2026 | 13:25:14 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mematok target penyelesaian pengembangan peron jalur 6, 7, serta 8 di Stasiun Bogor pada 15 Juli 2026.

Agenda tersebut disiapkan demi menunjang operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta (SF12) di jalur Bogor.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menuturkan, saat ini kegiatan konstruksi sudah masuk fase akhir serta dijalankan bersamaan dengan uji operasional guna menjamin seluruh sarana siap dipakai.

Menurut dari Sumbernya, stasiun Bogor memberikan layanan pergerakan pemakai jasa KRL terbanyak sepanjang semester I 2026.

Oleh karena itu, pengembangan peron jalur 6, 7, serta 8 menjelma menjadi bagian krusial guna menyiapkan daya tampung fasilitas yang lebih luas, terutama dalam mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta atau SF12.

Dari Sumbernya menjelaskan, pengembangan peron diawali sejak 15 April 2026 serta mencakup agenda persiapan, struktur serta arsitektur, mechanical, electrical and plumbing (MEP), agenda jalur rel, hingga listrik aliran atas (LAA).

KAI pun memasang kanopi di area peron guna meningkatkan kenyamanan pemakai jasa saat menunggu KRL, baik kala cuaca terik maupun basah.

Selaku bagian dari tahapan penyelesaian agenda, KAI telah mengadakan uji beban memakai lokomotif pada 29 Juni 2026.

Selanjutnya, uji coba operasional KRL dijalankan pada 1 Juli 2026 guna memastikan kesiapan keamanan serta mutu sarana sebelum difungsikan secara maksimal.

"Selama proses pembangunan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter tetap menjaga kelancaran pelayanan agar operasional perjalanan KRL berjalan aman, tertib, dan lancar," ujar dari Sumbernya.

Selain itu, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan pun sedang menyiapkan penguatan keterhubungan antara Stasiun Bogor serta Stasiun Bogor Paledang guna mempermudah peralihan layanan bagi publik.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo