Kapal Pertamina Pakai Tenaga Surya, Emisi Karbon Susut 79 Ton

Kapal Oil Barge Patra 2303 milik Pertamina menggunakan tenaga surya untuk mengurangi emisi karbon hingga 79,2 ton per tahun. (Sumber Foto: NET)
Rabu, 17 Juni 2026 | 09:20:09 WIB

PANGKAL PINANG - Pertamina terus memperluas inisiatif energi bersih melalui pemanfaatan tenaga surya pada armada kapal pengangkut. 

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 sebagai langkah dekarbonisasi maritim, yang diproyeksikan mampu menekan emisi hingga 79,2 ton CO? per tahun.

Sistem panel surya off-grid berkapasitas 11,5 kWp pada Kapal OB Patra 2303 ini dipadukan dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh. 

Selain mereduksi emisi karbon secara signifikan, penggunaan listrik tenaga surya ini juga diestimasi menghemat konsumsi bahan bakar diesel hingga 28,08 kiloliter setiap tahunnya.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina, Agung Wicaksono, menegaskan bahwa pemanfaatan energi surya pada kapal membuktikan bahwa upaya pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil dapat diterapkan di laut, tidak terbatas hanya di daratan.

“Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi (konversi sumber energi diesel ke sumber energi alternatif) tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi,” ujarnya usai meninjau Kapal OB 2303 di Pangkal Pinang, Kamis (11/6).

Proyek ini merupakan kolaborasi antara PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) sebagai penyedia solusi energi, Pertamina Trans Kontinental (PTK) selaku operator, serta Pertamina International Shipping (PIS) sebagai subholding Integrated Marine Logistics Pertamina.

PTK menegaskan bahwa program energi bersih ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam mendukung operasional yang efisien dan berkelanjutan. 

Plt. Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, Eko Cahyadi, menyatakan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama sejak perencanaan hingga pemasangan sistem di kapal. 

Hal ini sangat krusial karena OB Patra 2303 membawa muatan minyak yang memerlukan standar keamanan lebih ketat dibandingkan fasilitas konvensional.

“Yang membuat proyek ini istimewa adalah pemasangan dilakukan pada kapal yang mengangkut muatan berbahaya. Karena itu, proses instalasi harus memenuhi standar keselamatan yang jauh lebih ketat,” tegasnya.

Penerapan PLTS ini dijalankan dengan standar HSSE yang tinggi sehingga sistem dapat beroperasi tanpa mengganggu aktivitas kapal. 

Direktur Perencanaan Bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS), Eka Suhendra, menambahkan bahwa keberhasilan proyek ini merupakan tonggak strategis dalam dekarbonisasi maritim.

“Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru,” katanya.

Sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060, Pertamina menargetkan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 1,9 juta ton CO?. 

Sepanjang dua bulan awal tahun ini, realisasi penurunan emisi di lingkungan Pertamina telah mencapai 354.609 ton CO?, atau 112 persen dari target periode berjalan.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo