Dishub DKI Pastikan Kabar Bohong Tebusan Motor Ojol Rp 250 Ribu Hoax

Dishub DKI pastikan isu tebusan motor ojol Rp 250 ribu adalah hoax. (Sumber Foto: NET)
Senin, 22 Juni 2026 | 16:12:10 WIB

JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberikan tanggapan terkait kabar pengemudi ojek online (ojol) bernama Sulis Agung yang disebut diminta uang tebusan sebesar Rp 250 ribu saat motornya diangkut petugas Dishub di Jakarta Timur. 

Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, memastikan bahwa isu tersebut adalah kabar bohong atau hoax.

"Meluruskan berita hoax, perlu kami luruskan pemberitaan di media juga, bahwa isu yang berkembang adalah Pak Sulis itu motornya ditahan, diminta uang Rp 250 ribu. Dan tiga hari kalau nggak diambil itu akan ditaruh di Satlantas ya, seperti itu, bahwa itu hoax," ujar Budi usai apel bersama dengan pengemudi ojol di Balai Kota, Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Budi menjelaskan bahwa saat proses penindakan, motor milik Sulis sebenarnya langsung diambil kembali pada hari itu juga. Sulis pun segera membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dan tidak dikenakan biaya apa pun saat proses pengambilan kendaraan.

"Dan apa yang sesungguhnya terjadi? Yang sesungguhnya terjadi adalah di saat hari itu juga, Pak Sulis atau Pak Agung, di saat (motor) dinaikkan dan langsung Pak Sulis juga mengambil hari itu. Dan langsung mengambil motornya dengan hanya membuat surat pernyataan dan tidak akan mengulangi lagi, dan tidak dipungut biaya apa pun," jelasnya.

Budi menambahkan bahwa klarifikasi tersebut juga sudah disampaikan langsung oleh Sulis. Selanjutnya, Kepala Sudinhub Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, sempat mendatangi kediaman Sulis guna bersilaturahmi untuk meredam kegaduhan yang sempat terjadi di media sosial.

"Dan itu pun juga sudah disampaikan oleh Pak Agung atau Pak Sulis di dalam dialognya ataupun penyampaiannya. Bahwa kami pada hari itu (Sabtu, 20/6), Pak Sudin Jakarta Timur hadir ke sana tidak membawa motornya Pak Sulis," ucap Budi.

"Tapi hadir silaturahmi dalam rangka kekeluargaan karena kondisinya sudah terjadi kegaduhan di media sosial. Dan ini penting banget untuk kami hadir. Itulah makanya dishub hadir untuk Jakarta," tambahnya.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo