Tabrakan Beruntun Libatkan Minibus Rombongan Siswa TK di Bangkalan, 1 Tewas

Kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk, bus mini rombongan anak TK, dan sepeda motor terjadi di Jalan Raya Desa Lombang Daja, Bangkalan. (Sumber Foto: beritasatu.com)
Senin, 15 Juni 2026 | 15:29:39 WIB

BANGKALAN - Kecelakaan beruntun yang melibatkan minibus rombongan siswa TK terjadi di Jalan Raya Baeler, Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Minggu (14/6/2026). 

Satu orang, yakni pengendara sepeda motor yang terlibat dalam insiden tersebut, meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menjelaskan bahwa awalnya truk berpelat nomor S 9435 NG yang dikemudikan oleh IM (20), warga Sampang, melaju menuju arah Sampang dengan membawa muatan perabotan asal Jawa Tengah.

Setibanya di Jalan Raya Baeler, Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, pengemudi truk diduga kurang konsentrasi sehingga menabrak kendaraan di depannya, yaitu mobil Elf berpelat nomor M 7696 UA yang dikendarai oleh SR (36), warga Kabupaten Pamekasan.

"Bersamaan dengan itu, ada kendaraan roda dua dengan pelat L 6525 DAQ yang dikendarai oleh H (55), warga Sampang, hendak menghindari minibus tapi malah terjatuh lalu tertabrak truk juga," ucapnya, Senin (15/6/2026).

Akibat kejadian tersebut, pengendara motor meninggal dunia di lokasi karena tertabrak truk bermuatan penuh. Sementara itu, mobil Elf yang mengangkut rombongan siswa TK yang hendak berwisata terguling di jalan raya.

"Saat kami tiba di lokasi, penumpang mobil Elf sudah dipindahkan. Namun, ada dua penumpang, satu dewasa dan anak-anak mengalami luka ringan," imbuhnya.

Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan evakuasi dengan bantuan warga setempat. Proses evakuasi korban meninggal dunia memerlukan waktu cukup lama karena posisi korban terjepit di bawah roda truk.

Ketiga kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan parah, khususnya mobil Elf yang sempat terguling. "Saat ini kasus tersebut masih didalami oleh Unit Gakkum Satuan Lalu Lintas Polres Bangkalan," pungkasnya.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo