Swiss Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Penandatanganan Damai AS dan Iran

Swiss mengajukan Jenewa sebagai lokasi penandatanganan perjanjian damai antara AS dan Iran. (Sumber Foto: NET)
Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:58:04 WIB

JAKARTA - Swiss memberikan apresiasi terhadap peran Pakistan dalam memfasilitasi diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di tengah laporan mengenai kesepakatan damai. Swiss telah mengajukan diri agar Jenewa menjadi lokasi penandatanganan perjanjian damai antara kedua negara tersebut.

Dilansir AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (13/6/2026), Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, melakukan komunikasi telepon dengan Menteri Luar Negeri Swiss, Ignazio Cassis. 

Keduanya membahas perkembangan situasi regional serta menyambut baik kemajuan yang menggembirakan menuju kesepakatan antara AS dan Iran, sebagaimana dilaporkan pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

"Swiss sepenuhnya terlibat. Kami menjalin kontak erat dengan Amerika Serikat dan Iran," kata Kementerian Luar Negeri Swiss melalui pesan singkat yang dikirim kepada AFP.

Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan bahwa pihaknya memainkan peran aktif "untuk mendukung upaya menuju Nota Kesepahaman yang dimaksudkan untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata dan membuka jalan bagi de-eskalasi dalam konteks konflik antara Iran dan AS".

Lebih lanjut, kementerian tersebut menyampaikan bahwa pihaknya "telah mengusulkan Swiss sebagai tempat untuk kemungkinan penandatanganan, jika para pihak menyetujuinya".

Pada Kamis (11/6/2026), empat pesawat angkut C-17 milik Angkatan Udara AS dikabarkan terbang menuju Eropa membawa berbagai peralatan untuk mendukung kemungkinan kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Jenewa guna penandatanganan perjanjian prospektif antara AS dan Iran, demikian dilansir Axios.

Persiapan tersebut menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebutkan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai "kesepakatan besar" dan dimungkinkan dapat menandatangani perjanjian tersebut paling cepat pada akhir pekan ini.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, juga telah memberikan konfirmasi bahwa kedua pihak telah menyepakati "draf akhir" dari kemungkinan kesepakatan tersebut dan saat ini sedang menyelesaikan berbagai "langkah selanjutnya".

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo