Strategi Rawat Bumi, Telkomsel Implementasikan 360 Green BTS

Telkomsel telah mengoperasikan lebih dari 360 BTS yang menggunakan energi terbarukan di seluruh Indonesia. (Sumber Foto: NET)
Senin, 08 Juni 2026 | 15:34:17 WIB

JAKARTA - PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel menyatakan bahwa saat ini lebih dari 360 unit base transceiver station (BTS) telah menggunakan energi terbarukan.

Informasi tersebut disampaikan oleh Vice President Corporate Innovation, Sustainability & Marketing Telkomsel, Mia Melinda, dalam acara peluncuran Sustainability Report 2025 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Pembangunan BTS berbasis energi hijau ini merupakan elemen dari strategi keberlanjutan Telkomsel lewat pilar "Jaga Bumi". Upaya ini dilakukan guna menyeimbangkan ekspansi jaringan dengan pelestarian lingkungan melalui prinsip keberlanjutan yang terintegrasi di seluruh proses bisnis perusahaan.

Oleh karena itu, pengembangan jaringan serta penanaman modal pada sektor teknologi kini mulai memprioritaskan solusi yang ramah lingkungan. Perusahaan tidak hanya menerapkan BTS bertenaga surya atau panel surya, tetapi juga menjalankan pengelolaan limbah elektronik dengan metode reuse dan recycle.

"Yang kami lakukan terkait penurunan emisi di alat-alat produksi kami misalnya, itu lebih ke arah bagaimana kami lebih memilih menggunakan Green BTS apabila dimungkinkan," kata Mia.

Di samping membangun BTS hijau, operator seluler tersebut turut menjalankan berbagai program efisiensi energi. Spesifikasi keberlanjutan kini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam setiap pengadaan teknologi dan inovasi baru. Mia menjelaskan bahwa investasi Environmental, Social, and Governance (ESG) tidak diletakkan pada anggaran khusus, melainkan prinsip keberlanjutan diterapkan langsung ke dalam keputusan operasional serta bisnis perusahaan.

Berdasarkan data perusahaan, Telkomsel menghasilkan emisi sekitar 1,7 juta ton setara karbon dioksida (CO2e). Walaupun angka tersebut lebih rendah dibanding sektor industri berat, perusahaan tetap berkomitmen mendukung target penurunan emisi nasional.

Vice President Corporate Communications & CSR Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyampaikan bahwa berbagai inisiatif yang dijalankan sejak 2023 hingga 2025 telah berhasil menurunkan emisi sekitar 83 ton karbon. Upaya tersebut dilakukan beriringan dengan pertumbuhan kebutuhan jaringan dan layanan digital.

"Komitmen Telkomsel untuk mengurangi karbon terus berjalan. Ke depan kami akan mengikuti arah kebijakan emission reduction yang telah ditetapkan pemerintah," jelas Fahmi.

Telkomsel sendiri telah menargetkan penguatan program keberlanjutan hingga tahun 2030. Fokus perusahaan mencakup pembangunan infrastruktur hijau, efisiensi energi, serta penggunaan teknologi rendah emisi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan bahwa keberhasilan bisnis berkelanjutan membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.

"Perjalanan menuju bisnis berkelanjutan hanya bisa dijalankan melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi agar kami bisa bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi Indonesia," ujarnya.

Ia berharap Telkomsel dapat menjadi inspirasi dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

"Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi, membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan," tutup Wong Soon Nam.

Ke depan, Telkomsel akan terus memperkuat implementasi strategi keberlanjutan yang sejalan dengan program GoZero Telkom Group, sekaligus mendukung target pengurangan emisi nasional menuju Net Zero Emission 2060.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo