KTT ASEAN-Rusia, Pakar: Indonesia Miliki Otoritas Jaga Kerja Sama

Menteri Luar Negeri Sugiono mewakili Indonesia dalam KTT ASEAN-Rusia di Kazan, Rusia. (Sumber Foto: NET)
Kamis, 18 Juni 2026 | 15:56:21 WIB

JAKARTA - Kehadiran Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia dipandang memiliki arti strategis bagi penguatan kemitraan, mengingat Indonesia memiliki kharisma tersendiri dalam menjaga kesinambungan serta stabilitas kerja sama antara ASEAN dan Rusia di tengah dinamika geopolitik global.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah, yang merujuk pada posisi Indonesia sebagai negara pendiri ASEAN sekaligus negara dengan ekonomi dan populasi terbesar di kawasan.

“Kehadiran RI ke Rusia dalam konteks ASEAN-Rusia sangatlah penting. Sebagai pendiri ASEAN dengan ekonomi dan penduduk yang terbesar, RI memiliki kharisma tersendiri, sebagai penjamin mantapnya kerjasama ASEAN-Rusia,” katanya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Akademisi Universitas Padjadjaran tersebut menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia dalam forum ini tidak hanya penting secara simbolis, tetapi juga memberikan manfaat konkret bagi pengembangan kerja sama baik di tingkat bilateral maupun regional. Indonesia dan Rusia saat ini telah memiliki dokumen Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership) yang menurut Reza, semua pencapaiannya dapat saling dikomunikasikan dalam dialog bilateral.

“Terutama sekali jika sudah menyangkut Asta Cita, Sustainable Development Goals (SDGs), dan upaya dukungan ASEAN-Rusia bagi perdamaian dan kerjasama dengan kawasan Timur Tengah,” sambungnya.

Selain memperkuat hubungan bilateral, pakar tersebut menyampaikan harapan agar Indonesia mampu mendorong lahirnya agenda bersama ASEAN-Rusia yang lebih terukur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh negara anggota ASEAN.

“KTT ASEAN-Rusia hendaknya memiliki agenda bersama, yang dibuat secara sistematis dan terukur, hingga bermanfaat bagi semua anggota ASEAN, kecil hingga besar,” kata dia.

Melalui peran aktif Indonesia, forum ASEAN-Rusia diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah konkret yang memperkuat kerja sama ekonomi, pembangunan berkelanjutan, serta kontribusi terhadap stabilitas dan perdamaian, baik di kawasan maupun global.

Kehadiran Indonesia di KTT ASEAN-Rusia yang berlangsung pada 17-19 Juni di Kazan, Rusia, diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. Menteri Sekretaris Negara yang juga Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri agenda tersebut. Prasetyo menyampaikan salah satu pertimbangannya karena Presiden Prabowo baru saja bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada 13 April 2026, serta telah bertemu sejumlah pemimpin negara anggota ASEAN saat KTT ASEAN di Cebu, Filipina, pada 7-8 Mei 2026.

“Presiden memiliki pertimbangan tersendiri karena memang masih banyak hal yang Presiden ingin fokus untuk diselesaikan di dalam negeri,” kata Mensesneg menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di area gerbang utama kediaman pribadi Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.

 

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo