Menkop Majukan Koperasi Berbasis Energi Terbarukan di Desa

Menkop Ferry Juliantono. (Sumber Foto: NET)
Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12:10 WIB

JAKARTA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, termasuk penguatan ekonomi hijau yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. 

Koperasi dapat menjadi instrumen penting dalam mengelola sumber daya secara produktif, adil, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam transformasi ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Ferry Juliantono saat membuka Forum Ekonomi Hijau bertajuk “Pengembangan Ekosistem dan Sumber Daya” yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) di Auditorium PLN Kantor Pusat, Rabu (17/6/2026). 

Forum tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Dewan Penasihat Presiden Burhanuddin Abdullah serta Direktur Utama PLN Joko Triharyanto, sebagai ruang diskusi untuk mendorong ekonomi hijau yang inklusif.

“Untuk memperkuat peran tersebut, Kementerian Koperasi mendorong berbagai kegiatan perkembangan koperasi berbasis energi terbarukan, sehingga instrumen kemandirian ekonomi desa itu juga bisa berkembang secara bersamaan,” ujarnya.

Salah satu langkah nyata adalah pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Di lapangan, Kementerian Koperasi masih menemukan desa yang belum memiliki akses listrik memadai dan bergantung pada generator solar yang hanya mampu beroperasi selama 4-5 jam. 

Guna mengatasi hal tersebut, Kementerian Koperasi bekerja sama dengan PT PLN untuk menghadirkan solusi energi terbarukan.

“Kemudian, waktu itu kami berdiskusi dengan PT PLN dan membuat pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 6 mega yang kami buat pilot project di Sembur Laut, di Pulau Sumber Laut, Kota Batam," ujar Ferry.

Ia berharap model tersebut dapat segera diresmikan dan direplikasi di desa-desa lain yang belum teraliri listrik. Menurutnya, penggunaan energi terbarukan dapat mengurangi beban biaya solar yang mahal bagi masyarakat berpendapatan rendah. 

Namun, ia juga menekankan perlunya inovasi kebijakan dan pembiayaan untuk menjawab tantangan penguatan kapasitas SDM, teknologi, serta koordinasi lintas sektor.

Ferry menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau harus tumbuh dari tingkat komunitas melalui partisipasi masyarakat. Sementara itu, Ketua Pelaksana Forum, Ferdian Agustiana, menekankan pentingnya sinergi dari berbagai pihak.

“Kami meyakini bahwa agenda ekonomi hijau tidak dapat dijalankan untuk satu institusi saja. Dibutuhkan ruang kolaborasi kami semua, sinergi, dan kesediaan untuk bekerja sama," ujar Ferdian.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo