PLN EPI Maksimalkan Limbah Sawit Jadi Energi Bersih Bio-CNG

Diseminasi Pengembangan Biometana di Indonesia. (Sumber Foto: NET)
Senin, 08 Juni 2026 | 15:34:17 WIB

JAKARTA - Beragam upaya terus ditempuh guna merealisasikan transisi energi. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mulai menggarap pengembangan Compressed Natural Gas (CNG).

Namun, inisiatif kali ini berbeda dari CNG pada umumnya. PLN EPI tengah mendorong pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) yang berbasis limbah kelapa sawit.

Melalui pengembangan Bio-CNG, PLN EPI berupaya mengoptimalkan pemanfaatan limbah domestik sebagai sumber energi rendah karbon. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi sekaligus mereduksi emisi gas rumah kaca.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan hal tersebut dalam kegiatan Diseminasi Pengembangan Biometana di Indonesia yang dihelat oleh Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM di Medan, Sumatera Utara, Kamis (4/6). 

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, serta pemilik bahan baku untuk memperkuat ekosistem biometana nasional.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menuturkan bahwa pengembangan Bio-CNG menjadi salah satu langkah konkret perusahaan dalam mengoptimalkan potensi limbah biomassa nasional sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.

“PLN EPI terus mendorong pemanfaatan limbah sawit menjadi sumber energi yang bernilai tambah. Melalui kerja sama dengan pemilik konsesi dan pabrik kelapa sawit, Palm Oil Mill Effluent (POME) dapat diolah menjadi biometana yang kemudian dimurnikan menjadi Bio-CNG untuk mendukung kebutuhan energi pembangkit listrik,” ujar Hokkop.

Menurut Hokkop, Sumatera Utara memiliki potensi sangat besar untuk pengembangan Bio-CNG mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu sentra industri kelapa sawit nasional. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 327 perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Sumatera Utara dengan 237 pabrik kelapa sawit yang berpotensi menjadi sumber bahan baku biometana.

PLN EPI kini telah menjalin kerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia yang telah mengembangkan teknologi pengolahan limbah cair sawit menjadi Bio-CNG. 

Produk Bio-CNG tersebut direncanakan untuk menyokong kebutuhan energi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan, Sumatera Utara, yang memiliki kapasitas terpasang 1.184 MW dan berkontribusi sebesar 30 persen pada sistem Sumatera bagian utara.

“Kami melihat peluang yang sangat besar untuk memperluas pemanfaatan Bio-CNG. Karena itu, PLN EPI terus membuka peluang kolaborasi dengan pabrik kelapa sawit (PKS) agar potensi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi energi bersih yang bernilai ekonomi,” tutur Hokkop.

Ia menambahkan bahwa pengembangan biometana tidak hanya mendukung pengurangan penggunaan energi fosil, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku industri sawit melalui pemanfaatan limbah yang sebelumnya belum memiliki nilai ekonomi optimal.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, pemanfaatan biometana juga memberikan manfaat lingkungan yang signifikan. Gas metana yang berasal dari limbah cair sawit memiliki potensi pemanasan global yang jauh lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida. 

Dengan menangkap dan memanfaatkannya sebagai sumber energi, emisi gas rumah kaca dapat ditekan sekaligus menghasilkan sumber energi terbarukan yang andal.

Pengembangan Bio-CNG juga sejalan dengan komitmen PLN EPI dalam mendukung target transisi energi nasional dan pencapaian Net Zero Emissions melalui peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan berbasis sumber daya domestik.

Melalui pengembangan Bio-CNG, PLN EPI tidak sekadar mengubah limbah menjadi energi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi hijau yang menghubungkan sektor perkebunan, industri, dan ketenagalistrikan. 

Langkah ini menjadi bukti bahwa transisi energi dapat berjalan beriringan dengan penciptaan nilai ekonomi, pengurangan emisi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo