Sepakat Akhiri Perang, Iran Rampungkan Draf Perjanjian Damai dengan AS

Abbas Araghchi. (Sumber Foto: NET)
Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:58:04 WIB

JAKARTA - Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa Teheran telah mencapai kesepakatan mengenai mayoritas isu yang dibahas bersama Amerika Serikat (AS). Saat ini, Iran tengah melakukan peninjauan internal terakhir terhadap rancangan perjanjian damai tersebut.

Dilansir Anadolu Agency, Sabtu (13/6/2026), melalui televisi pemerintah, Baghaei mengungkapkan bahwa pernyataan Menlu Abbas Araghchi sebelumnya yang menyebut rancangan Nota Kesepahaman Islamabad "belum pernah sedekat ini" secara tepat mencerminkan situasi negosiasi saat ini.

"Saat ini, kesepahaman telah tercapai pada sebagian besar isu, dan kami berada di tahap akhir peninjauan internal," kata Baghaei.

Baghaei menjelaskan bahwa pertemuan antar lembaga terkait di Iran sedang dilakukan untuk memeriksa teks draf dan menentukan posisi akhir Teheran.

Baghaei berpendapat bahwa kesepakatan sebenarnya dapat dicapai beberapa minggu lalu, namun ia menuding pihak AS berulang kali mengubah posisi, mengeluarkan pernyataan yang bertentangan, serta mengajukan tuntutan baru yang memperlambat proses.

Baghaei juga menolak tuduhan bahwa Iran kurang memiliki niat baik dalam negosiasi, dengan menegaskan bahwa Teheran secara konsisten menanggapi pembicaraan dengan cara yang konstruktif. Juru bicara tersebut enggan mengonfirmasi berbagai laporan media mengenai isi negosiasi.

"Tidak satu pun laporan yang dipublikasikan dapat dikonfirmasi secara resmi," katanya, seraya menambahkan bahwa detail perinciannya akan diumumkan setelah kesimpulan akhir tercapai.

Baghaei menyebutkan bahwa proses pengambilan keputusan memerlukan konsensus dari otoritas serta lembaga terkait sebelum kesepakatan apa pun dapat disetujui.

Pernyataan ini disampaikan beberapa jam setelah Araghchi menulis dalam unggahan di platform media sosial X bahwa usulan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad antara Iran dan Amerika Serikat "belum pernah sedekat ini", serta mendesak media agar tidak berspekulasi sampai proses tersebut selesai.

Negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan ini berfokus pada pengakhiran permusuhan antara Iran dan Amerika Serikat, pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas maritim, serta mencapai konsensus mengenai program nuklir Iran.

Para pejabat Iran secara berulang kali menyampaikan bahwa sebagian besar teks telah disepakati, sembari menuduh Washington memperlambat kemajuan melalui perubahan posisi dan pernyataan yang kontradiktif.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo