Tim Gabungan Observasi Sumur Tua Diduga Kandung Migas di Lamongan
LAMONGAN – Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, SKK Migas, Pertamina, serta unsur TNI dan Forkopimcam melakukan peninjauan dan verifikasi lapangan terhadap sejumlah sumur tua yang diduga mengandung minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Kabupaten Lamongan, Kamis (18/6/2026).
Salah satu area yang menjadi target peninjauan terletak di kawasan milik Perhutani di Dusun Gebangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Sugio.
Sumur lama tersebut sebelumnya dikabarkan memunculkan tanda-tanda zat yang disinyalir berhubungan dengan kandungan migas sehingga memerlukan pemeriksaan lebih mendalam oleh tim ahli. Aktivitas peninjauan ini dipimpin oleh Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Lamongan, Nurul Minin.
Dalam agenda tersebut, hadir pula perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, SKK Migas Regional Jawa Timur, Pertamina PEP Zona 11 Jawa Timur, Forkopimcam Sugio, Pemerintah Desa Kalitengah, beserta jajaran instansi terkait lainnya.
Begitu sampai di tempat tujuan, tim segera melangsungkan peninjauan fisik pada kondisi sumur, verifikasi di area, serta pengumpulan data awal demi mendeteksi potensi kandungan sumber daya alam di wilayah tersebut.
Bukan hanya di Kecamatan Sugio, tim gabungan meneruskan peninjauan ke titik lain di Desa Sekidang, Kecamatan Sambeng. Titik kedua ini juga dikabarkan mempunyai sumur lama yang disinyalir menyimpan potensi migas sehingga memerlukan penelitian yang lebih komprehensif.
Langkah survei ini dilangsungkan sebagai bagian dari tindakan pemerintah dalam memetakan potensi sumber daya alam di area Lamongan sekaligus menjamin keadaan lingkungan sekeliling tetap kondusif.
Danramil 0812/13 Sugio, Kapten Arm Yudhi Kurniadi, yang ikut mengawal aktivitas itu menuturkan keikutsertaan TNI bersama jajaran Forkopimcam bertujuan menyokong kelancaran proses survei sekaligus mengawal situasi keamanan selama aktivitas bergulir.
“Pendampingan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI, Forkopimcam, dan instansi teknis untuk memastikan proses pengkajian potensi alam berjalan aman dan lancar. Selain itu, kami juga ingin mengantisipasi kemungkinan dampak lingkungan yang dapat muncul bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Berdasarkan penuturannya, data dari survei dan pemeriksaan teknis bakal dijadikan acuan bagi instansi terkait dalam menetapkan tindakan berikutnya mengenai potensi kandungan migas yang didapati di area tersebut.
Pihak pemerintah berharap langkah identifikasi ini bisa membuahkan kejelasan yang lebih mendalam mengenai potensi sumber daya energi di Kabupaten Lamongan.
Apabila terbukti mempunyai kandungan migas yang bernilai ekonomis, hasil temuan ini berpeluang menjadi salah satu aset strategis daerah yang dapat menyokong sektor energi serta pembangunan wilayah ke depan.